SELINGKUH

SELINGKUH
Positif


__ADS_3

Zaky, Tia dan Nami berada dalam satu mobil, pulang dari taman hiburan. Sementara anak anak bersama bi tuti dan pak pandi. Suasana dalam mobil sangat canggung, keduanya sama sama sedang kesal. Zaky beberapa kali menoleh ke Tia, Tia hanya menatap jauh dari kaca mobil.


Zaky memulai pembicaraan.


" Wine itu, aku harap kau tidak meminumnya lagi.


Tia diam saja.


Apa pedulimu. Kau bahkan Lupa ulang tahunku. Dan tidur bersama wanita itu. Jika bukan karena anak anak, aku pasti sudah menceraikanmu.


" Hei, jangan diam begitu."


Masih hening.


" Oh iya, aku akan mengatakannya lagi, semalam aku sudah mengatakannya tapi aku yakin kau tidak ingat, karena kau mabuk. Aku tidak tidur dengan Lila."


Deg!


Tia menoleh.


" Semalam saat akan tidur kau menggumam tentang itu, jadi aku pastikan aku tidak tidur dengannya. Kau pasti sedih melihat Lila di sana, maafkan aku. Dia hanya mengantarkan kemejaku yang tertinggal di apartemennya."


Jadi dia tidak tidur dengannya. Lila pasti sengaja membuatku salah paham.


"Dan soal ulang tahunmu, aku ingat bahkan sejak bangun pagi, tapi urung menelepon karena bagiku itu terlalu sederhana. Aku berpikir akan membeli kado tapi ternyata ada urusan di luar kota. Aku dalam perjalanan pulang saat pak pandi melepon bahwa kau mabuk. Aki segera ke rumah. Bahkan belum sempat membeli kado."


Tia Menoleh, menatap Zaky sejenak kemudian beralih lagi. Setidaknya akhirnya Ia mendapat penjelasan. Zaky sedikit lega melihat itu.


Namun dalam hati Tia sejujurnya Ia agak khawatir dengan ancaman Lila. Ia berusaha bersabar menghadapi perselingkuhan ini, tapi tidak ada perubahan yang berarti. Tia berpikir Ia mungkin harus menarik diri dari zaky sejenak.


---


Mobil Lila memasuki pekarangan rumah ibunya. Ibu nya sudah menunggu di teras, Lila memang sudah mengabari bahwa Ia akan pulang. Lila turun dari mobil, lalu menghampiri ibunya. Mereka berpelukan, erat, melepas rindu setelah berbulan bulan tak pernah bertemu.


" Lila, ada apa dengan wajahmu? betismu juga lebam. Siku mu memar begini, kenapa nak?"


"Aku di rampok bu." Lila mengarang.


" Lalu bagaimana?"


" Tidak apa apa. Ada banyak orang datang menolong. Dia ingin mengambil mobilku."


" Mobilmu? itu mobilmu?"

__ADS_1


" Iya bu."


" Apa gajimu sangat besar di perusahaan itu?"


" Aku tidak ingin membahasnya. Aku rindu pada ibu."


Lila merangkul ibunya. Mereka masuk ke dalam rumah.


---


" Bu?"


" Ya, mengapa belum tidur?" Lila memeluk ibu.


" Aku.. mencintai seorang pria."


" Benarkah? Siapa dia? mengapa tidak mengenalkannya pada ibu?"


" Tapi.. dia sudah menikah bu."


"Lila?!"


" Dia sangat baik.."


Airmata Lila berlinang.


Aku tidak punya pilihan bu. Rasanya hidupku hanya tentang dia saja.


--


Sudah lebih seminggu Lila di rumah ibunya. Dia sangat betah. Melupakan urusan kantor dan cibiran rekan kerjanya tapi tetap tidak bisa melupakan Zaky. Memarnya akibat hantaman beny sudah memudar. Ia berencana pulang besok pagi.


Ia duduk di toilet memegang sebatang benda panjang, menunggu hasil. Tangannya gemetar. Matanya berkaca kaca. Dan di detik ke 30 air mata itu tumpah.


Positif? Aku hamil? Beny... Aku tidak mau!


Lila melempar benda itu ke sudut kamar mandi. Ia menangis menutup mulutnya, meredam suara tangisnya dari ibu. Pikirannya kembali ke hari itu, hari saat beny menghantamnya.


Ia bangun pagi. Matanya mengerjap beberapa kali sebelum bemar benar fokus. Alangkah terkejutnya Ia menyadari tubuhnya dalam keadaan polos. Seluruh tubuhnya sakit karena memar. Juga ada bekas gigitan di sana. Ia memeriksa pahanya.


Dia memperkosa aku.


Tangisnya pun pecah. Ia menutup tubuhnya dan memeluk lututnya. Beny memperkosanya setelah memukulinya hingga pingsan.

__ADS_1


Aku harus bagaimana? Aku takut sekali.


--


"Lila pulang ya bu."


"Ingat pesan Ibu Lila. Jangan merusak rumah tangga orang lain."


Lila hanya tersenyum. Ia bersalaman dan memeluk ibinya, lalu beranjak pergi. Ia menyetir dengan pelan. Pikirannya benar benar kalut.


Sekarang aku harus bagaimana? Apa aku harus menggugurkannya? Tidak. Bagaimanapun dia anakku kan? Tapi.. Aku tidak mau dia punya ayah seperti beny. Aku tidak akan minta pertanggungjawabannya. Zaky.. ya Zaky... dia harus menjadi ayah anakku. Aku akan memaksanya. Aku akan menjebaknya. Ya benar. Bukankah ini terjadi karena dia juga. Aku harus tidur dengannya.


---


Zaky berdiri di balik pintu, mengintip Tia yang sedang menidurkan ketiga putrinya. Tia sedang membacakan dongeng, sesekali suaranya terdengar aneh.


" Cinderella sangat sedih. Ayahnya telah menikah lagi dan Ia punya ibu tiri yang jahat. Bahkan sekarang Ia punya dua kakak tiri yang juga tinggal bersamanya, dan mereka pun sama jahat nya dengan ibu mereka. Namun, Cinderella tetap berbuat baik pada mereka."


Zaky tersenyum. Sudah seminggu ini ia memperhatikan istrinya. Ada banyak hal hal yang Ia lewatkan selama ini. Akhirnya Ia melihat betapa luar biasanya seorang Ibu. Tia memandikan anak anak sambil bernyanyi, mendongeng, dan bermain peran bersama anak anak. Ia menyusui nami sambil bercakap cakap, padahal bayi itu baru 7 bulan. Dan Zaky selalu ingat betapa indahnya saat nami menyusu, Tia dan nami saling memandang. Zaky mendengar Tia mengucapkan harapannya sambil mengusap ngusap punggung bayi. Dan nami menatap wajah ibunya lekat. Tia juga selalu mengutamakan Zaky dan anak anak. Ia yang paling terakhir mandi, makan, atau pun beribadah. Seluruh waktunya terkuras untuk mereka.Hal hal sederhana yang Zaky lewatkan selama beberapa tahun terakhir.


Selama beberapa hari Tia jarang bicara, hanya mengobrol tentang anak anak saja. Zaky membiarkannya, mungkin Tia butuh waktu untuk memaafkannya.


Seperti hari ini, Ia datang ke rumah untuk bermain dengan anak anak. Mereka sedang mandi. Zaky duduk di kamar bermain menunggu mereka. Ponsel Tia tergeletak di matras.


Zaky mengambilnya. Sebuah notif muncul.


Farel?


Zaky benci sekali nama itu. Dia penasaran dan membuka chatnya. Ternyata ada beberapa chat dari kemarin. Mereka janji bertemu. Dan chat yang masuk tadi menandakan mereka sudah bertemu.


Aku senang sekali bertemu denganmu kemarin. Kapan kita bisa bertemu lagi? Hey.. Aku rindu masakanmu. Ingat di Aussy? Kau selalu membuatkan bekal untukku. Itu salah satu sebab aku susah move on darimu. Karena kau pintar memasak. Ahh aku iri sekali pada suamimu. Haruskah aku berdoa yang jelek?


Zaky geram sekali membacanya. Ia menggenggam tangannya. Ia menutup ponsel itu dan melemparnya kematras.


Sialan! Berani sekali dia menggoda istriku. Awas saja jika bertemu lagi. Aku akan menghajarnya.


Tia selesai memandikan anak anak. Ia menghampiri Zaky minta bantuan memakaikan pakaian putri putrinya.


" Hey, Kau kenapa?"


Tia bertanya. Yang di tanya melengos pergi.


---

__ADS_1


Mohon Like terutama comment 😅


__ADS_2