SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Kabar Menyebar


__ADS_3

Aldy kaget, tak percaya. Ia memegang kedua sisi pundak Putrinya lalu mengguncangnya.


"Put, kamu sadar siapa yang kamu tuduh? Kamu sadar dengan apa yang sudah kamu katakan?!"


"Aku sadar!" teriaknya. "Aku sadar papa! Aku membencinya."


"Tapi Nak, papa tahu Rian itu anak yang seperti apa, dia tidak mungkin melakukan hal rendah seperti ini padamu." masih mengguncang bahu anaknya. "Tolong! Tolonglah katakan dengan jujur! Siapa yang sudah melakukan ini padamu?" desaknya.


Tapi Putri tidak menjawabnya, ia malah menjerit kesetanan sambil terisak n penuh frustasi.


Melihat itu, Nadin menghalangi suaminya. "Putri sudah mengatakan hal jujur, pa! Bagaimana bisa kamu tidak percaya dengan kata anakmu sendiri?"


"Tapi ma, itu seperti tidak mungkin karena...Argh." Aldy mengacak rambutnya, bahkan tak dapat meneruskan kata-kata yang seakan tersekat ditenggorokannya.


"Pa! Tolong hargai anak kita! Apa papa tidak bisa lihat anak kita sedang terpuruk seperti ini tapi papa malah meragukannya."


"Tapi ma..."


"Aku bahkan tidak perlu bukti untuk mempercayai kata-kata anak kita, Putri adalah korban disini. Dia tidak mungkin berbohong."


Aldy sudah frustasi, tak tahu mana yang harus dia percayai.


"Mari kita bawa kasus ini ke polisi."


****


Dedi dan Sefia tengah berada dirumah sakit, membantu mengelap wajah anaknya yang masih terbaring lalu mengecup pipinya.


Hendak Sefia ingin menangis lagi, tapi dengan sigap Dedi langsung menarik tubuhnya kepelukannya.


"Yang tabah, sayang! Ini adalah ujian." ucapnya, menasehati agar istrinya tegar kembali.


Sefia hanya mengangguk, lalu menenggelamkan wajahnya di pelukan suaminya.


Dedi lalu memegangi kedua sisi wajah istrinya lalu mengecup keningnya, menempelkannya begitu lama.


Merekapun saling berpelukan dan saling menguatkan satu sama lainnya. Memang begitu teriris rasanya jika sang buah hati yang sangat dikasihi berbaring sakit, rasanya sebagai orangtua ingin berbagi sakit bahkan lebih-lebih ingin dirinya sendiri yang menanggung sakit daripada anaknya.

__ADS_1


Hati orang tua memang selalu istimewa, mencintai anaknya dengan luar biasa.


Tok Tok Tok


Kemudian ada suara ketukan pintu dan Dedi membukanya.


"Selamat siang, pak!" sapa polisi.


"Siang." jawabnya.


"Maaf, kalau kedatangan kami mengganggu Bapak. Kami kemari hanya ingin memberitahukan bahwa ada laporan terhadap Putra bapak."


"Laporan mengenai apa ya, pak?" tanya Dedi heran.


"Adanya tindakan pelecehan seksual yang dituduhkan kepada putra bapak, dan pelapornya pak Aldy sendiri." sahutnya menjelaskan.


"Apa ini maksudnya, pi?" tanya Sefia yang tiba-tiba menghampiri.


"Gak ada mi, cuma bahas kecelakaan Rian." sahut Dedi berbohong karena tidak ingin Sefia semakin syok.


"Kami kemari untuk menyampaikan adanya laporan dari pihak pak Aldy bahwa ananda Rian Atmadja anak ibu, telah melakukan pelecehan seksual pada anaknya."


Seketika Sefia lemas dan hendak terjatuh tapi Dedi segera memegangi kedua sisi lengannya.


"Ah, ini mungkin hanya kesalah pahaman. Terima Kasih informasinya, pak. Kami siap menjalani interogasi ketika anak kami sadar nanti." sahut Sefia dengan tenang.


"Baik ibu, kalau begitu kami pamit undur diri. Selamat siang."


"Iya pak, siang."


Dedi tak menyangka istrinya ternyata lebih tegar ketika dihadapi ujian yang bertubi, apalagi kesalah pahaman besar seperti ini.


"Mami." sapa Dedi seraya memanggil.


"Papi segera hubungi Aldy dan Nadin, kita harus berbicara!" pinta Sefia, tanpa menoleh pada suaminya.


"Iya mi." sahutnya, dan Sefia langsung kembali masuk kedalam untuk menemani anaknya.

__ADS_1


Sefia melangkah pada anaknya yang berbaring, mengelus wajahnya yang masih tampak pucat. "Malang sekali kamu sayang." ucapnya. "Tapi tenanglah! Rian masih mempunyai kita, orang yang sangat mempercayai Rian. Mami akan tegar untuk ini, mami akan berjuang mengungkap kebenaran yang tidak kamu lakukan, Rian juga harus berjuang untuk segera sadar, ya?" pintanya dengan pilu, tapi tegas didalamnya.


****


Ketika laporan kepada pihak polisi itu terjadi, tentu para awak media segera tahu. Mengingat orangtua Rian adalah orang yang berpengaruh besar dinegaranya, Dedi.


Tentu teman sekolah Rian mulai heboh.


"Wah ternyata Rian itu anak pak Dedi, tajir melintir dong."


"Eh iya. Kok kita baru tahu sih"


"Pantes aja cakep, mirip bokapnya sih."


"Tapi gue juga gak nyangka, bisa-bisanya dia perkosa anak cupu dan jelek kayak Putri. Kalaupun mau kan gue rela."


"Yaa!" mereka berteriak heboh, menganggap sebagai lelucon. Kaum perempuan.


"Kalo emang bener seperti ini kasusnya, Rian pantas mati aja."


"Iya bener. Gak nyangka banget gue."


"Gue kira dia anak yang baik, ternyata bajingann juga."


Gunjingan dan beberapa gosip itu mulai menyebar, apalagi Desi, Loli dan Mega yang begitu hebohnya dikelas.


Membuat Yuda yang tampak tak peduli, mendengar juga.


"Bagaimana bisa Putri menuduh Rian sebagai pelakunya? Apa dia sudah gila?" gumam Yuda kesal.


Segera mengambil tasnya untuk bolos dan menghampiri Putri untuk meminta penjelasan.


****


Maaf Jika Rumit, emang dibikin gini alurnya untuk menebak dan mengungkap kebenaran.


Kalo secara gamblang kan bukan diungkap tapi diungkit he he. Sorry :*

__ADS_1


__ADS_2