SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Pagi Buta


__ADS_3

Rian kali ini bangun pagi buta sekali untuk mengikuti Desi, meskipun ia sendiri bahkan sering membuat maminya jengkel karena susah untuk dibangunkan ketika akan kesekolah, tapi hari ini ia bertekad dan bangun pagi dengan memasang dua alarm didekat telinganya.


benar saja itu efektif sampai membuat Rian kelabakan, lalu setelahnya ia buru-buru beranjak dari tempat tidur kemudian membersihkan diri.


Karena ini masih pagi buta, meskipun ia telah mandi dipancuran air dingin sekalipun. membuat dirinya masih menguap begitu hebatnya.


"Gue pake ini aja deh." ucapnya ketika memilah pakaian, tak lupa memakai mantel untuk menghangatkan tubuhnya.


Ketika ia mulai melangkah pergi, sejenak ia berhenti dan berpikir kembali. "Kalo nanti Desi beneran ketemuan sama cowok gimana?" gumamnya bingung. "Gue gak boleh kalah."


Rian akhirnya berbalik dan kembali memilah pakaiannya. Neck panjang berwarna abu-abu gelap dan dipadukan dengan mantel hitam pekat menjadi pilihannya.


"Cih, gue emang ganteng, keren. Gak mungkin Desi pindah ke lain hati kalo gini." gumamnya sembari bercermin dan merapikan rambutnya dengan percayadiri.


Setelahnya ia langsung menuruni anak tangga dan langsung bertemu dengan maminya. "Rian, kamu mau kemana pagi-pagi begini?" tanya Sefia heran pada anaknya itu.


"Loh, mami kok gak tidur?" tanyanya tanpa menjawab.


"Mami akhir-akhir ini susah tidur, pinggang mami terasa kaku." sahutnya sembari mengelus perutnya yang sudah sangat membesar.


Rian jadi menunduk lalu mengelus perut buncit sang mami. "Jangan nakal-nakal ya dek! Nanti kakak gendong terus deh kalo udah lahir." ucapnya seraya bercanda, membuat Sefia jadi tertawa dan mengelus rambut anaknya.


"Rian kok rapi banget, kan mau lari pagi doang kan?" tanya Sefia semakin heran ketika memperhatikan pakaian yang Rian kenakan.

__ADS_1


Rian jadi tersenyum malu. "Gak mi, Rian ada janji he he."


Sefia menyipitkan matanya, menebak tingkah anaknya. "Pasti lagi curiga dan mau mata-matai."


Sontak Rian jadi memerah. "Ba..bagaimana mami bisa tahu kalau Rian bakal...?"


Sefia berdecak. "Ya tahulah, mami kan pernah muda." sahutnya. "Mami nih ya, dulu suka curigaan dan cemburuan waktu masih sekolah, secara kan papimu itu ganteng dan juga jadi idola. Siapa yang gak bakal curiga kalo papimu tiba-tiba bilang ada urusan dihari libur."


"Terus mi?"


"Ya mami kayak kamu, ngikutin papimu dan ternyata mami bener, papimu waktu itu lagi ketemuan sama cewek lain. Untung mami..."


CUP


Rian langsung mengecup pipi maminya membuatnya menghentikan pembicaraannya. "Rian berangkat dulu, mi." pamitnya tiba-tiba, langsung melangkah pergi begitu saja.


"Hm seneng ya fitnah suami sendiri? Bahagia gitu, ya?" ucap Dedi tiba-tiba dengan mimik wajah kesal, lalu memeluk istrinya dari belakang.


Sefia mengelus pipi suaminya, yang dimana bibirnya menempel pada lekukan lehernya. "Eh papi! He he, cuma bercanda doang kok sayang."


"Tapi papi gak suka." menebalkan bibirnya


Sefia berbalik, mengelus wajah suaminya yang tampan. "Iya deh, gak akan lagi kok. Tadi cuma buat mancing Rian aja."

__ADS_1


Dedi mengangguk, kembali tersenyum. "Ke kamar lagi yuk, mi! Papi bantu elus pinggangnya."


Sefia pun mengangguk juga. "Boleh, yuk!"


****


Karena terlalu pagi, Rian memutuskan untuk menggunakan mobil dan supir pribadi saja karena tidak ingin Desi mengetahui dan curiga. Walaupun pada akhirnya nanti Rian akan menghampirinya.


"Udah jam tujuh tapi dia kok belum keluar juga ya?" gumamnya bingung. "Tapi ia juga sih, masa dia mau ketemuan pagi buta." Rian jadi frustasi. "Tau gini kan gue bisa tidur lagi."


"Tidur aja Den, biar nanti bapak bangunin." sahut pak Supir yang mendengar.


"Iya deh pak." sahutnya menguap, menyandarkan kepalanya sejenak.


Belum sampai Rian masuk ke alam mimpi, pak Supir sudah menyalakan mesin mobil kembali membuat dirinya terbangun karena kaget. "Kenapa pak? Udah keluar dia pak?"


"He he belum Den, Manasin mobil aja."


"Yaelah bapak, bikin deg-degan aja." gerutunya. "Gak enak tuh kalo baru tidur udah langsung kebangun, jantungan pak."


"Itu artinya Den Rian kurang istirahat akhir-akhir ini."


Rian jadi berpikir. "Iya juga sih pak." sahutnya membenarkan. "Gara-gara si Desi nih." gumamnya malah jadi kesal.

__ADS_1


****


Sorry bukan mau PHP


__ADS_2