
Zaky tiba di pesta. Ia bersalaman dengan pengantin. Zaky menepuk nepuk bahu Robi.
" Akhirnya kau menikah juga."
" Hahaha.. Terima kasih bos. Aku tidak dapat kado?"
" Kau? Tidak."
Zaky mengambil sebuah kunci di saku jasnya. Lalu dia menberikan kunci itu kepada pengantin wanita.
" Ini kado untukmu."
" Wah.. kunci apa itu bos? Hahaha Kado yang besar!"
" Apartemen, Kau sudah banyak membantuku selama ini."
" Terima Kasih Pak Bos."
Zaky tersenyum Lalu turun dari panggung tempat pengantin duduk. Ada banyak orang menyapanya, Ia menghampiri mereka satu per satu.
-
Lila baru saja tiba. Ia memasuki Hotel Lalu ke kolam renang. Pesta Robi di adakan Outdoor di Taman dan kolam renang Hotel. Lila mencari cari dimana Zaky, tapi ada banyak tamu di sini. Dira datang menghampiri Lila.
" Lila kau cantik sekali, Lihat gaunmu.."
" Dira Apa kau melihat Zaky?"
" Pak Zaky maksudmu? Tentu saja aku melihatnya. Wanita wanita itu sibuk membicarakannya karena dia sangat tampan memakai tuksedo. Apalagi dia datang sendiri. tidak mengajak istrinya."
Jadi dia tidak mengajak istrinya. Mungkin Ia ingin aku menemaninya.
Lila tersenyum.
" Dimana dia?"
" Itu yang berdiri di dekat panggung, bersama para manager."
" Baiklah."
Lila melangkah meninggalkan Dira.
Apa Lila masih mengejar pak Zaky? Nekat sekali dia. Sungguh memalukan.
-
Tia menyalakan mobilnya. Ia pamit pada Bi Tuti dan menitipkan Zoya dan Ifa, yang lain sudah tertidur. Ia menyetir sendiri, meski pak pandi sempat tidak mengijinkannya tadi.
Mobil melaju di tengah dinginnya kota malam itu. Tya menatap cincin pernikahan di tangannya yang sedang menggenggam stir.
Zaky, Aku terluka sekali, Ingin sekali meninggalkanmu, tapi tidak bisa. Ya Tuhan, semoga yang aku lakukan ini benar.
Tia tiba di lobi hotel setelah menitipkan kunci mobil pada pelayan hotel. Ia menuju ke kolam renang tempat pesta di gelar. Banyak mata menatap ke arahnya ketika Ia lewat, terlebih mata laki laki.
Siapa itu?
Cantik sekali.
Aku seperti mengenalnya.
Dia sangat Anggun.
Bukankah dia istri pak Zaky?
Benarkah?
Oh Tuhan dimana Lila.
Oh Tuhan apa dia akan melabrak Lila.
Mengapa dia sendiri?
Dimana pak Zaki?
Mereka berbisik bisik di belakang Tia. Tia tenang saja, Ia tersenyum simpul.
Aku akan mengangkat kepalaku malam ini, tidak boleh ada air mata di sini.
Lila menghampiri Zaky yang tengah mengobrol dengan beberapa pria.
" Bisa kita bicara sebentar?" katanya seraya menyentuh lengan Zaky.
Zaky mengangguk kemudian permisi pada rekannya. Mereka berjalan beriringan, Lila sengaja memegang lengan Zaky, tampaknya Ia senang membuat wanita wanita iri karena kedekatannya dengan Zaky.
Dari kejauhan sepasang mata memandang.
Sepertinya mereka tidak menyembunyikan hubungannya, di tempat umum begini, benar benar tidak tahu malu sekali!
Tia tersenyum melihat kedua orang itu memisahkan diri ke pojok kolam. Suasana terasa tegang bagi orang orang yang mengenal tya sebagai istri Zaky. Mereka melihat Tia, kemudian melihat Lila dan Zaky, Lalu melihat Tia lagi. Mereka mecoba menerka nerka apa yang akan terjadi.
Tia membiarkan kedua orang itu sejenak, Ia naik ke panggung untuk bertemu Robi.
" Astaga, kau datang juga, Ingat, jangan membuat keributan."
"Tenang saja." Tia tersenyum dan menyalami pengantin wanita.
" Istrimu cantik sekali." Kata Lila sambil memakaian cincin ke jari pengantin wanita dan memberikan kotaknya kepada Robi.
" Aku menang banyak malam ini, setelah sebuah apartemen sekarang cincin berlian."
kata Robi kemudian terkikik.
Istrinya terkejut.
" Berlian?"
Ucapnya lirih sambil melihat cincin itu di jarinya, agak kebesaran.
"Iya, ini istri bos ku yang tadi."
" Oh, mengapa tidak datang bersama?"
Diam sejenak. Kemudian Tia tersenyum.
" Kau akan tahu nanti". Lalu Ia turun.
Sementara itu Lila dan Zaky mengobrol sambil berdiri.
" Aku ingin mengatakan sesuatu." Kata Lila.
" Aku juga." Kata Zaky
"Kau duluan kalau begitu."
" Kau saja."
" Baik, begini, Aku akan jujur, Aku mencintaimu."
__ADS_1
Zaky melihat orang orang bersamaan memandang sesuatu, Ia pun berpaling untuk melihat apa itu. Ia jadi tidak mendengar apa yang di katakan Lila, dan ketika Ia menoleh.
"Tia!" Zaky hampir jantungan karena kaget.
Mengapa Ia di sini, Ia sangat cantik, tapi ia merias wajahnya? dan astaga baju itu terlalu terbuka! Semua orang melihatnya.
" Tia?" tanya Lila sambil melihat apa yang membuat Zaky terkejut. Ia melihat seorang wanita berjalan ke arah mereka.
Tia siapa? apa dia Tia? Ia sangat cantik Gaunnya pasti sangat mahal. Tubuhnya bagus, dan perhiasan itu..
Tia menghampiri mereka. Seketika suasana jadi hening dan mencekam. orang orang di dekat mereka juga ikut terdiam.
Tia berdiri di hadapan Zaky dengan wajah datar, sedangkan Lila sangat kebingungan.
Tia menarik napasnya dalam, menahan perasaan sakit melihat kedua orang ini, kemudian mulai bicara.
" Suamiku." katanya perlahan sambil menyentuh pipi Zaky.
" Sayang, mengapa kau di sini, mengapa berdandan seperti ini, kau menarik perhatian semua orang."
" Robi mengundangku." Melambai lambaikan tangan pada Robi. Robi membalas.
" Apa kau sedang bermain futsal di pesta? dengan tuksedo?!" katanya sambil menarik keras kerah tuksedo Zaky.
Zaky tak bisa menjawab, Ia ketahuan berbohong.
Tia menatap Lila, Lalu menyilangkan tangannya di bawah dada.
" Dan ini? ini Arya yang memakai gaun?!"
Lila kebingungan.
Lalu beberapa detik kemudian tersentak.
Suami? dia bilang suami? astaga! Ini pasti istri Zaky! Dia sangat cantik.
" Sayang, aku akan jelaskan itu, ayo." Zaky menarik lengan Tia ingin mengajaknya pergi.
"Lepaskan tanganku!" Kata Tia sambil menghentakkan tangannya hingga pegangan Zaky terlepas.
Ia menatap Zaky tajam dan bicara dengan berbisik.
" Bagaimana bisa kalian tidak tahu malu sekali, berdua duaan di tengah keramaian begini? "
" Dan kau nona Lila, kau pasti perayu yang hebat sampai suamiku lupa diri." katanya sambil melihat Lila.
" Sayang, aku akan menje..."
" Aku sudah tahu semuanya.."
Lila tersenyum dalam hati.
Baguslah kalau kau tahu. Semoga kalian berpisah. Ayo Zaky, katakan kau mencintaiku, kau mau mengatakan itu kan tadi.
"Kau tahu apa? aku tidak mencintainya, kami hanya jalan bersama, itu saja."
Apa? dia tidak mencintaiku?
"Omong kosong!" Tia tersenyum mentah.
" Sayang.."
Beberapa orang melihat mereka bertiga.
"Nona Lila, kau senang bermain main kan? dan kau juga senang bermain mainkan?"
Menatap suaminya lalu tersenyum manis pada mereka berdua.
" Apa!!" Lila dan Zaky bersamaan.
" Sayang apa maksudmu?" Kata Zaky sambil menyentuh pipi Tia.
Tia mengambil tangan zaky dari pipinya.
"Rayulah Ia, Pegang tangannya." Kata Lila sambil memegang tangan Zaky.
" Peluklah dia." Melingkarkan tangannya di leher Zaky
" Cium dia." Menyentuh bibir Zaky.
" Tidur lah dengannya.." Menarik telunjuknya dari bibir hingga ke dada.
" Lakukan apa saja hingga dia memutuskan untuk menikahimu, maka aku.. akan meninggalkannya!"
Hahaha, kau memberikan suamimu untukku?bodoh!
" Sayang kau bicara apa! Untuk apa semua ini, Aku pasti memilihmu!"
" Tapi nona Lila, jika dalam waktu satu bulan ia tidak memutuskan untuk menikahimu, maka enyahlah! Jangan pernah mengganggunya lagi!"
Deg!
" Bagaiman nona Lila? Kau pasti ingin melakukannya kan? Ayolahh, bukankah suamiku begitu royal padamu? Kau akan mendapatkan lebih banyak lagi dalam sebulan ini." Tia tertawa mengejek.
Kau mempermalukan aku. Jangan salahkan aku jika aku merebut suamimu.
"Tentu saja aku akan melakukannya." jawab Lila menantang.
Kau memang wanita yang tidak tahu malu.
" Aku tidak akan melakukannya." Kata Zaky datar.
Wajahnya merah, Ia sangat kesal. Selain karena istrinya keluar rumah seperti ini, Ia juga kesal karena istrinya tidak percaya bahwa ia baru akan mengakhiri hubungannya dengan Lila beberapa saat tadi. sekarang semua justru menjadi rumit.
" Kalau kau tidah mau, aku akan mebuat gugatan perceraian besok!"
" Apa maksudmu!" membentak. Tidak bisa menahan lagi.
" Kamu harusnya bersyukur, aku masih memberimu waktu satu bulan untuk menentukan siapa yang kau cintai!
"Tentu saja dirimu!"
" Bagaimana aku bisa percaya setelah semua ini?!"
" Sayang..." dengan suara lembut. Merasa bersalah.
" Jadi lakukan dengan baik."
Zaky menarik nafas dalam. Dadanya terasa sesak.
Bagaimana mungkin kau bisa memutuskan cerai? Aku mencintaimu. Aku baru akan mengakhiri ini, lalu kau muncul. ahh kau pasti tidak akan percaya.
" Sudah cukup. Ayo kita pulang, Lihat? semua orang memperhatikan kita."
Zaky membuka jasnya dan memaksa memakaikan ke istrinya. Dia memegang tangan tya dengan erat dan melangkah menariknya.
Lila tersenyum sinis.
__ADS_1
Lihat saja nanti. kau akan menyesal sudah mempermalukan aku.
Baru beberapa langkah tia berbalik kembali ke Lila.
" Nona Lila..."
Plakkk!!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Lila. Semua orang melihatnya. Zaky sangat terkejut.
" Itu untuk anak anakku."
Lalu tia melangkah pergi. Meninggalkan Lila, dan juga Zaky yang tertegun dengan keberanian istrinya itu. Sebentar kemudian Ia setengah berlari menyusul langkah Tia.
Lila memegang pipinya. semua orang melihatnya.
Berani sekali wanita itu. aku akan mebuatnya menyesal. Zaky, dia bahkan tidak melihatku, tidak peduli padaku. kenapa?
Lila pun dengan terburu buru keluar dari pesta dan memutuskan untuk pulang.
---
"Masuk!"
Zaky menyuruh Tia masuk ke mobil.
" Tidak mau, Aku bawa mobil sendiri!"
" Apa? kau bener benar membuat aku gila malam ini!
" Kau membuatku gila dari kemarin!"
" Tunggu di sini!"
Zaky mengambil kunci yang dititipkan dan memberikan kepada salah seorang karyawannya.
" Doni, antarkan mobil ini ke rumah saat kau pulang nanti."
" Baik pak."
Zaky kembali ke mobil. Tia sudah masuk. Dia bersandar dan melihat ke jendela. Zaky menyalakan mobilnya, mobil melaju di jalanan kota.
" Kau baik baik saja?" Tanya Zaky.
Tidak ada jawaban.
"Hey.."
" Apa kau akan baik baik saja jika aku
berselingkuh?"
" Sayang, dengarkan. Aku hanya mengajaknya jalan jalan dan makan bersama. hanya itu.. tidak lebih!"
" Hanya itu katamu, Apa kau senang aku jalan jalan dengan pria lain di belakangmu? kau berbohong lagi, kau tidur dengannya!"
" Tidak!
"Iya! pak pandi bilang sendiri padaku!"
"Pak pandi? Huh, Dia bahkan bersumpah tidak akan mengatakannya."
"Kau mengakuinya?
" Tidak! Aku memang tidur dengannya, maksudku, tidur tapi tidak melakukan apa apa!
"Bohong! Ia memakai bajumu!"
" Itu karena.. Ahh aku kesal sekali pada pak pandi, sayang.. dengar.."
" Sudah cukup! Aku tidak mau mendengar apa apa lagi. Sebulan ini, putuskan lah siapa yang kau cintai."
" Aku mencintaimu, Aku tidak akan pernah meninggalkanmu dan anak anak."
"Kau tidak akan meninggalkan kami dan tidak meninggalkan dia juga kan?"
"Sayang.."
"Sebulan ini, Aku tidak mau ada kontak fisik."
"Apa! itu tidak mungkin! kau istriku."
"Kalau kau tidak menurut aku ingin bercerai."
"Tapi itu tidak adil! kau menyuruh Lila merayuku tapi kita tidak bisa bersama sama. bagaimana mungkin?"
"Aku juga akan tinggal di apartement dengan anak anak."
"Tidak. Aku tidak akan mengijinkan! berbahaya anak anak tinggal di gedung yang tinggi, jika kau lalai..."
" Kalau begitu kau yang pindah, Aku tidak mau tidur denganmu lagi!"
" Kenapa begini?"
"Terserah aku.."
Zaky diam. Marahnya hilang berganti sedih dan menyesal. Sesekali Ia menoleh lagi ke istrinya yang memandang keluar jendela.
Maafkan Aku. Aku sungguh tidak tahu ini akan sangat menyakitimu. Aku pikir aku akan mengakhirinya dan kau tidak pernah tahu. Tapi ini jadi rumit sekali, Percayalah aku sangat mencintaimu. Bahkan lebih dari sebelumnya.
" Aku tidak mau pulang!"
Kata Tiatiba tiba.
"Kenapa?"
"Aku belum makan!"
Tia terlalu bersemangat tadi hingga ia lupa makan. Sekarang ia kelaparan.
"Yasudah mau makan apa?"
"Aku ingin sekali memakanmu!"
Zaky tersenyum tertahan.
"Kenapa tidak makan tuna dan cream sup di rumah saja? itu enak sekali."
"Kalau begitu mulai besok kau tidak boleh makan masakanku lagi.."
"Kenapa?"
"Pokoknya lakukan saja. Sekarang aku ingin makan ayam."
"Ayam? Ayam goreng? Ayam kari? atau ayam hidup."
Tia cemberut, Zaky menahan tawa.
__ADS_1
Dia sangat menggemaskan ketika marah.
---