
Seminggu berlalu. Zaky dan Lila semakin dekat saja. Mereka sudah dua kali berjalan jalan di mall. Lila bahkan tidak segan memeluk lengan Zaky. Tidak peduli bahwa Zaky suami orang. Zaky sering membelikan Lila barang barang mahal. Zaky senang karena Lila bnyak membantunya di perusahaan. Lila juga selalu punya solusi jika Zaky sedang buntu dalam menghadapi masalah pembangunan kawasan baru milik perusahaannya.
Hari ini hari minggu. Zaky meminta ijin pada istrinya akan keluar kota bersama Arya. Padahal Zaky akan pergi bersama Lila. Tia mengijinkan. Ia dan anak anak juga tidak ingin keluar karena sedang musim hujan.
Zaky ingin latihan motorcross di sirkuit kota itu. Dia ingin mengajak keluarga, hanya saja karena perjalanannya lama pasti akan merepotkan sekali. Jadi Ia memutuskan pergi bersama Lila. Pukul 9 pagi Ia berangkat dengan membawa motornya bersama Lila.
Lila senang sekali. Ia melihat sisi lain Zaky hari ini. Tiba disana Zaky segera bersiap siap. Lila duduk di bak mobil yang di parkir di pinggir sirkuit dan menghadap ke sirkuit. Ini moment pertama Lila menyaksikan motorcross secara langsung. Ada banyak pembalap lain di sana. Banyak dari mereka pergi bersama pacarnya.
Lila tertegun melihat Zaky yang beratribut lengkap.
Dia keren sekali.
Lagi lagi jantung Lila berdebar debar. Apalagi saat melihat Zaky melayang layang di udara, Rasanya Lila juga terbang bersama bunga bunga.
Selesai balapan Zaky menghampiri Lila. Lila memberikan botol air mineral. Zaky tersenyum. Lila memberikan handuk kecil. Zaky mencuci wajahnya dan mengelap wajahnya. Lila tidak berhenti tersenyum.
" Mengapa tersenyum terus? Senang sekali..."
" Kamu keren sekali."
Matanya berbinar binar menatap Zaky.
"Memang."
Ih sombong sekali. Biarlah. Dia memang keren.
Selesai balapan Mereka ke hotel. Zaky mandi untuk membersikan diri. Selesai mandi Mereka pergi ke mall untuk makan, juga mengajak Lila jalan jalan. Motor dititip sementara di basement hotel.
Zaky dan Lila tiba disebuah Plaza. Mereka berjalan jalan, Lila menggenggam tangan Zaky, Zaky membiarkannya. Mereka singgah di sebuah restaurant seafood untuk makan siang. Zaky makan dengan lahap, Lila sesekali menyuapi Zaky, Ia benar benar sedang jatuh cinta. Zaky membiarkan saja.
Selesai makan mereka berkeliling plaza.
" Dari tadi berputar putar apa tidak ada yang mau di beli?"
"Ini Outlet barang branded, Gajiku tidak cukup membelinya tahu?"
" Bukankah credit cardku ada padamu. Aku kan sudah bilang boleh memakainya."
" Benarkah?"
Haa kenapa si dia baik sekali.
Mereka masuk ke sebuah butik pakaian wanita. Lila melihat lihat pakaian sementara Zaky menunggu di sofa. Seorang wanita mengikuti mereka dari tadi. Melihat Lila sedang memilih pakaian, Ia menghampirinya.
" Hah! Ternyata benar kau!" Kata wanita itu dengan wajah galak.
" Suami siapa lagi yang kau rayu hah!"
Gawat. Istrinya Benny.
"Apa maksudmu?"
" Dasar! Apa kau belum menyerah?! Setelah merayu suamiku, menhamburkan uangnya, sekarang kau mencari mangsa yang lebih kaya! Dasar perempuan penggoda!"
Apanya. Suamimu hanya memberiku sedikit.
Beberapa pegawai mulai datang dan mengajak wanita itu keluar.
" Jaga bicaramu!" Lila membela diri.
" Kau yang jaga sikapmu! Apa kau tidak malu menjadi simpanan! "
Lila ingin mencakar mulut itu. Zaky yang mendengar keributan itu menghampiri mereka.
" Hey! Ada apa ini? Apa kalian tidak malu ribut di sini hah!"
Kedua wanita itu tersentak.
" Jadi kau. Kau pria yang berhasil dia rayu?"
" Apa maksudmu?" Zaky mencoba membaca keadaan.
" Dulu perempuan ini merayu suamiku! sekarang dia merayumu kan? Dia hanya mau uangmu!"
__ADS_1
Baru saja Lila hendak menjawab, Zaky memotong.
" Dia istriku."
"Apa?!"
Apa?
"Sudah ku bilang dia istriku! Kami baru saja menikah. Sayang, kemarilah. Kau pasti takut dengan wanita galak ini." Zaky mengayunkan tangan. Tangan yang satunya di saku celana. Lila datang dan Zaky memeluk bahunya.
" Kau menikahi wanita yang salah." mulai melunak.
" Aku tidak peduli. Aku mencintainya." Lila hanya memandang Zaky tanpa berkedip. Lila meleleh seperti es.
" Sekarang kau pergilah. Jangan mengganggu istriku berbelanja." Pegawai memberikan jalan dan si wanita keluar dari toko itu. Lila kegirangan.
" Pilihlah dengan cepat, kita pergi ke tempat lain."
" Baik."
Dia mencintaiku? Aku senang sekali.
Selesai belanja Zaky berencana mengajak Lila ke pantai. Zaky ingin merebahkan diri sejenak, lelah sekali menyetir, latihan trail dan keliling mall.
Di mobil.
" Kita mau kemana? "
" Pantai."
" Motornya?"
" Kita ambil saat pulang."
" Baiklah."
" Tadi itu siapa?"
" Istriku?"
" Huh tentu saja bukan!"
" Aku kan bos mu."
" Istri mantan bos ku."
" Benny?"
" Iya."
" Mengapa berani sekali memaki orang di tempat umum."
" Mana ku tahu. dari dulu memang begitu. di kantor juga memaki aku."
" Kau merayu suaminya."
"Tidak."
Iya si. tapi sekarang tidak lagi. Sekarang aku suka padamu.
" Mana mungkin aku percaya. Kau saja merayuku."
" ii itu..."
" Rayu saja. Aku kan tidak melarangmu."
Syukurlah.
"Tadi itu.. kamu bilang kamu mencintaiku.."
" Itukan cuma meyakinkan wanita tadi saja."
Hiks ternyata..
__ADS_1
"Jadi kamu tidak mencintaiku."
" Apa tidak bosan bertanya hal itu terus?Sekarang apa kamu bahagia bersamaku?"
"Tentu."
" Bahkan kita bahagia tanpa mencintai. Apa cinta itu perlu?"
" Aku.. Aku hanya takut suatu hari kau meninggalkanku.."
" Bahkan orang menikah saja bisa di tinggalkan, tak ada yang pasti di dunia ini."
Apa itu artinya dia akan meninggalkan istrinya..
"Hubungan tanpa ikatan begini sungguh menyedihkan." Wajah Lila cemberut.
" Baik baiklah padaku maka aku akan selalu ada di sisimu."
Lila menoleh ke Zaky.
" Baiklah"
Mereka tiba di pantai. Zaky memilih gubuk lesehan dan merebahkan diri. Lila memesan makanan dan menikmati pemandangan.
Sore hari mereka pulang kembali ke kotanya. Pukul 8 malam mereka tiba di apartemen Lila. Zaky menurunkan Lila di gerbang dan pamit untuk pulang. Lila berterimakasih dan masuk ke dalam. Ketika menaiki lift, Lila merasa ada orang uang mengikutinya. Ada 2 orang pria, seorang ibu dan anaknya yang satu lift dengan Lila. Tiba di lantai apartemennya berjalan menyusuri koridor. Pria tadi tidak kelihatan lagi. Lila bersyukur. Ia pun membuka kunci pintu, pintu terbuka dan tiba tiba seorang pria mendorongnya ke dalam. Salah satu dari pria yang tadi di lift. Pria yang satunya segera mengunci pintu.
" Si.. siapa kalian..." Lila gemetar.
---
Zaky di dalam lift Apartement. Ia terpaksa balik lagi karena ponsel Lila tertinggal di mobilnya. Ponselnya mati.
Merepotkan saja. Kalau tidak ku antar nanti Aku tidak bisa menghubunginya.
Zaky berdiri di depan pintu dan menekan bel. Tidak ada suara.
" Lila! Lila!" Zaky memanggil sambil memencet bel berulang kali.
Cekrek! Tiba tiba pintu terbuka. Wajah Lila pucat pasi.
tolong aku..
"Kenapa Lama sekali!"
" Aa Aku.."
" Ponselmu tertinggal. Apa kau baik baik saja?" Zaky memegang pipi Lila.
Lila tidak menjawab. Airmata jatuh kepipinya.
"Apa kau sakit?"
Zaky menarik tangan Lila hendak masuk tapi lila menggelengkan kepala. Zaky jadi curiga.
" Berdiri di sini."
Zaky masuk ke dalam. Kedua pria tadi keluar. Salah satunya hendak memukul zaky dengan vas bunga, Zaky mengelak, pukulannya meleset. Zaky menangkap tangan laki2 itu, memelintirnya kemudian menghajarnya. Pria yang satu lagi mengangkat meja vas bunga Namun Zaky menendang perutnya. Ia terjatuh. Zaky mengambil meja kecil tadi kemudian menghajar mereka. Pria yang pertama di hajar bangkit dan mengambil pajangan lalu memukul kepala zaky tapi meleset ke bahu. Bahu Zaky terluka terkena kayu dan serpihan kaca pajangan.
Lila yang melihat dengan gemetar segera berteriak.
" tolong.. tolong..."
Beberapa orang datang dan mengintip lalu ikut menghajar dua pria tadi. Yang wanita memeluk dan menenangkan Lila. Yang lainnya menelepon polisi. Malam menjadi panjang.
---
Di rumah, Pak pandi menatap gerbang dengan tatapan nanar.
Dimana kau tuan? Apa kau bersama wanita itu? Ku mohon pulanglah.. Jangan sakiti keluargamu...
---
Jangan Lupa Like dan commentnya manteman 😊
__ADS_1