SELINGKUH

SELINGKUH
Ponsel Rusak


__ADS_3

Keesokan paginya, Tia sedang gelisah di kamar mandi. Ia sedang menunggu hasil test kehamilannya. Kemarin Ia membeli 2 tespack yang bertanda garis dan sebuah tespack dengan tanda positif- negatif. Ia menunggu hasil ketiga alat tes itu setelah mencelupkannya ke urine. Hampir 1 menit, salah satu tespack menunjukkan tanda psitif.


Whoaa! Aku hamil? benarkah?


Lalu tespack selanjutnya menunjukkan garis kedua yang agak samar. Sedangkan tespack terakhir hanya satu garis.


Mengapa hasilnya aneh begini? Aku hamil tidak sih. Mungkin aku harus ke dokter spesialis obgyn untuk memastikan.


---


Pukul sebelas siang Tia akhirnya tiba di dokter spesialis obgyn. Ia sedang melakukan pemeriksaan USG.


" Anda hamil. Selamat bu." kata dokter yang seorang wanita paruh baya.


" Benarkah? Syukurlah dok. Tapi mengapa tadi pagi hasil tespack ada yang tidak terlihat?"


" Ibu, kehamilan ibu memasuki usia 15 minggu."


" Apa!!"


Bisa bisanya aku tidak tahu.


" Di usia kehamilan ini, hormon HCG menjadi rendah, karena memang secara umum, kadar HCG pada ibu hamil akan meningkat dan turun secara perlahan ketika usia kandungan menginjak usia 10 minggu. Setelah mengalami penurunan kadar HCG, maka kadar HCG pada tubuh akan stabil. Ini bisa menyebabkan hasil yang salah saat melakukan tespack. Tespack kan hasilnya berdasarkan hormon HCG ini, bu."


" Oh begitu.. karena itu hasilnya ada yang negatif ya. Berarti ini sudah memasuki 4 bulan ya dok?"


Itulah sebabnya aku sangat perasa akhir akhir ini. Zaky benar, aku hamil. Tapi kami sering sekali berhubungan intim!


" Bayinya sehat dok?" tanya Tia cemas.


"Iya, empat bulan lebih sedikit. Bayinya sehat, bahkan jenis kelaminnya sudah terlihat. Ini.. lihatlah. Janin anda laki laki." Kata dokter sambil menunjukkan gambar USG di layar.


" Haaa? Oh Tuhan.." Tia menutup mulutnya. Matanya berkaca kaca. Ia memegangi perutnya.


Oh Tuhan. Akhirnya kami akan segera mendapatkan bayi laki laki. Zaky dan anak anak pasti senang sekali mendengarnya. Ohh.. semoga kau sehat di dalam sana nak.


"Wah.. Ibu antusias sekali. Ini pasti anak pertama ya?" Tanya dokter itu. Ini bukan dokter obgyn langganan Tia. Karena dokter itu sedang mengambil cuti.


"Tidak dok. Ini anak ke lima. Dan sebelumnya anak saya perempuan semua."


" Haa? Lima?" dokter itu terkejut. " Anda masih sangat muda. Kehamilan anda pasti sangat rapat. Itu jelas berisiko. Anda harus menjaganya dengan baik. "


" Baik dok. Saya akan menjaganya dengan nyawa saya. Terima kasih dok."


Dokter mengangguk lalu tersenyum.

__ADS_1


---


Zaky sangat sibuk. Ia mengabari Tia tadi pagi bahwa akan pergi bertemu Paul. Mereka mengobrol lama tentang pembangunan resort. Paul yang lebih dulu membangun resort berbagi pengalaman pada Zaky, mereka adalah sahabat saat kuliah dulu. Siang hari Zaky berkeliling di resort milik paul, melihat fasilitasnya. Robi dengan setia menemaninya.


Hamparan pasir putih dan lautan yang biru begitu memanjakan mata. Maladewa memang terkenal dengan pulau pulaunya yang eksotis. Paul tentu bukan satu satunya pemilik resort di sini, tapi dia adalah pemilik salah satu resort mewah di maldives.


Zaky dan Robi kembali ke Villa mewah mereka di sore hari. Satu Villa pribadi ini biasa disewakan 27 juta per malam. Robi tidak pernah bermimpi akan pergi bulan madu ke sini. Menginap di sini saja menemani Zaky sungguh di luar espektasinya.


Mereka berjalan di lantai papan sebelum tiba di Villa. Ya, Villa itu di bangun di atas laut, jadi ada jembatan kayu yang di bangun sebagai akses ke villa villa itu. Lantai jembatan menjadi licin terkena ombak. Zaky yang sedang memegang ponsel nyaris tergelincir. Ponselnya jatuh ke air.


" Oh tidak!"


Zaky pun segera melompat ke laut yang dangkal itu untuk mengambil ponselnya. Ia menemukannya dan memberikan pada Robi, karena Robi masih kering. Robi mengelap ponsel itu dengan ujung kemejanya.


" Ini basah bos. Kita harus membukanya dan menjemurnya dulu."


Zaky naik ke atas.


" Ahh.. padahal aku ingin mengabari orang rumah."


" Pakai punyaku saja bos."


Robi memberikan Ponselnya pada Zaky. Ia menekan panggilan ke "Nyonya bos". Nama Tia di ponselnya. Zaky pun mengobrol dengan Tia memberi kabar dan bertanya tenyang keadaan di rumah.


---


Tia menatap foto hasil USG di tangannya. Airmata tergenang di pelupuk mata.


Aku pikir kami cukup bahagia dengan empat anak perempuan. Meski tidak pernah kecewa, tapi aku sangat ingin punya seorang anak laki laki. Aku tahu Zaky juga pasti sangat menginginkannya, meskipun Ia tidak pernah terang terangan mengatakannya. Nak, mama harap kau sehat di dalam sana. Maaf jika mama apatis, mama tidak tahu kau sudah tumbuh di sana.


Tia mengelus perutnya. Ia berdiri di depan cermin. Perutnya tidak terlalu menonjol. Memang bentuk perut Tia tidak menonjol di kehamilan sebelumnya. Baru di usia kehamilan 6 bulan nanti perutnya akan terlihat. Mungkin karena postur tubuhnya yang tinggi.


Aku tidak sabar ingin memberitahunya. Bagaimna ya ekspresinya. Apa dia akan menangis kali ini. Hahaha. Kau akan punya teman balapan yang imut. Kau pasti sangat bahagia.


---


Keesokan paginya. Zaky menjemur ponselnya di teras Villa. Kemarin sudah senja, pasti ponsel ini belum benar benar kering pikirnya.


Aku tidak mungkin terus terusan memakai ponsel Robi kan? Sudahlah. Lagi pula hari ini aku akan pergi lagi bersama Paul. Aku akan coba menyalakannya sore nanti.


---


Tia tengah berada di yayasan. Hari ini ia sedang menjadwalkan malam donasi berikutnya. Ia tampak sibuk mengumpulkan nama nama donatur dan mulai menghubungi mereka. Eddy membantunya mengurus persiapan malam donasi itu.


---

__ADS_1


Benny berdiri di balkon apartemennya. Ia memilih kontak Tia di ponselnya. Seringai jahat muncul di wajahnya.


Aku tidak akan menghampirimu. Kau yang akan menghampiri aku, menyerahkan dirimu. Zaky pasti akan sangat marah jika tau istrinya menghampiri aku atau bisa jadi ... tidur denganku! hahahahaha.


Benny menekan panggilan ke Tia. Terdengar suara di seberang sana.


" Halo.."


"Halo.." Benny tersenyum miring.


" Maaf ini siapa?"


" Aku Benny, apa kau sedang menuju kesini nyonya?"


"Apa maksudmu?"


" Loh, Apa Zaky belum memberitahu? Cetak biru resort yang akan di bangun sudah selesai di buat oleh arsitek, aku ingin sekali mengantarkannya pada Pak Zaky, tapi Ia sedang di luar negeri. Dia menyuruhku mengantarkannya padamu tapi istriku sedang sakit, aku tidak bisa meninggalkannya. Apa kau bisa mengambilnya kesini? Kau tahu kan pentingnya cetak biru ini bagi perusahaaan properti?"


" Ohh, Iya aku mengerti. Aku akan ke tempatmu. Kirim saja Lokasinya."


"Baik."


Tia mematikan ponselnya.


Dia pasti tidak menghubungiku karena ponselnya rusak. Dia pasti sibuk sekali sampai tidak mengabari dengan ponsel Robi. Aku akan menelepon ke ponsel Robi nanti. Aku akan pergi mengambil cetak biru itu dulu.


---


Semoga suka ya 😊


Show your love ya pembaca yang baik.


❤❤❤


☺Like


☺Commet


☺Share


☺Rate


☺Vote


☺Favorite

__ADS_1


Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.


__ADS_2