SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : RASA YANG SAMA


__ADS_3

"Kakak, jelasin dulu ke Agis apa yang terjadi!" desaknya ketika Rian membukakan pintu mobil belakang untuknya.


"Udah sana masuk!" perintahnya, membuat Agis tak bisa menolaknya. "Nanti bakal kakak jelasin dirumah, kakak sekarang masih ada urusan."


Agista hanya bisa duduk bersindakap, menahan kesal pada kakaknya. "Iya, baiklah." sahutnya dengan pasrah.


Rian jadi tersenyum ketika adiknya jadi penurut, lalu segera menutup pintu mobil kembali dan meminta supir segera melajukan kendaraannya.


Setelahnya Rian segera kembali kedalam gedung, karena tahu bahwa Desi tengah mengalami kesulitan menghadapi pertanyaan para wartawan yang datang.


****


Untukmu, semua hati yang pernah mencintai dan dicintai. Yang pernah di khianati sampai tak ingin hidup lagi. Baca kisah ini dengan hati hati.


****


Rian kaget ketika melihat keadaan tiba-tiba begitu ramai, dan penjaga pun kewalahan menghadapi beberapa wartawan yang mendesak untuk mendekati Desi dan mengajukan beberapa pertanyaan.


Terlihat jelas raut wajah Desi yang kebingungan dan meminta bantuan, bibirnya bergetar ketika dicerca oleh beberapa pertanyaan.

__ADS_1


Tempat ini adalah resepsi pernikahan kedua sahabatnya, tetapi karena ulahnya membuat suasana yang tadinya tenang jadi tak karuan.


Dengan rasa tanggung jawab dan perasaan iba didalam hatinya, membuat kaki Rian melangkah menerobos kerumunan wartawan sehingga mereka dengan sadar memberi ruang untuk nya melangkah dengan nyaman.


Melihat Desi yang kini tengah tepat berdiri dihadapannya dengan kepala yang menunduk, membuat Rian segera melepas jas blazernya lalu tanpa ragu menutupi kepala milik perempuan yang masih ada didalam hatinya.


Desi tertegun dengan sikap Rian bak penolong, namun ia sadar bahwa semua itu juga karena ulahnya.


Ketika Desi hendak menegakkan wajahnya, Rian menyadarkannya dengan cara memeluk tubuhnya dan Desipun tetap menunduk agar wajahnya tak terekspos oleh media.


Rian menggiring langkah Desi meninggalkan gedung serta para wartawan yang berkerumun, sembari memeluknya dengan penuh hati hati.


"Lepas!" bentaknya sembari menepis tangan Rian yang masih kokoh memeluknya, ketika mereka tiba diparkiran mobil.


"Kamu kenapa masih peduli denganku? Bukannya kamu ingin membuatku kesulitan dan menderita?" tanya Desi kemudian membuat Rian cekikikan.


"Kamu pikir akan semudah itu?" ucapnya penuh tanda tanya, membuat Desi mengerut kening tak mengerti. "Kamu harus ingat! Kamu akan segera menjadi istriku, tentu aku tidak akan membuatmu dalam kesulitan untuk sementara waktu, ya mungkin sampai aku berhasil menikahi mu." ucapnya dengan enteng dan sikap penuh ejek.


Lagi-lagi, kata kata itu membuat hatinya tersayat perih. Desi tak tahu harus mengatakan apa lagi, tapi yang ia tahu saat ini adalah dia harus menutupi nya. Berpura-pura tak mencintainya lagi adalah pilihan utama karena Desi tahu, sorot mata tajam yang Rian berikan kepadanya adalah sebuah kebencian yang begitu dalam.

__ADS_1


"Rian." lirihnya dengan mata yang berbinar, namun Rian kini memalingkan muka tak mau lagi melihatnya.


"Tak apa aku menanggung rasa sakit ini, asal kamu tak lagi membenci." ucap Desi dalam hati.


"Pulanglah!" pinta Rian sembari membukakan pintu mobil belakang untuknya.


Desi tanpa menyahut langsung masuk kedalam mobil, dan mobil pun segera melaju pergi untuk mengantar kan Desi pulang.


Rian mengusap wajahnya kasar serta gusar, ia benar-benar frustasi. Dan kenapa rasa itu masih tersimpan rapi dan begitu perih.


"Irfan, tolong cari tau semua tentang Desi dan tunangannya! Aku butuh informasinya sekarang juga." titahnya kepada sekretarisnya yang sekarang tengah berdiri tegap dibelakangnya.


"Baik Pak." sahutnya menunduk penuh hormat.


*******


Maap keun udah lama ga Update 😭🙏


Semoga Kalian masih suka yaaa!!

__ADS_1


TOLONG LIKE UNTUK JEJAK AGAR AUTHOR TAU KALAU KALIAN MASIH MENUNGGU NOPEL INI UP.


Biar Author semangat Up tiap hari. makasih yaa ❤️


__ADS_2