SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Bersama


__ADS_3

Sepanjang liburan, mereka selalu bersama. Penuh dengan canda dan juga gelak tawa.


"Kamu pengen main apa lagi?" tanya Rian pada gadis tengah berjalan bergandengan tangan dengannya.


Desi melebarkan pandangannya disekitar wahana. "Aku pingin naik itu." pintanya, menunjuk komidi putar.


"Baiklah." sahutnya. "Kita beli tiket masuk dulu."


"Oke." sahutnya dengan senang.


Mereka akhirnya bermain komidi putar, Desi begitu Riang disana. Ini adalah pertamakalinya bagi Desi datang ketempat seperti ini, ya karena orangtuanya selalu sibuk sampai tidak pernah memperhatikan kesenangan anaknya sendiri.


Berbeda dengan Rian yang tumbuh besar tanpa kekurangan, serta kasih sayang. Ketika Rian melihat senyum cerah terlukis diwajah gadis itu, membuatnya juga ikut merasakan bahagia.


Aku bahagia hanya dengan melihatmu saja, kata-kata itu sangat tepat untuk menggambarkan hatinya yang tak berhenti berdebar untuk kekasihnya.


Setelah puas seharian bermain, Rian juga mengantarkan gadis itu untuk pulang dengan aman sampai tepat di depan rumahnya.


"Hari ini seneng gak?" tanya Rian pada Desi yang berdiri didepannya dengan senyumnya yang cerah.


Desi mengangguk cepat. "Tentu." sahutnya. "Ah, gak kerasa besok udah mulai masuk sekolah lagi." rengeknya, tak mau berlalu.


Rian jadi terkekeh, lalu memeluknya dengan hangat. "Sampai ketemu besok disekolah ya."


Desi membalas pelukan hangat itu. "Iya, aku akan bangun lebih pagi." sahutnya mendongak.


Rian terkekeh lagi, begitu semangatnya gadis itu. Selalu jadi gadis periang dan menggemaskan. "Masuk gih! Langsung tidur ya, udah malem!"

__ADS_1


"Cium dulu!" pintanya memanyunkan bibirnya.


"Cih! Kamu benar benar gak tahu malu ya." sahutnya terkekeh, namun tak urung pemuda itu melakukannya juga.


CUP


"Sudah! Sana masuk." ucapnya, ketika selesai mengecup bibir Desi sekilas.


Desi jadi berdecak sebal, padahal ia sudah memejamkan mata untuk menerima tapi lagi-lagi Rian masih mengabaikannya.


"Udah sana masuk!" Desaknya lagi ketika Desi masih memasang raut wajah kesal dan tak mau pergi.


"Iya iya." sahutnya lemah, buru-buru masuk kedalam rumah.


Rian menahan tawa, menggelengkan kepala atas sikap Desi yang begitu serampangan padanya.


****


"Selamat pagi." sapanya mengagetkan, ketika memasuki kelas yang masih kosong. "Loh, kok sepi sih. Apa gue kepagian ya."


Ia jadi cekikikan sendiri, lalu memilih menunggu Rian datang didepan gerbang.


Setelah beberapa saat, ketika murid-murid lain sudah mulai berdatangan. Rian pun datang bersamaan dengan Yuda.


"Pagi." sapa Rian ketika melangkah mendekati gadis itu.


"Pagi juga pacar." sahutnya riang, sebelum kemudian mereka berdua bergandeng tangan dan berjalan menuju kelas kembali.

__ADS_1


"Des, kamu bawak ikat rambut gak?" tanya Rian tiba-tiba membuatnya bingung.


"Bawak kok." sahutnya, lalu mengambil karet kecil yang berada ditasnya. "Ini"


Rian pun mengambil karet tersebut, lalu berdiri dibelakang Desi. Membantu gadis itu untuk mengikat rambutnya yang terurai.


"Kamu tadi datang jam berapa?" tanyanya, masih mencoba mengikat rambut.


"Baru aja kok, pacarku." sahutnya berbohong.


"Oh ya?"


"Iya, beneran he he." Desi memberikan senyum tengilnya yang gampang tertebak.


Untung saja Rian memakai jaket untuk menghangatkan tubuhnya ketika dijalan.


Setelah selesai mengikat rambut, ia beralih melepas jaketnya. "Ini pake." ucapnya sembari menyodorkan jaketnya kehadapan gadis itu.


Desi cemberut sambil menggelengkan kepalanya. "Gak mau."


Rian jadi menghela nafas, tahu akan permintaan gadis itu. Ia langsung menutup punggung badan Desi dengan jaketnya lalu merangkulnya.


"Nah, gini dong." ucap Desi sambil cekikikan.


"Lain kali kalo berangkat pagi jangan lupa pake jaket, udara sekarang lagi dingin."


"Iya pacar, makasih." sahutnya dengan senang, Rian jadi tertawa karena sungguh menggemaskan.

__ADS_1


****


Abanggggggg :)


__ADS_2