
Zaky masuk ke dalam rumah Ree. Ree mengiringi Zaky hingga ke ruang jamuan makan malam yang redup. Zaky duduk di salah satu kursi, sementara Ree memilih duduk di tepi meja berhadapan dengan Zaky sambil memegang sebotol wine. Ia melirik Zaky dengan tatapan nakal. Zaky tersenyum, bukan tergoda, tapi lebih seperti muak.
" Kau berpakaian seperti itu di cuaca hujan begini, kenapa?" tanya Zaky menengadahkan kepalanya menatap wakah Ree, menghindari menatap tubuh Ree yang sengaja di pamerkan di hadapannya.
" Tentu saja untuk menggodamu, untuk apalagi?" Ree tertawa terkekeh.
" Bahkan jika kau membuka gaunmu, aku tetap tidak tertarik padamu." tersenyum miring.
"Cih! Jangan sampai kau menjilat ludahmu ya?" bibir Ree meruncing.
"Tidak akan, simpan saja botol itu, aku tidak minum. Terakhir kali aku mabuk, seorang wanita menjebakku."
"Hahaha Wanita payah."
Aku menjebakmu dengan cara lain.
"Kau berpikir untuk menjebakku juga kan?" tanya Zaky lagi.
"Iya, tapi tidak dengan botol ini. Sudahlah, aku akan menyimpannya. Aku akan mengambilkan orange juice."
Ree pergi ke dapur dan menyimpan botol wine tadi. Ia mengambil dua gelas orange juice yang sudah ia persiapkan tadi, salah satunya sudah di bubuhi obat.
Ia menyuguhkan minuman itu ke hadapan Zaky yang sedang sibuk dengan ponselnya. Terlihat ia tersenyum sumringah tidak sabar menunggu saat yang paling dinantikannya.
" Minumlah.."
"Kenapa terburu buru? duduklah, kita mengobrol sambil menikmati makanan." kata Zaky lalu meletakkan ponselnya di atas meja.
Terserah, yang penting kau akan meminumnya dan kau akan jadi milikku.
" Jadi kau sudah menikah? mengapa bercerai?" tanya Zaky membuka obrolan sambil mulai menyantap.
" Aku di jodohkan dengan pria keturunan bangsawan, aku tidak suka, dia terlalu banyak omong, aku suka pria sepertimu yang sedikit apatis."
Zaky tersenyum miring lalu memasukkan sepotong kecil steak kemulutnya. Ia mengunyah sambil melihat Ree dengan tatapan datar. Justru Ree menjadi salah tingkah, jika di depannya kini bukan Zaky, ia pasti sudah meloncat ke pangkuan pria itu. Tapi Zaky pria yang berbeda menurutnya.
" Lalu bagaimana denganmu? apa kau bahagia dengan pernikahanmu?" Ree bertanya balik. Ia sebenarnya penasaran juga pada sosok istri Zaky, wanita yang beruntung bisa di nikahi pria yang ia dambakan.
"Tentu saja aku bahagia. Aku punya 4 orang putri."
"Empat?"
Banyak sekali. Aku bahkan belum memikirkan untuk punya anak.
"Ceritakan tentang istrimu, wanita seperti apa dia?"
"Dia wanita yang cantik dan lembut. Ia mencintaiku sepenuh hatinya dan aku juga, Jika aku pernah menginginkan istri yang sempurna, maka dialah orangnya." Zaky menunggu reaksi Ree.
Wajah Ree langsung cemberut.
" Apa dia seksi di ranjang?"
__ADS_1
"Tentu saja, itu sebabnya aku makan malam denganmu, aku yakin tidak akan tergoda denganmu sama sekali Ree, Istriku sangat seksi bagiku."
Ree kesal. Ia mendengus, mulutnya runcing ke depan. Zaky tersenyum penuh kemenangan. Ree mendorong gelas jus lagi ke Zaky yang selesai menyantap makanan.
Zaky mengangguk dan meraih gelas minuman.
Ponsel Ree berdering di rak pembatas antara meja makan dan dapur. Ree mengabaikannya. Ia menunggu Zaky menelan jus itu. Tapi Zaky merasa terganggu dengan dering yang terus menggema di sana.
" Kenapa kau tidak menjawab panggilan itu.."
"Minum saja dulu.."
"Anehh.. cepat jawab.."
Bersungut sungut Ree mengambil ponsel itu lalu kembali ke Zaky yang masih memegang gelas. Ponselnya sudah berhenti berdering.
"Siapa?"
"Unknown number."
"Ya sudah." Zaky lalu menenggak jus jeruk itu.
" Ehh cukup Zaky.. perutmu bisa sakit jika kau menghabiskannya.
Bisa bisa dia pingsan karena obat itu. Aku kan cuma ingin dia berhalusinasi saja. Apa enaknya bercinta dengan orang pingsan.
Ree menari gelas itu dari tangan Zaky. Meski heran, Zaky acuh saja. Zaky mengerjapkan matanya. Lalu menggosok matanya. Ia tampak seperti pusing dan berkunang kunang. Ree memandangi Zaky dengan senyum jahat.
" Kau terlalu banyak makan, pasti mengantuk. Ayo, istirahatlah."
"Jangan, kau tidak boleh menyetir saat mengantuk.."
Zaky bangkit dari kursi, Ia berjalan sempoyongan menuju ke ruang tamu. Ree memapahnya, membiarkan dulu obat itu bekerja lebih dalam. Tiba diruang yamu tubuh Zaky ambruk ke sofa.
---
" Ayo pak.. masih jauh?"
" Tidak non, ini sudah masuk komplek."
" Gelap sekali pak. Hujan sangat deras."
" Mengapa terburu buru sekali non?"
"Suamiku akan tidur dengan wanita lain, tahu!"
Supir itu pun tergelak mendengar Tia. Namun ia segera merapatkan bibirka ketika melihat ekspresi Tia dari balik spion.
"Kenapa kau malah tertawa. Senang melihat orang lain susah?"
"Bukan bukan Ehh.. aku hanya geli saja. Mana mungkin suamimu meninggalkan wanita sepertimu."
__ADS_1
Tia mendengus.
Kau hanya tidak tahu wanita seperti apa yang bersamanya sekarang.
Beberapa menit kemudian mereka tiba di depan rumah Rebecca. Tia dapat melihat mobil Zaky terparkir di sana.
" Kau punya payung pak?"
"Tidak nona, maaf."
"Jadi aku akan mandi hujan? dengan pakaian seperti ini?"
"Apa kita harus membeli payung dulu?" tanya supir pura pura bodoh.
"Ahh sudahlah! Bisa bisa mereka sudah tidur bersama nanti."
Tia melepas sebelah antingnya, dan memberikan pada pak supir.
"Cuma sebelahh?"
"Iya, aku membelinya 3,2 juta sepasang, bukankah itu lebih dari cukup? aku butuh sebelah lagi untuk pulang jika suamiku memang selingkuh."
" Hahaha.. kau lucu sekali nona. Kau orang kaya yang murah hati dan sederhana. Semoga pernikahanmu baik baik saja. Hati hatilah saat berjalan nanti, hujan membuat jalan jadi licin." Supir terbut menerima anting dari tangan Tia.
Tia mengangguk. Ia menarik napas panjang dan membuka pintu. Suara hujan menyambutnya memekakkan telinga. Butiran hujan mengguyur tubuh, baru selangkah berjalan ia sudah basah kuyup. Ia berlari pelahan membuka pagar rumah Rebbecca dan melangkah ke pintu depan.
---
Zaky menyipitkan matanya melihat wanita bergaun merah yang duduk di pangkuannya.
" Minggir..." katanya pelan. Ree tidak memggibrisnya. Ree bangkit dan berdiri di belakang Zaky yang duduk di sofa. Memeluk leher Zaky lalu memainkan dasinya. Inilah saat yang paling Ia nantikan.
Terdengar suara bel di tekan berulang ulang dan pintu yang digedor dengan kencang. Dan terdengar pula ada suara wanita memanggil nama Zaky. Rebbeca merasa marah. Siapa yang berani mengganggu waktunya, tepat di saat ia akan mendapatkan Zaky. Apa itu istrinya Zaky? pikir Ree sekilas.
Ree pergi membuka pintu meninggalkan Zaky yang bersandar di sofa menutup matanya, tapi tidak pingsan. Begitu pintu terbuka Ia melihat seorang wanita memakai piyama dan basah kuyup. Namun jika boleh mengakui, wanita itu cukup cantik bagi Ree.
" Dimana suamiku!"
Ternyata dia memang istrinya.
"Minggir! "Tia menolak lengan Ree untuk masuk tapi Ree mendorong Tia keluar lagi.
"Jangan sembarangan masuk ke rumahku! Zaky milikku, dia tidak menginginkanmu lagi. Apa kau tidak melihat pakaianku?"
Tia pun memperhatikan wanita di depannya kini. Ia sangat terburu buru sampai tidak peduli. Dan melihat gaun tidur merah menyala yang minim itu, lutut tia seketika terasa lunglai. Namun Ia menguatkan hatinya.
Aku tidak akan percaya sampai aku melihatnya.
Dan dengan segenap tenaga yang tersisa ia mendorong Ree hingga terjerembab ke lantai. Ia masuk ke dalam dan melihat Zaky yang bersandar di sofa dengan kemeja yang acak acakan.
Apa yang sebenarnya terjadi?
__ADS_1
---
Mohon bersabar, Author sedang flu 😷