
10 tahun yang lalu. Zaky melipat lengan kemejanya. Ia punya janji bertemu hari ini. Hari wisuda kemarin sangat melelahkan, namun hari ini ia terpaksa harus pergi juga. Ada hal penting yang harus ia lakukan. Perkataan ibunya semalam begitu membekas di pikirannya.
" Waktu Mama tidak lama lagi Zaky, kau tahu kan? Kau telah menyelesaikan program magistermu, kita akan pulang bukan?"
"Iya Ma..", kata Zaky seraya menggenggam tangan ibunya. Ibunya terbaring di ruang ICCU salah satu rumah sakit ternama di Inggris. Leukemia membuatnya harus terbaring hampir 3 minggu di sana, menunggu pendonor cangkok sum sum tulang belakang.
" Zaky, menikahlah dengan gadis indonesia, Mama tidak mau kau menikah dengan Ree, Mama tidak fasih berbahasa inggris."
Zaky tersenyum. " Mama kan tidak harus selalu bicara padanya."
" Kau anak mama satu satunya. Kita pasti akan tinggal bersama kan? Lagi pula semua orang mengatakan hal buruk tentang Ree, Ia wanita yang agresif pada pria, senang sekali bermesraan di depan umum, tidak cocok dengan budaya kita. Selama 3 tahun ini Mama ingin mengatakan itu tapi mama tidak ingin kau tersinggung."
" Ma, aku menyukai Ree, Dia memang agresif, tapi semua pria suka itu kan?"
Puk puk! Ibunya menepuk tangan Zaky sembari memelototi putranya.
" Kau sudah melakukan apa dengannya? hah?"
Zaky tertawa terbahak bahak.
" Tidak ada, cuma berciuman saja. Masa tidak boleh mencium pacar sendiri?"
Ibunya masih menatapnya tajam.
" Ciuman seperti apa?", tanya ibu menyelidik. Zaky pun kembali terpingkal pingkal.
" Mama mau tahu saja urusan anak muda. Istirahatlah."
" Zaky berjanjilah pada Mama. Suatu saat nanti kau akan menikah dengan gadis lokal. Mama tidak mau punya menantu keturunan asing, sekalipun Ree anak seorang bangsawan. Setelah ini kita akan kembali ke tanah air, kau harus membantu ayahmu di perusahaan."
Zaky menghela nafas lalu tersenyum.
" Baik ma."
-
Zaky melirik jam tangannya. Ia berdiri di depan apartemen Rebecca, tapi Ree tidak ada di sana. Zaky sudah meneleponnya dan Ree belum tiba, padahal sudah 20 menit Zaky menunggu.
Dari ujung koridor terdengar gelak tawa beberapa wanita. Zaky melihat ke sumber suara itu, tampak Ree dan beberapa teman wanitanya sedang tertawa entah kerena apa. Mereka berpakaian sangat minim, Ree sendiri memakai mini dress berwarna peach dengan tali spageti yang di simpul di tengkuknya, menampakkan seluruh bahu leher dan punggungnya yang sempurna.
" Sayang, kau sudah tiba?" tanya Ree sembari mengecup bibir Zaky. Mereka berbicara dalam bahasa inggris.
" Kemana saja, lama sekali?
" Aku pergi ke pesta lajang temanku yang akan menikah.", Ree bergelayut manja di lengan Zaky, tercium aroma alkohol yang menyengat dari tubuhnya.
" Ree, apa kau jadi meminjamkan itu?" tanya salah seorang temannya. Ree pun mengerjap. Ia mengangguk lalu membuka apartemennya seraya masuk menarik lengan Zaky. Zaky sedikit heran dengan apa yang di maksud dengan "itu". Betapa terkejutnya Zaky ketika melihay 1 kotak cond*m di tangan Ree.
" Ini, aku punya banyak." kata Ree kemudian tertawa bersama teman temannya.
" Ree, mungkin kau akan butuh satu untuk Zaky. Hahahaha"
__ADS_1
Teman teman Ree tertawa lalu meninggalkam mereka berdua. Mood Zaky berubah. Ia menatap kesal pada Ree.
" Kau menyimpan cond*m? sebanyak itu? untuk apa? aku bahkan tidak pernah tidur denganmu!"
" Kau naif sekali Zaky! Ayolah, semua orang butuh se*s!"
"Kau tidur dengan pria lain?"
"Tentu saja! Kau tidak mau tidur denganku! Aku mencintaimu Zaky, selama 3 tahun aku bertahan tanpa se*s. Tapi kau bahkan tidak mau lebih dari sekedar berciuman. Ada apa denganmu?!"
Mama benar.
" Bagiku se*s hanya di lakukan setelah menikah Ree."
"Lalu bagaimana jika kita tidak menikah. Apa kita tidak akan pernah melakukannya?"
Zaky menekan dahinya yang terasa berdenyut.
" Ree, ini sudah berakhir."
" Apa? tidak!"
" Iya Ree, cukup sudah hubungan ini. Kita berbeda soal prinsip. Aku juga akan pulang ke indonesia membantu Papaku. Mamaku sedang sakit. Kau tahu? Dia juga tidak ingin punya menantu orang asing, Ia ingin aku menikah dengan gadis lokal."
"Peraturan bodoh macam apa itu?!"
"Peraturan bodoh Mamaku! Cih, beraninya kau! sudah, aku pergi!"
"Tidak Zaky dengarkan aku dulu. Aku mencintaimu sayang. Jika tidak, mana mungkin bertahan selama ini kan? Aku selalu penasaran padamu, bagaimana jika aku tidur denganmu, tapi kau tidak mau. Jadi aku mencari pengalihan Zaky. Maafkan aku. Tapi jgn tinggalkan aku."
"Zaky! Zaky!"
"Oh iya, mobilmu, tidak perlu kau kembalikan padaku. Anggap saja hadiah untuk menemaniku selama tiga tahun.."
Zaky membanting pintu dan dengan cepat pergi dari sana. Rebecca menangis bersandar di daun pintu, kehilangan Zaky, pria misterius yang selalu membuatnya penasaran.
---
Nama Rebecca Watson bergema di telinganya. Zaky segera menuju lift untuk naik ke ruangannya. Memastikan bahwa wanita yang menunggunya adalah Rebecca Watson yang sama.
Tiba di depan pintunya, Perlahan Zaky memegang handlenya dan mendorong pintu hingga terbuka. Tampaklah olehnya seorang wanita keturunan inggris yang wajahnya begitu familiar. Rebecca Watson mantan pacarnya, duduk di meja kerjanya dengan pakaian kantor berwarna merah menyala. Rambutnya yang bergelombang jatuh sempurna di bahunya. Ia melirik Zaky dengan tatapan menggoda.
" Jadi benar kau?" kata Zaky melangkah masuk. Ree tidak bergeming, tetep duduk di sana sambil tersenyum nakal.
" Resepsionis mengatakan padaku bahwa kau investor kami?"
Ree bangkit dan berdiri ke hadapan Zaky, Ia berpura pura merapikan dasi Zaky. Zaky hanya berdiri tanpa ekspresi dengan kedua tangan di saku celananya.
" Kenapa terburu buru, apa kau tidak senang aku datang kesinii?"
__ADS_1
"Tidak."
"Hahaha.. kau selalu saja apa adanya. Membuat aku semakin penasaran." dan usapan tangannya naik ke leher Zaky.
" Jangan menyentuhku." Ucap Zaky datar
"Apa aku pernah mendengarkanmu?" kata Ree sambil memainkan telunjuknya di bibir Zaky. Zaky menepisnya. Ia beranjak dari sana dan duduk di sofa menyilangkan kakinya. Ree duduk di sofa juga menghadap ke Zaky, ikut menyilangkan kakinya hingga kedua pahanya terekspos. Zaky segera menoleh ke arah lain.
"Apa yang kau inginkan Ree. Aku sudah menikah. Setahun setelah kita berpisah."
" Aku tahu. Teman temanmu mengatakannya. Aku juga sudah menikah."
Zaky menutup matanya dan menghela nafas lega.
Syukurlah.
" Tapi aku sudah bercerai sekarang."
Shitt.
" Aku tidak peduli." kata Zaky lagi.
" Aku kesini hanya untuk melihat perusahaan tempatku menginvestasikan sahamku."
" Aku tidak tahu jika kau investor."
" Watson Corporate, Ohh sayang, kau sudah lupa namaku?"
Watson. Harusnya aku tahu. Tapi nama Watson terlalu umum kan? itu investor terbesar proyek pembangunan Resort. Celaka.
" Apa yang kau pikirkan sayang? Kau sudah tau posisi kita kan? Kau tidak akan bisa menolakku kali ini."
Dan tawanya bergema di ruangan Zaky.
---
Semoga suka ya 😊
Show your love ya pembaca yang baik.
❤❤❤
☺Like
☺Commet
☺Share
☺Rate
☺Vote
__ADS_1
☺Favorite
Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.