SELINGKUH

SELINGKUH
Mengancam


__ADS_3

Apa dia tidur denganku! Dasar! padahal sudah ku bilang jangan menyentuhku.


Tia bangkit dari sofa dan memungut pakaiannya. Ia mengenakan dress nya dan menutup tubuhnya lagi dengan selimut. Takut jika tanda tanda itu terlihat oleh Bi tuti atau anak anak.


Ia menuju ke kamarnya, mengintip sebentar ke bawah, anak anak sudah bangun, sedang sarapan. Nami belum kelihatan. Setengah berlari akhirnya ia tiba di kamar. Tia membuka pintu, tidak ada siapa siapa. Pakaian Zaky tergeletak di atas kasur, terdengar suara air dari kamar mandi.


Dia sedang mandi. Awas saja!


Selang beberapa menit pintu kamar mandi terbuka. Tia sontak berteriak.


" Heyy?!"


Zaky terejut dan melangkah mundur. Ia keluar hanya mengenakan handuk di pinggangnya.


" Mengapa berteriak hah?" Mengagetkan saja."


" Kau.. Kau menggodaku saat aku mabuk! Lihat ini, ini juga." Kata Tia sambil menunjuk bekas kemerahan di tubuhnya.


" Kau yang menggodaku tahu? Lihat ini, ini ada bekas cakaranmu, juga gigitanmu, lihatlah." Zaky tidak mau kalah menunjukkan bekas kemerahan di dadanya dan lehernya. Juga cakaran dan gigitan di bahu dan punggungnya.


Oh.. Apakah itu benar aku?


" Tidak mungkin itu aku!"


" Jadi siapa? mana mungkin aku menggigit tubuhku sendiri! mulutku tidak sampai ke sini!" kata Zaky menunjuk punggungnya.


" Kau mabuk dan menjadi sangat nakal semalam." Kata Zaky Lagi, mendekat mengelilingi Tya. Tia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Malu.


" Kalau tidak percaya, pergilah ke ruang kerjaku, cek CCTV kamar bermain, dan kau akan melihat segalanya."


Lalu Zaky mendekatkan bibirnya ke telinga Tia.


" Kau seksi sekali..."


" Aaaaaa...." Tia menyapu nyapu telinganya.


" Tidak mungkin!" Tia berlari ke kamar mandi.


Zaky tertawa puas mengerjai istrinya. Ia pun segera memakai baju dan turun menemui anak anak.


Di kamar mandi Tia berusaha mengingat ingat kejadian semalam. Tidak terlintas apa apa.


" Oohh.. aku malu sekali. Aku harus melihat CCTV nanti."


---


Hari ini hari Libur. Zaky ingin mengajak keluarganya jalan jalan. Selain karena ingin memiliki moment dengan anak anaknya, Zaky juga ingin mengusili istrinya.


Dia baru saja selesai sarapan bersama anak anak, Mereka lanjut menonton TV, Tia masih di kamar bersama nami, jadi Ia menikmati kopi sejenak sambil membaca berita Online.


Ponselnya berdering. Panggilan dari Lila. Zaky sebenarnya malas menjawabnya, tapi karena Ia jadi tidak bisa baca berita, akhirnya dijawab juga.


" Halo.." sapa Zaky.


" Halo.."


" Ada apa dengan suaramu? parau sekali. kau sakit?


" Tidak. Emm apa boleh aku mengambil cuti selama 2 minggu?"


" Untuk apa?"


" Aku akan pulang ke rumah Ibuku. Dia sakit."


" Apa kau sudah menghubungi Robi? Apa dia akan masuk? Aku tidak ingin jadwalku terganggu, juga hal penting lainnya."


" Sudah, Ia akan masuk kerja mulai besok."


" Baiklah, Sampaikan salamku untuk ibumu.."


" Zaky...

__ADS_1


" Ya..."


Diam sejenak.


" Apa kau bisa mengantarku ke rumah Ibuku? Aku takut pulang sendirian."


" Maaf Lila, aku tidak bisa, Aku sudah berjanji akan membawa mereka ke taman hiburan."


" Ohh.."


" Apa aku harus menyuruh supirku untuk mengantarmu?"


" Ti- tidak perlu. Aku bawa mobil sendiri saja."


" Baiklah. Aku tutup ya.."


Zaky menutup panggilannya.


Di seberang sana Lila terpaku, Airmata menetes dari sudut matanya.


Apa dia sudah tidak peduli lagi padaku? Aku menderita karena dia. Sementara dia bersenang senang dengan istrinya.


Lila mengingat kembali kejadian semalam. Benny datang menghampirinya ke apartemen. Benny menamparnya dengan keras hingga sudut bibir nya berdarah.


" Sudah aku katakan bahwa kau harus menjatuhkannya. Mengapa jadi ingin bersamanya? Dasar ******!"


" Dia lebih baik darimu!"


Lila memegang pipinya yang sakit. Telinganya berdengung.


Beny menekan bahunya ke tembok, Lila meringis kesakitan.


" Aku sudah bilang, kau akan menyesal karena menghancurkan rencanaku. Mudah saja bagiku, aku punya banyak cara untuk menghancurkannya, tapi kau? Kau akan menderita seumur hidupmu. Aku pastikan Ia akan membuangmu dan melihat jijik ke arahmu."


"Benny menarik rambut Lila dan melemparnya ke tempat tidur. Beny memukuli Lila hingga akhirnya Ia tidak sadarkan diri."


Aku menderita karena mu Zaky. Aku bersumpah akan merebutmu, bagaimanpun caranya. Jika kau tidak mau meninggalkan dia untukku, maka aku yang akan membuat dia meninggalkanmu.


---


Ponsel Zaky yang di titipkan pada Tia berdering dari dalam tas. Tia mengambilnya dan sebuah nama tertera di sana.


Lila. Mau apa dia.


Tia menjawabnya Lalu diam, membiarkan Lila bicara lebih dulu.


" Halo.. aku.. aku berangkat sekarang ya."


" Mau kemana?"


" Ternyata kau..." Lila menyadari bahwa Tia yang mengangkat telepon.


" Aku akan mengambil cuti untuk bertemu ibuku, mungkin 2 minggu."


" Apa kau menyerah? "


" Tidak."


" Lantas?"


" Aku hanya ingin menemui ibuku."


"Waktumu tidak banyak."


"Aku tau. Aku tidak butuh waktu untuk membuat dia memilihku."


"Hah! Kau yakin sekali. Apa tidak ada pria lain? mengapa harus suami orang."


Karena dia tipeku. Terima saja, suamimu menyukaiku. Aku lebih muda darimu."


"Hahaha, Kau memang lebih muda, tapi tidak lebih baik dariku."

__ADS_1


"Oh ya? kita lihat saja nanti."


"Kau tahu Lila, setelah menikah, ada banyak hal yang hanya aku saja yang tahu tepatnya apa yang dia mau. Mungkin dia menyukaimu, tapi dia tidak akan pernah bisa meninggalkan aku. "


"Kau yang akan meninggalkannya."


"Apa?"


"Kau yang akan melepaskannya.."


"Tidak akan."


"Kita Lihat saja. Aku pergi. Bersenang senanglah, sebelum tiba hari kehancuranmu."


Lila menutup telponnya. Tia kesal. Ia hampir saja melempar ponsel itu, tapi Bi Tuti menahannya.


Berani sekali dia mengancamku. Kau pikir siapa dirimu?


Zaky dan yang lainnya selesai bermain. mereka kelelahan lalu datang menghampiri Tia. Bi tuti memisahkan diri dari Tia dan Zaky, memberi mereka waktu untuk bicara. Ia mengajak anak anak makan bersama pak pandi di meja yang lain.


Zaky melihat Ponselnya di tangan Tia.


" Kenapa?" katanya sambil menunjuk ponselnya.


" Ada yang menelepon ya?


" Iya." Tia menggenggam ponsel dan melihat ke arah lain.


" Siapa?"


" Pacarmu."


" Apa maksudmu." Terkekeh.


" Dia pamit akan pergi. Kau pasti akan merindukannya.


"Kau ini bicara apa?"


"Akui saja!"


"Kenapa jadi marah marah?"


"Beraninya dia mengancamku."


"Dia mengancammu? Tia dengar.."


"Tidak, Kau yang dengarkan aku. Jika kau mencintainya, katakan sekarang, aku tidak perlu menunggu sebulan. Kau suka padanya? mencintainya? Aku akan dengan senang hati melepaskan mu.."


"Jadi begitu?"


"Apa?"


"Dengan senang hati melepasku. Apa aku tidak berarti apa apa bagimu. Kau merasa tidak perlu mempertahankan aku? Sedikit sekali cintamu!"


"Heh!"


"Apa?:


"Kenapa kau yang marah?"


"Istriku melepaskanku dengan mudahnya. bagaimana tidak marah. Aku berusaha meyakinimu sampai hari ini dan kau bicara seenaknya."


" Papa kenapa? Zoya datang. Dan suasana mencair.


" Tidak apa apa. Ayo makan."


---


Mohon Apresiasi teman teman. Tiba tiba jadi kurang semangat.


Klik Like dan comment ya ❤

__ADS_1


__ADS_2