
Kini jam pelajaran olahraga dimulai, tetapi Rian masih belum bisa mengikuti olahraga karena kondisi fisiknya yang belum sehat betul.
Sehingga ia memilih duduk di anak tangga, sembari melihat temannya bermain bersama.
Yuda yang sedang bermain basket, berlari terengah dipinggir lapangan. Mendekati Rian untuk duduk bersamanya.
"Nih kalo haus!" menyodorkan sebotol minuman.
"Terimakasih." ucap Yuda ketika menerimanya, lalu ia meneguknya. "Kaki lo masih sakit?" tanyanya kemudian.
Rian mengangguk. "Ya, begitulah." sahutnya, sedikit kecewa.
"Yaudah lo istirahat aja! Gue mau main bentar." menepuk bahu Rian, kemudian kembali ke lapangan.
"Rian." sapa Desi mendekati.
"Hai Des." sahutnya, memberi senyum.
"A..aku boleh ngomong sesuatu gak?" tanyanya gugup.
Rian mengerut kening. "Ya, ngomong aja!"
"Aku suka kamu." ucapnya malu-malu, dan Rian malah terkikik geli menanggapinya. "Loh, kok malah ketawa sih?" dengusnya.
"Ha ha, sorry sorry." menahan tawa. "Lo apaan sih? Tiba-tiba ngomong kayak gitu. Gue itu gak ada pikiran kesana, kearah yang namanya pacaran." tegasnya.
"Ya aku tahu sih." memeluk lengan Rian, lalu tersenyum. "Kamu kan pacar masa depan, jadi kalo kamu udah siap aja." sahutnya.
Rian menekan dahi Desi, agar gadis itu menjauh. "Dasar lo ya! Jauh-jauh deh!"
Desi menggelengkan kepala, menekuk wajahnya dengan manja. "Gak dong! Pokoknya Desi mau sama Rian."
"Maaf Des, tapi gue gak suka sama lo."
"Gak apa-apa, nanti juga suka." sahutnya memberi senyum.
Rian jadi menepuk jidadnya. "Ampun dah nih anak." dia jadi bingung sendiri.
****
__ADS_1
Yuda kini duduk santai dibangkunya, menyandarkan kepalanya dan menikmati jam istirahat dengan memejamkan matanya didalam kelas.
Loli dan Mega yang sudah berencana mengerjai Yuda jadi menjalankan aksinya.
Dengan mengendap-ngendap, Loli menundukkan dirinya. Lalu dengan penuh kehati-hatian mengikat tali sepatu milik Yuda menjadi satu dengan pasang sepatu lainnya.
Setelahnya, mega memasang ancang-ancang dekat telinga Yuda.
"Bangun woy!" teriak Mega dan Loli bersamaan.
Seketika Yuda mengerjab kaget, lalu melotot pada dua gadis usil tersebut.
"Heh! Kalian apa-apaan sih, hah?" bentaknya.
Mereka berdua malah menjulurkan lidah untuk mengejek. "Wekk." berharap Yuda berlari mengejarnya.
Dan benar, seketika Yuda berniat untuk menangkap dua gadis itu tapi karena tali sepatunya menyambung jadi ia langsung kesulitan melangkah.
BUGH!!
Yuda malah terjatuh dan semua teman yang ada di kelas jadi tertawa.
"Ha ha rasain! Emang enak." ledeknya, kemudian segera berlari secepat mungkin.
Rian memberikan tangannya, dan Yuda menyambutnya untuk membantu dirinya berdiri.
"Lo gak apa-apa?" tanya Rian.
"Gak apa-apa kok." sahutnya, membenarkan tali sepatunya. "Ah, dasar sial Loli Mega tuh. Awas ya anak dua itu ya."
Rian jadi terkekeh. "Makanya jangan galak-galak sama anak cewek."
"Biarin dah! Ngeselin banget sih mereka."
Rian hanya bisa memutar bola matanya jengah. "Ya, terserah lo sih. Asal ntar jangan suka sama dua-duanya."
"Ngomong apaan sih lo, ngawur aja!"
"Ya, biasanya kalo lagi suka bercanda bareng. Nanti ujung-ujungnya bakal suka loh. Loli dan Mega kan cantik."
__ADS_1
"Idih, amit-amit deh. Mending gue suka lampir dari pada mereka berdua."
"Ha ha, gue pegang ya omongan lo! Awas jadi suka, bahaya."
"Dih! Apaan sih? Lo tuh sama si Desi, jadian gih! Kasian dia ngejar-ngejar lo terus."
"Gak deh! Gue gak bakal pacaran, gue harus jagain adek gue nanti."
"Kan masih belum lahir." sahut Yuda mengentengkan.
"Iya sih, bokap sama nyokap kan nanti udah berumur ketika adek gue gede. Belum lagi gue harus ngurus perusahaan."
"Wah! Lo udah mikirin hal itu jauh hari ya." kagum Yuda.
"Iyalah, harus. Selisih gue sama adek gue kan lima belas tahun."
"Gak tua-tua banget dong gue kalo ntar adek lo cewek."
Rian menepuk bahu Yuda. "Sialan! Pencabulan itu namanya."
Mereka jadi tertawa.
****
Dan kini mereka sudah pulang bersama, seperti biasa Sefia menyambut mereka berdua.
"Masuk dulu Yud! Makan bareng." ajak Sefia.
"Makasih Tan, tapi Yuda harus segera pulang soalnya papa hari ini pulang lebih awal." sahutnya menolak.
"Oh Yaudah, hati-hati di jalan ya!"
"Iya Tan." sahutnya, kemudian menoleh pada temannya. "Gue pamit pulang dulu!"
"Iya, makasih dan hati-hati."
"Yoi." sahutnya, kemudian melajukan motornya untuk segera pergi.
****
__ADS_1
Kamsamida :*