SELINGKUH

SELINGKUH
Rahasia Robi


__ADS_3

Lila menyerah. Ia tidak punya senjata dan kehabisan energi. Robi tahu segalanya.


" Aku akan mengantarkanmu pulang. Berikan kunci mobilmu, aku akan menyuruh orang mengantarnya."


" Tidak mau." Masih menangis segugukan.


" Kau hamil dan seperti ini, bagaimana bisa menyetir sendiri?" Kesal.


" Untuk apa peduli padaku! Kau pasti senang Zaky meninggalkanku kan?"


"Lila.. Apa kau tidak mengerti juga. Aku hanya ingin kau hidup dengan baik."


Robi menghela nafas. Lila meliriknya. Robi memutar kemudi, mobil melaju lagi. Robi diam saja, Lila jadi tidak enak. Dia Lalu mengambil kunci mobilnya di tas dan menyerahkan pada Robi. Robi melirik sebentar kemudian mengambil kunci itu lalu menyimpannya di saku. Ia tidak bicara apapun. Menyerah dengan prasangka Lila.


Lila dengan segan kemudian bertanya.


" Kita mau kemana?"


" Ke restoran. Makan dulu baru pulang."


Mengapa dia perhatian sekali? apa karena aku sedang hamil sekarang?


Mobil berhenti di depan Restoran. Mereka turun kemudian berjalan. Langkah Lila kemudian berhenti melihat pasangan di pojok restoran. Ia menarik tangan Robi.


Bukankah itu istrinya Robi? Aki ingat wajahnyabdi kartu undangan. Dia makan bersama seorang pria, mereka sangat mesra. Oh Tuhan apa dia berselingkuh. Robi tidak boleh melihatnya!


" Kita makan di tempat lain saja." Lila terus saja menarik narik baju Robi.


" Sudah lepaskan. Kita makan dulu, bayimu kelaparan. Aku akan mengantarkanmu pulang nanti."


"Tidak.. tidak di sini.."


Apa yang akan terjadi kalau dia melihatnya?


Dari sudut matanya, Robi melihat sosok yang dikenalinya.


Sabrina, itu benar dia. Siapa pria itu. Begitu cepat kau melepaskanku dan mendapatkan yang baru.


Robi beralih ke Lila.


" Kau melihatnya?" Tanya Robi.


" Iya.. Apa kau akan kesana? Memaki pria itu?"


" Tidak. Tunggu di mobil, aku akan membelikan makanan untukmu."


Lila ragu lalu mengangguk. Ia berjalan lalu masuk ke mobil. Robi masuk dan memesan makanan untuk di bawa pulang. Lila menunggu sambil mengintip dari balik kaca mobil, tidak ingin melewatkan hal seru yang mungkin terjadi. Namun kenyataannya Robi kembali dan tidak terjadi apa apa.


" Apa kau baik baik saja?"


" Tentu saja." Itu kalimat terakhir Robi, karena hingga tiba di depan pintu apartemen, Ia tidak mengucap sepatah kata pun.


" Masuklah." Kata Robi kemudian lalu memberikan bungkusan makanan ke tangan Lila.


Lila tidak menjawab, Ia mengambil bungkusan itu, menekan passcode Lalu masuk. Robi pergi.


Aneh sekali. Bukankah seharusnya dia marah melihat istrinya bermesraan dengan pria lain?

__ADS_1


---


Robi sudah kembali ke kantor. Ia menyuruh orang untuk mengantarkan mobilnya Lila. Ia duduk di meja kerjanya.


Jadi ini yang di rencanakan Lila? Ia ingin Zaky bertanggung jawab atas perbuatannya dengan pria lain. Itu jahat sekali. Hmm.. dia hamil. Bukankah seharusnya Ia senang? Aku bahkan tidak akan pernah punya anak seumur hidupku.


Robi menarik Laci dan mengambil sebuah berkas. Itu berkas gugatan cerai dari istrinya sabrina. Ia melihat sebuah dokumen terlampir di sana. Hasil pemeriksaan kesehatan. sebuah tulisan tertera agak tebal. Azoospermia.


Ingatan Robi kembali pada beberapa malam lalu, saat Sabrina dengan penuh airmata memberikan hasil lab itu padanya.


" Kau kenapa sayang. Jangan menangis seperti itu..." Robi mengusap rambut istrinya.


"Apa kau sudah membacanya?" Tanya sabrina sambil menangis.


"Sudah. Aku tidak mengerti." Robi memeluk sabrina, ingin meredakan tangisnya.


" Robi, aku ingin sekali punya anak. Tapi jika kita bersama, sampai kapanpun aku tidak akan bisa melihat bayiku."


" Mengapa? Apa maksudmu?" Masih memeluk.


" Kau tidak akan bisa memberikanku keturunan.. Kau mandul."


" Apa??" Mendengar itu, Dunia terasa berhenti.


Tidak mungkin! Oh Tuhan, mengapa aku?


" Aku ingin bercerai, aku ingin punya bayi.. aku mohon kau mengerti Robi..."


Dan mendengar kalimat selanjutnya dari Sabrina membuat Robi benar benar hancur.


Ia melepaskan pelukannya dan menatap sabrina.


Sabrina menggeleng, masih terisak.


Robi Menegadah, kecewa pada keadaanya. Ia meremas rambutnya.


" Apa kita tidak bisa mengadopsi anak? Aku mohon, tetaplah di sampingku."


Sabrina menggeleng lagi.


" Aku ingin merasakan rasanya hamil dan melahirkan bayiku sendiri. Robi.. mengertilah.. Aku ingin pisah..."


" Akkkhhh!" Robi membanting Lampu tidur.


Dan inilah akhirnya, sebuah surat gugatan cerai yang di layangkan sabrina. Pernikahan itu bahkan tidak genap dua bulan. Robi benar benar hampa. Rasanya hidup tak ada gunanya, Ia tidak akan punya anak, dan istrinya meninggalkannya. Mamanya dan adik adik perempuannya adalah alasan kenapa ia tidak mengakhiri hidupnya saat Sabrina pergi meninggalkannya.


Kau harus bersyukur Lila. Meskipun caramu salah, kau akan menggendong bayimu sendiri suatu hari nanti.


Zaky datang ke ruangan Robi, membuyarkan semua lamunannya. Cepat cepat Ia memasukkan kembali berkas itu ke laci.


" Kau belum pulang?"


" Sebentar lagi bos, aku akan mengambil beberapa barang."


" Kau sudah mengurusnya?"


" Iya, aku sudah mengantarkannya pulang."

__ADS_1


" Baiklah. Terima kasih. Juga untuk foto foto itu."


" Iya bos."


Robi lalu menunduk. Pupilnya melebar. Ia melamun lagi.


"Hey, Wajahmu di tekuk. Kau ada masalah?"


" Tidak bos. Aku hanya lelah saja."


" Kau sangat sibuk, ambillah jeda dan berliburlah dengan istrimu. Itu hadiahku."


Robi tersenyum.


" Jangan berterimakasih. Kabari aku segera tentang keponakan. Kau pasti akan segera merasakan sendiri betapa luar biasanya menjadi seorang ayah."


Deg!


Selamanya aku tidak akan merasakannya bos. Oh Tuhan. Mengapa aku?


:Kau menikah di usia ini, fokuslah membuat bayi, hahaha.. mungkin kau harus punya 4 atau 5. Percayalah, tak ada kebahagiaan yang sempurna melebihi ketika melihat mereka tertawa."


Robi hanya terpana. Semua yang dikatakan Zaky, sumpah demi apapun adalah impiannya. Tapi sampai kapanpun Ia tidak akan merasakannya.


" Yasudah. Aku akan pulang. Kau juga."


" Baik Bos."


---


Lila duduk di balkon apartemen memeluk lututnya. Angin malam menghembus gaun serta rambutnya. Namun Ia terlarut dalam rasa frustasi dari pada sekedar merasa kedinginan.


Bayi, Apa kau mendengar mama? Aku harus apa? pria yang aku cintai telah meninggalkanku. Ia menghancurkan semua rencana kita. tidak. Aku tidak mau menyerah. Setidaknya aku ingin melihat mereka hancur.


Lila menyapu airmatanya.


Y*a.. aku akan bertemu dengan istrinya besok. Dia pasti percaya kan? Dia tahu aku tidur dengan Zaky, dan dia akan percaya setelah melihat hasil usg ini. Dia pasti tidak akan mampu bertahan. Bukti ini pasti lebih kuat di bandingkan pembelaan diri Zaky.


Sayang, semangati mama. Aku tidak ingin kau punya ayah seorang penjahat. Zaky, dia ayah yang pantas untukmu. Tia. tunggu saja , aku akan mengunjungimu besok*.


---


Maaf teman teman.


Mulai hari ini mungkin akan selang sehari, Lebaran uda deket kan ya?


Tinggalin jejak ya teman teman.


Like


Comment


Favorite


Rate


Vote

__ADS_1


❤❤❤


__ADS_2