SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Olahraga


__ADS_3

Yuda tengah bersiap diri dan berpamitan pada papanya, Angga.


"Apa papa anterin saja?" tawar Angga pada anaknya.


"Gak usah pa, deket kok. Naik taxi beberapa menit udah sampek." sahutnya.


"Oh, ya udah hati-hati dijalan." ucap Angga, menepuk bahu anaknya itu.


Yuda mengangguk, sembari tersenyum. "Iya pa."


tetapi belum juga berbalik, tiba-tiba Lia datang untuk mengacau.


"Kemana? Mau pergi?" tanya Lidia, khas dengan sunggingan dibibirnya.


"Yuda mau menginap dirumah temannya, ma." sahut Angga.


"Wah! Punya temen juga ternyata." cibirnya. "Kalau pergi itu ya sekalian aja, jangan balik lagi!" ucapnya lantang, membuat Yuda kesal.


"Mama." geram Angga, lalu menoleh pada anaknya. "Maaf ya Nak? Biar papa yang akan berbicara dengan nenekmu, kamu pergi saja dan tidak usah dimasukkan ke hati."


"Iya pa, Yuda sudah kebal kok." sahutnya penuh arti, kemudian berlalu pergi.


Angga yang melihat Yuda pergi dengan kesal dengan luka dihati, kini tak dapat menahan diri. Tak dapat menahan dari perkataan mamanya yang keterlaluan itu.


"Mama bisa gak sih, sehari aja gak usah ganggu Yuda. Gak usah ngomong hal kejam yang bikin Yuda kecewa?" pinta Angga penuh pengharapan dan geram.


Lidia bersindakap dengan tenang. "Ya, mau gimana lagi ya! Mama juga kecewa." sahutnya meremehkan.


"Astaga mama!" bentak Angga kemudian, membuat Lidia tercengang.


"Angga, kamu udah berani bentak mama." memukul dadanya. "Hanya gara-gara anak haram itu kamu berani membentak mamamu ini? Kamu membentak mama yang sudah susah payah melahirkan dan membesarkanmu seorang diri ini? Kamu keterlaluan Angga."


"Mama juga sudah sangat keterlaluan, ma!" sahut Angga menentang. "Pernah gak mama mikirin perasaan Yuda? Yuda itu gak salah apa-apa, ma. Dia itu gak tahu tentang semua masalah kita. Lagian semua yang membuat berantakan ini adalah karena Angga sendiri, karena Angga selalu menuruti mama untuk bersama dengan Lia hingga akhirnya Lia mempunyai kesempatan untuk menjebak Angga."


"Maksudmu apa? Kamu nyalahin mama?"


Angga mendengus kesal, banyak kata yang ia lontarkan tapi hanya sepintas yang Lidia simpulkan. "Ah, Angga pusing kalo ngomong sama mama. Lebih baik Angga keluar saja daripada disini, bikin pusing saja." ucapnya berbalik lalu pergi.

__ADS_1


"Angga! Kamu mau kemana?" teriak Lidia pada Angga yang tak lagi peduli padanya. "Dasar! Ini semuanya gara-gara anak itu." geramnya.


****


"Hei, bro!" sapa Rian menyambut temannya. "Gue udah lama nungguin lo daritadi."


"Sorry, gue ada urusan tadi." sahutnya lemah.


Dan Rian menatap lamat-lamat wajah kesedihan dari temannya itu. "Lo ada masalah?" tanya Rian menebak.


Yuda memasang senyum sebisa mungkin. "Gak kok, udah ah! Kita kedalem aja." pintanya.


Mereka pun masuk kedalam rumah Rian dan langsung disambut oleh kedua orangtua Rian yang tengah bersantai duduk diruang keluarga.


"Malam Tante, Om." sapa Yuda.


Dedi menoleh setelah menjawab sapaan. "Oh, ini yang namanya Yuda. Keren! Mirip om waktu muda dulu." puji Dedi, menepuk bahu Yuda.


"Nah! Kalo Yuda mirip papi, terus Rian mirip siapa dong?" tanya Yuda, memprotes.


"Mirip anaknya Artis Thiland, Mario Maurrer." sahut Sefia tak mau kalah.


Dedi menjitak kepala anaknya itu. "Jangan ikutan mamimu deh! Dia memang suka asal kalo ngomong." merangkul kedua pundak Yuda dan Rian. "Intinya, kalian itu sama kerennya, kayak papi! Kita makan malam dulu, yuk!"


"Terus? Kemana?" tanya Rian.


"Tanding basket, kita." sahutnya, masih merangkul Yuda dan Rian sembari berjalan menuju meja makan. "Kalau kalian kalah, pasti malu banget. Masa anak muda kalah sama orangtua."


"Dih! Papi antisipasi banget!" cibir Rian. "Seharusnya Rian yang ngomong gitu duluan, papi bakal malu kalo kalah sama anaknya."


"Gak lah! Kebalik." tegas dan tertawa. "Yuk! Kita makan dulu."


Merekapun duduk bersama, dan Yuda duduk disebelah Rian.


Seperti biasa, Sefia menyiapkan makan untuk keluarganya dan tak lupa kepada Yuda demikian. Sefia memperlakukan Yuda sama halnya seperti Rian.


Yuda yang melihat kebahagiaan keluarga utuh itu, menjadi ikut merasakan kebahagiaan tetapi dalam hatinya juga ada pilu. Ia berharap mamanya bisa hidup kembali dan bisa menemani dirinya seperti Sefia saat ini.

__ADS_1


"Kamu makan yang banyak, ya! Sayuran juga penting." ucap Sefia, sembari menaruh sayuran serta daging diatas sendok milik Yuda.


Yuda hanya mengangguk, lalu menelannya dengan lahap.


Canda tawa mereka selalu hadir jika bersama, berbicara hal-hal remeh sambil menikmati makan malam bersama. Rutinitas setiap harinya, rutinitas yang sangat berharga.


****


Seperti yang Dedi katakan tadi, mereka bertiga benar-benar berolahraga di malam hari. Bermain basket dan Sefia bersorak menjadi penontonnya.


"Hayo sayang! Semangat! Go Go Go." teriaknya, memberi semangat.


Entah pada Rian ataupun Yuda, kecuali suaminya sendiri. Membuat Dedi sebal saja.


"Haus, ya?" tanya Sefia pada Yuda yang berjalan kepinggir lapangan. "Ini minum!" memberikan sebotol minuman.


"Terimakasih tante." ucap Yuda ketika sudah mengambil minuman itu, lalu segera meneguknya.


Dan kini giliran Dedi berlari terengah-engah mendekati istrinya. "Aku juga haus." ucapnya, merentangkan sebelah tangan.


Sefia hanya tersenyum kecut, pasalnya dia hanya membawa sebotol minuman saja. "He he, mami cuma bawa satu." ucapnya, namun dengan cepat memberikan jemarinya sendiri untuk ia berikan. "Kita berdua balik masuk kedalem aja, yuk! Papi pasti capek." ajaknya penuh pengertian.


"Yaudah, kita kedalam dulu! Kalian kalau masih mau lanjut, lanjut aja! Tapi jangan malam-malam! Udara malam gak baik." ucap Dedi memperingati pada kedua pemuda itu sebelum ia berlalu pergi.


"Oke pa." sahut Rian.


Dan Dedi Sefia kembali masuk kedalam rumahnya.


"Papi mau berendam air hangat? Buat mami siapin dulu, ya!"


"Oke." sahut Dedi, merebahkan tubuhnya diatas sofa, sembari menunggu istrinya selesai menyiapkan air hangat untuk mengisi bathupnya.


Setelah selesai mengisi air penuh, Sefia kemudian keluar dari kamar mandi tapi Dedi dengan cepat beranjak dan menarik tangan istrinya agar masuk kembali.


"Temenin papi mandi!" pintanya.


****

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, RATING 5 DAN POIN!!


__ADS_2