
Setelah menutup panggilan, Tia menemui bibi sania minta ijin pamit, Ia harus segera ke bank karena hari hampir siang pikirnya. Ia akan menelepon bibi sania lagi nanti dan datang kembali besok. Ia penasaran sekali ingin mengaudit dana yayasan.
Tia menyetir mobilnya menuju ke bank. Terbesit lagi soal Zaky mengajaknya makan siang.
Mengapa dia tidak makan siang dengan Lila? Mereka kan sekantor? Apa Lila berhenti menggodanya? Ahh tidak mungkin secepat itu.
-
Tia baru saja selesai mengeprint rekening koran buku rekening yayasan. Dia keluar dari bank sambil membalik balik kertas di tangannya.
Astaga.. Astaga.. bagaimana mungkin? Eddy, bisa bisanya kau!
Tia masuk ke mobil dan menelepon bibi sania.
"Halo bi."
"Ya Tia."
" Aku sudah tahu ini perbuatan Eddy, aku melihat perpindahan dana dari rekening yayasan ke rekening pribadinya dalam jumlah besar. Apa apaan ini. Apa bibi tahu soal ini? Maksudku, aku tahu dia anak bibi, tapi menyembunyikan kejahatannya itu buruk sekali. Kemana Ia membawa uang sebanyak itu?"
" Huhuhu..."
" Apa bibi menangis?"
" Sejak dia mengenal wanita itu, Ia melakukan segalanya untuk menyenangkannya."
" Wanita siapa? Istrinya?"
"Bukan, wanita lain.."
" Maksud bibi eddy berselingkuh?"
Aku jadi sering mengucapkan kata itu akhir akhir ini. Selingkuh.
Iya, Wanita itu meminta eddy membelikannya mobil, menyewa apartement, dan dia tidak pernah merada cukup. Bibi sudah memperingatkan Eddy, tapi dia tidak mau mendengar. Saat iya meminta di belikan rumah, dan Eddy tidak mau, maka Ia meninggalkan Eddy. Sekaran Anakku menyesal. tapi semua sudah terlambat. Aku bersedih sekali untuk menantuku, tapi aku tidak bisa memaksanya untuk tetap tinggal. Huhuhu...
Aku benci sekali mendengarnya. Kenapa ada banyak pria berselingkuh? Termasuk suamiku sendiri. Huh !
" Yasudah. katakan pada Eddy aku akan menemuinya besok."
" Apa kau akan memecatnya?"
" Akan aku pikirkan dulu. Sudah ya."
Tia menutup panggilannya.
Selingkuh tapi memakai dana yayasan. Apa kauv idak punya hati. Anak anak itu berjuang untuk hidup. Dan kau merampas harapan mereka. Aku kesal sekali pada Pria yang selingkuh!
---
Zaky duduk di pojok cafe, dari sana Ia bisa melihat ke jalan lewat jendela kaca yang besar. Mobil Tia masuk ke parkiran cafe. Zaky melihat sambil tersenyum.
Tia turun dari mobil. Dengan Sepatu T- strap, Celana panjang dengan blus bergaris, Serta blazer, Tia tampak sangat menawan. Rambutnys di kucir tinggi dan di biarkan tergantungindah di punggungnya. Poni nya di biarkan terlepas. Angi menerpa wajahnya ketika Ia berjalan. Zaki menatapnya lekat.
Hari ini, aku melihatmu seperti aku pertama bertemu denganmu delapan tahun yang lalu. Itu kencan buta pertama kita. Kau keluar dari kantormu untuk makan siang denganku. Aku terpana melihatmu di depan mobilku. Aku bertemu banyak wanita setiap hari, makan siang dengan wanita lainnya, Tapi aku tak pernah terpana seperti menatapmu. Saat kau bicara, saat kau tertawa, saat kau mengelur soal rasa makanan karna kau sangat pintar memasak. Ahh.. kemana saja aku belakangan ini. Kenapa aku bisa lupa betapa aku sangat menyukaimu.
Zaki tersenyum terus hingga Tia sudah hadir di depannya. Para pengunjung cage yang kebanyakan karyawan Zaki memperhatikan mereka berdua. Dan seperti biasa, mereka mulai berbisik bisik.
*Mereka serasi sekali.
Istrinya sangat cantik, ya?
__ADS_1
Tumben sekali makan siang bersama, dimana Lila?
Ahh aku ingin Lila melihat ini*.
Tia menarik kursi Lalu duduk di hadapan Zaky. Ia meletakkan tasnya dan juga berkas diatas meja cafe. Ia menatap Zaky.
"Hei.. kau menatapku seperti itu, semua orang memperhatikanmu."
" Biarkan saja. Aku kan menatap istriku."
" Kenapa tidak makan siang dengan Lila?"
" Sudah, pesan dulu makananmu."
Pelayan datang dan memberikan buku menu. Mereka memesan makanan.
" Kemana saja tadi?" Tanya Zaky sambil pindah duduk ke samping Tia.
" Aku ke yayasan, ternyata ada masalah."
" Masalah apa?"
" Eddy berselingkuh dengan memakai uang yayasan!"
"Hahaha.. mau menyindirku?"
" Aku seriuss!! Lihat ini." Tia menunjukkan salinan Rekening koran kepada Zaky. Mereka melihatnya berdua.
"Kau Lihat, 250 juta, 400 juta, 50 juta dan ini 350 juta. Banyak sekali kan?"
Zaky memperhatikannya.
" Untuk selingkuh!"
" Kau ini! tahu darimana?"
"Bibi sania yang mengatakannya. Huh, mengapa semua pria berselingkuh!"
Suara Tia ada besar. Zaky cepat cepat menutup mulutnya. Sehingga tubuh mereka berdekapan.
" Kau harum sekali." Kata Zaky melepasan tangannya.
" Tentu saja, Lebih harum mana denga parfum Lila." Tia mendekatkan wajahnya. Hanya tersisa beberapa senti saja jarak diantara mereka.
"Mana aku tahu."
" Kau bohong sekali, Aku mencuci bajumu dan bau parfumnya menempel sekali di jasmu. Apa kau sibuk berpelukan dengannya di kantor."
Orang orang terus memperhatikan mereka. Zaky menghadap ke tia. Satu tangannya di meja satunya lagi di belakang tia, di sandaran kursi. Dari beberapa sudut mungkin terlihat mereka seperti sedang berciuman.
" Mana mungkin aku memeluknya.. Ohh waktu itu dia terjatuh, aku menggendongnya karena kakinya sakit."
Kenapa harus kau? Apa tidak ada orang lain?
Hati Tia menjadi panas. Tapi dia pura pura tersenyum. Ia melingkarkan tangannya di leher Zaky.
" Katakan, Apa dia sedekat ini denganmu? Apa kepalanya menempel di sini?" Katanya kemudian mengusap usap dada Zaky.
Hati Zaky berdebar debar dengan perlakuan istrinya.
"Apa kau menggodaku? Kenapa tidak kau saja yang menempelkan parfummu? Ayo kemarilah." Merayu Tia dengan tatapan menggoda.
__ADS_1
Tia tersenyum.
Mereka saling bertatapan.
" Aku bisa merasakan hembusan nafasmu di wajahku. Hemm apa itu mint? pappermint? stroberi?" Zaky menggoda lagi.
Tia tertawa.
" Stroberi?"
" Aku ingin sekali menciummu."
"Tidak boleh."
"Satu kecupan?"
Tia tertawa kecil.
"Kita sedang di cafe."
"Sedikit saja."
Ehemm ! Pelayan cafe datang membawa makanan. Zaky menghela nafas dan bersandar di kursinya.
Tia tertawa dan mengucapkan terima kasih pada pelayan. Mereka pun mulai makan.
Para Karyawan juga tersenyum melihat bos mereka merayu istrinya.
Akhirnya selesai makan. Tia pamit pulang karena merasa sudah lama meninggalkan anak anak. Zaky akan kembali lagi ke kantor.
-
Tia menyetir mobilnya melewati jalanan. Ia tidak berhenti tersenyum.
Apa itu tadi? sejak kapan dia jadi genit sekali. Dulu saja dia sangat kaku.
Namun tiba tiba senyumnya hilang.
Huh! Mungkin begitu lah caranya merayu se lingkuhannya itu!
Tia menepuk stir mobilnya.
--
Di tempat lain Zaky duduk di ruangannya sambil memutar kursi kerjanya ke kiri dan ke kanan. Tangannya membolak balik pena. Bibirnya tersenyum lebar.
Ia sedang mengingat ingat betapa menggodanya Tia sejak dia ketahuan selingkuh. Sikapnya yang cuek , marah marah dan senang berdebat membuat Zaky gemas.
Andai saja aku bisa mendekatimu, pasti sudah ku peluk dan cium, lalu ku lempar ke tempat tidur. Ahh 29 hari pasti lama sekali ya.
Zaky jadi frustasi dan meletakkan genggaman kedua tangannya di kepala.
" Aku jatuh cinta padamu tahu!"
Zaky berteriak sendiri.
"Astaga!" Suara seseorang terkejut, berdiri di pintu sambil menyentuh dada.
"Lila?!"
---
__ADS_1