SELINGKUH

SELINGKUH
Mobil Baru


__ADS_3

Keesokan paginya, Lila dalam perjalanan ke kantor menggunakan taksi online. Zaky tidak mungkin menjemputnya, pikirnya. Mungkin Ia beristirahat sementara waktu. Jalan pagi ini macet. Lila menatap keluar jendela, melihat kesibukan pagi hari.


Hari ini Lila akan mempersiapkan pertemuan Zaky dengan investor baru. Pembangunan Resident city sudah 50 persen dari total pengerjaannya. Dan kini, Zaky sedang sibuk mempersiapkan proyek pembangunan hotel bintang 5. Lila kini banyak mengambil alih tugas Robi, Zaky sengaja karena Ia senang mengobrol dan bertukar pikiran tentang properti dengan lila. Robi lebih sering di tugaskan Zaky mengawas pembangunan Resident city.


Ponsel Lila berdering, Ia melihat ponselnya. Tidak ada nama, nomer asing. Ragu, Lila menjawab panggilan itu.


" Sayang.."


"Benny.."


"Kau masih ingat suaraku ternyata.. hahaha."


"Untuk apa meneleponku?"


"Apa kau baik baik saja?"


"Tentu."


"Hahaha sudah kuduga orang orang suruhan istriku memang payah!"


deg!


"Apa?!"


"Iya... Dia mengirim dua pria untuk mengancammu. Dia kesal sekali padamu. Dia juga bilang kau sudah menikah."


Kalian sama saja.


"Dengan siapa kau menikah? Zaky? Tidak mungkin!"


"Tapi aku sudah mendapatkannya, Jadi berhenti menggangguku!"


"Lila sayang.. kau tahu aku takkan membiarkamu. Apalagi karena kau melanggar perjanjian kita. Aku menyuruhmu untuk menghancurkan zaky!"


"Kenapa Aku harus menurutimu?! Aku tidak suka lagi padamu. Aku mencintainya dan akan mendukungnya!"


"Dasar kurang ajar!"


"Jangan pernah meneleponku lagi!"


"Aku bersumpah kau akan menyesalinya!"


Lila menutup panggilannya.


Ternyata mereka orang suruhan Nyonya galak itu. Suami istri sama saja.


Lila tiba di kantor. Ia masuk keruangan dan bertemu Robi. Robi diam saja. Lila sebenarnya agak kesal karena peringatan Robi tapi merasa tidak enak diam diaman begini, terlebih Robi atasannya. Lila pun mecoba memulai pembicaraan.


" Hari ini Aku akan mempersiapkan pertemuan pak Zaky dan investor tentang pembangunan hotel."


"Robi tidak menjawab."


Ia menghampiri Lila dan berdiri di depan meja kerja Lila.


"Sudah aku persiapkan. Periksa emailmu, aku kirimkan jadwal dan anggotanya. juga ada beberapa hal penting lainnya yang harus kau persiapkan, aku akan cuti sementara waktu."


"Cuti? kenapa? karena aku?"


"hahaha kenapa aku harus cuti karenamu. aku tidak akan mencampuri urusanmu. ini... Aku akan menikah. Datanglah."


kata Robi sambil memberikan kartu undangan. Lila membacanya. Robi dan Fara tertulis di sana. Ia menatap Robi lagi.


"Lila aku hanya ingin mengingatkanmu, Pak Zaky dan istrinya, sejauh ini mereka belum pernah bertengkar, aku tidak ingin kau tersakiti. Mungkin Ia sedang bosan, lalu bermain main denganmu. Apapun itu, jika ini masih berlanjut tetap ada yang tersakiti Lila."


Kali ini lila tidak membantah. Robi menepuk bahu lila 2 kali.


"Pikirkan hidupmu,masa depan yang baik." Roby tersenyum lalu pergi.


Kata kata Robi cukup melekat baginya. Ia memikirkannya sambil membolak balik kartu undangan di tangannya.

__ADS_1


Seseorang masuk. Ternyata Zaky.


"Kau sudah bekerja?"


"Iya, mana Robi aku ingin mengucapkan selamat padanya. Akhirnya dia akan menikah."


"Baru saja keluar. Apa kau sudah baikan?"


"Iya aku sudah baikan. Aku akan mengambil mobil di apartementmu nanti siang."


"Kau tidak bilang meninggalkannya di sana."


"Iya, Kami memutuskan pulang dengan mobilku dan aku lelah sekali kalau harus ke atas lagi mengantarkan kunci."


"Padahal aku tidak perlu naik taksi pagi ini."


"Yasudah, mau makan siang bersama? aku akan mengajakmu ke suatu tempat."


"Baiklah."


---


Di rumah.


"Bibi apa bisa pergi berbelanja? Aku merasa tidak enak badan. Stok diapers anak anak menipis, bahan makanan juga."


"Baik Nyonya, saya akan pergi dengan pak pandi."


"Nyonya lagi. Jangan panggil aku begitu, bi. Bibi sudah seperti ibuku."


Bi tuti wanita 56 tahun itu sudah menemaninya sejak kuliah di Australia. Hingga ia kembali kesini dan menikah bi tuti selalu bersamanya. Sementara mama dan papa tya sekarang di Australia menetap di sana bersama jimmy adik laki lakinya yang sedang kuliah.


Bi tuti menemui pak pandi.


"Pak Pandi, apa kau bisa mengantarkan aku ke supermarket? Aku akan berbelanja keperluan rumah."


"Baiklah bi, akan aku siapkan mobil. Kita naik mobil pak zaky. Aku juga akan ke tempat service untuk membuat jadwal service mobil pak Zaky."


---


Siangnya Lila dan Zaky selesai makan siang. Mereka pergi dengan taksi.


"Mau ke mana pak?." Tanya supir taksi. "Showroom mobil xxx."


"Baiklah."


"Untuk apa ke showroom?" Tanya Lila.


"Membeli mobil."


"Apa ? Bukankah kau sudah punya 3?"


"4, aku punya 4"


"Lalu untuk apa lagi?"


"Aku membelikannya untukmu."


"Apa?"


"Kenapa? Kau tidak mau? Bukannya tadi kau mengeluh karena naik taksi?"


Supir taksi memperhatikan dari spion depan


"Iya, tapi maksudku aku bisa membawa mobilmu."


Apa membeli mobil baginya seperti membeli pizza?


"Jadi kau tidak mau?"

__ADS_1


"Aku..."


"Ya sudah kalau tidak mau!"


"Tentu saja aku mau.. kau ini ikhlas tidak sih?"


Zaky cuma tersenyum.


Akhirnya mereka tiba di showroom. Zaky mengajak lila memilih mobil yang di sukainya. salesnya memberitahu spesifikasi masing masing mobil.


---


Pak pandi dan Bi tuti selesai belanja. Mereka dalam perjalanan pulang. Pak Pandi ingat ia harus menjadwalkan service mobil majikannya. Mereka berhenti di showroom langganan.


Pak Pandi memarkirkan mobil tepat di samping showroom karena bagian service ada di gedung belakang. Ia membuka pintu dan turun dari mobil. Ia berjalan menuju gedung belakang, tiba tiba pandangannya tertuju pada pasangan yang sedang berpelukan di pintu showroom.


Apakah itu.. Tuan? itu Tuan dan wanita itu. Astaga! Bi tuti tidak boleh melihat ini!


Pak Pandi membalikkan tubuhnya dan berlari kembali ke mobil, tidak jadi ke tempat service.


"Pak pandi..."


"Besok saja membuat jadwalnya bi."


10 menit berlalu, pak pandi melihat Bi tuti dari spion.


Apa dia menangis?


"Pak pandi.. apa kau melihatnya?"


"Bibi.."


"Itu tuan kan? sedang memeluk wanita lain..


Hiks..apa dia berselingkuh? Apa kau sudah tau tentang ini?. Air mata memenuhi pipi wanita tua itu.


"Bibi..."


"Dan kenapa mereka di situ? apa tuan membelikannya mobil?


"Aku sungguh tidak menyangka tuan seperti ituu! Huhuhu..."


"Aku sudah tahu bi.. Apa kita bisa merahasiakan ini dari nyonya? Aku sangat khawatir jika ia tahu.


"Hiks... tentu saja kita harus merahasiakannya, aku tak ingin tia ku terluka.."


"Baiklah bi.."


"Aku sudah curiga saat aku melihat baju balap tuan yang tidak robek"


"Aku juga curiga melihat motornya tidak rusak. Entah kenapa dy bisa terluka. Mudahan ia tidak tertimpa hal buruk karena wanita itu.


---


Di showroom.


"Terima kasih." Lila spontan memeluk zaky.


"Ehh maaf."


"Kau ini. Aku kenal dengan pemilik tempat ini, jangan bersikap begitu."


Lila menunduk.


" Yasudah. Ayo menyetir. Aku akan menumpang denganmu hari ini. Kita ke apartemenmu. Aku akan mengambil mobilku."


"Baiklahh." Lila tersenyum dan menatap Zaky.


Kau baik sekali. Akumencintaimu. Maaf.

__ADS_1


---


Jangan Lupa Like nd Comment ya teman teman yang baik 😊


__ADS_2