
Zaky berdiri di depan cermin, pagi telah datang, Ia bersiap siap ke kantor.
Entah sampai kapan aku akan repot memakai dasi. Huh!
Setelah beberapa kali sempat salah menyimpulnya, akhirnya dasi itu terpasang juga. Zaky menatap cermin, terlihat parfum Tia di meja cermin. Botolnya nyaris kosong, mungkin itu sebabnya di tinggalkan. Zaky menyemprotkan sisa parfum itu ke kemejanya. Dan menghirup bau harumnya.
Aku rindu sekali. Setidaknya aku merasa kau di dekatku.
Zaky lalu terkekeh di depan cermin. Menertawakan diri sendiri.
Aku pasti sudah gila.
---
Lila duduk di hadapan Robi. Robi merasa aneh dengan sikap lila yang serius sekali.
"Hey, Ada apa?"
" Aku akan mengundurkan diri..."
" Kau serius?"
" Iya, bukankah harusnya kau senang?"
" Aku senang jika kau berhenti mengejar bosku, bukan resign.."
" Aku akan resign dan berhenti mengejarnya."
" Hahaha akhirnya kau menyerah."
" Kau senang sekali?"
" Aku hanya ingin yang terbaik untukmu, sumpah. Dan menjadi selingkuhan itu tidak baik. Apapun keputusanmu aku akan terima. Walaupun sebenarnya aku sangat terbantu dengan adanya kau di sini, sekarang aku akan mulai super sibuk seperti dulu."
Robi tersenyum. tulus.
Lila membalas senyumnya.
" Kau sudah bilang pada bos? Apa dia mengijinkanmu pergi."
" Iya, masalah mereka semakin rumit, aku kasihan sekali. Karena itu aku memutuskan untuk pergi. kasihan putrinya."
" Ternyata kau punya sisi seperti itu juga ya? Eh baiklah. Sebagai perpisahan aku akan mentraktirmu makan siang. Nanti akan aku antar pulang, bersama barang barangmu. Boleh?"
" Bukannya aku yang harusnya bertanya, kau kan sudah menikah, nanti istrimu marah."
" Tidak. Lihat ini."
Robi menunjukkan isi chat dengan istrinya, mengijinkan perpisahan dengan asistennya.
" Yasudah, aku akan membereskan barang barangku dulu lalu bertemu Zaky.
" OK."
---
" Kau jadi pergi?"
" Iya. Bagaimana dengan istrimu?" Lila di ruangan Zaky, datang untuk pamit.
" Dia sedang di Australia. Kami butuh waktu."
Syukurlah.
"Itu buruk. Apa aku harus menjelaskan padanya?" Ujar Lila berpura pura.
" Tidak. Tidak perlu. Biar aku saja. Lila, sekali lagi aku minta maaf atas perlakuanku malam itu. Aku benar benar tidak ingat."
" Lupakan saja. Oia, ini kunci apartemen dan mobilmu, aku akan pulang dengan Robi."
" Tidak Lila, tinggallah di sana, aku akan mengurus SHM nya, dan mobil itu sudah atas namamu.
"Aku tidak ingin istrimu marah."
"Tidak Lila. Anggap saja semua itu karena andilmu di perusahaan."
Lila menarik kembali kunci itu.
" Baiklah. Aku...akan pulang ke rumah ibuku."
"Baik."
__ADS_1
"Aku pergi sekarang ya..
"Baiklah."
Tidak ada pelukan perpisahan. Zaky tidak ingin situasi bertambah rumit baginya dan juga Lila. Lila bangkit dengan senyuman. Senyuman bahwa akhirnya Ia berhasil mengelabui Zaky. kemudian Ia menghilang di balik pintu.
---
Huekk.. huekkk!!
Lila dalam perjalanan pulang bersama robi, setelah makan siang ia menjadi semakin mual.
"Apa kita ke rumah sakit saja? dari kemarin lusa kau sakit, bahkan kemarin tidak ke kantor."
"T-tidak perlu. Perutku memang begini."
" Baiklah."
Hoammmm! Lila mengantuk.
" Kau sepertinya kurang darah juga. kita singgah di apotik sebentar ya, akan aku belikan suplemen penambah darah."
" Hemm..."
Mereka pun singgah di salah satu supermarket. Robi turun membeli beberapa suplemen dan vitamin. Ketika kembali ke mobil, Lila sudah tertidur.
Apa dia benar benar tertidur. Hahaha.. bagaimana mungkin.
Robi tertawa melihat Lila tidur dengan pulasnya.
Setengah jam kemudian mereka akhirnya tiba di parkiran apartemen Lila.
Apa aku harus membangunkannya? Kasihan sekali. Mungkin dia kelelahan dan tidak tidur di malam hari karena sakit perut.
Robi tidak jadi membangunkan Lila. Pandangannya lalu beralih ke ponsel Lila yang lampunya menyala. Ada panggilan ternyata. Robi mengambilnya perlahan dari tangan Lila.
Sebuah nama tertera di sana.
Benny? Apa ini pacar barunya? hihihi. Ahh tidak akan aku angkat. Nanti dia marah.
Robi melihat Lila lagi. Benar benar terlelap. Muncul ide isengnya. Ia membuka ponsel Lila. ternyata tidak di kunci kode. Ia membuka kamera.
Aku akan memotret mu, kau akan terkejut saat membuka galeri. Anggap saja kenang kenangan dari atasanmu.
Bos? Lila?
Robi melihat beberapa foto lainnya. Foto Lola dan Zaky berpelukan tanpa atasan.
Ini benar mereka. Apa mereka tidur bersama? tunggu, ini seperti foto yang di paksakan. Matanya tertutup di semua foto. Apa dia tidur? atau dia mabuk? mengapa Lila mengambil foto ini. Kalo dia ingin mendapatkan bos, kenapa dia malah pergi.
Robi melihat dengan seksama. beberapa foto memang terlihat jelas tangan Lila menopang kepala Zaky, memaksa mereka menempel.
Aku harus menghapus foto foto ini, tidak, aku akan menghapus seluruh foto di galeri. ini foto baru, semoga belum di cadangkan. agar lila mengira ponselnya yang bermasalah. Lila, apa yang sedang kau rencanakan? siapa yang sedang kau bohongi.
Robi menandai semua foto lalu menghapusnya. Galeri itu kosong. Terdengar lenguhan Lila. Zaky menguci layar dan meletakkan ponsel lila di dekat tangannya.
" Emmhh." Lila menggeliat.
" Apa aku tertidur?"
" Kau tidur lama sekali. Aku sampai tidak bisa pulang. Turunlah."
" Baik. terima kasih ya. Sampai berjumpa lagi ya."
" Iya." setelah Lila turun, Robi memacu mobilnya.
Lila, apa yang sedang kau rencanakan? Aku tidak bodoh, foto foto itu tidak seperti psangan yang berkencan. Aku harus mencari tahu.
---
Mobil Zaky memasuki gerbang. Dia turun dari mobil, lalu mencium jasnya. Ia menghirupnya, lalu tersenyum. Pak pandi yang memperhatikan jadi curiga.
Apa dia pergi lagi bersama wanita itu? dia barusan tersenyum kan?
" Tuan kenapa?" Tanya pak pandi ragu.
" Aku menyemprotkan parfum tia di sini, sekarang aku merasa seperti dia sedang menyambutku pulang ke rumah. Kau menciumnya pak? benarkan? dia seperti ada di sini bersandar di bahuku."
Tuan. Mengapa aku jadi sedih melihatmu. Kau pria yang kaku dulu, sekarang malah seperti ini.
Pak pandi tersenyum dan memberikan jalan pada Zaki. Zaky masuk ke rumah.
__ADS_1
" Papa pulangggg....!!"
Pak pandi menggelengkan kepala.
Kasihan.
----
"Anak anak sehat?" Tanya Robi pada Zaky, basa basi, ingin mencari tahu. Dia masuk ke ruangan Zaky untuk minta tanda tangan.
" Tumben sekali. Sehat. Mereka bersama mamanya ke Australia."
" Hah? Untuk apa kesana?"
" Kau pasti tidak lupa apa yang terjadi di hari pernikahanmu kan?"
" Aku pikir semua sudah selesai bos. Lila bahkan sudah mengundurkan diri."
" Harusnya begitu."
" Kenapa tidak masuk kantor kemarin lusa, Lila juga. Aku jadi curiga."
" Hey, aku sudah berhenti bermain api. Tapi.."
" Pria juga butuh curhat bos. Biar tidak gila."
Zaky menatap Robi dengan pandangan menyelidik. Apa Robi bisa menyimpan rahasia. Tentu saja, mereka sudah bertahun tahun bersama. Robi tertawa terbahak bahak melihat Zaky begitu.
" Malam itu aku mabuk..."
Sudah kuduga. Matamu tertutup di foto karena kau mabuk.
" Dan aku, tanpa sadar memperkosa Lila.."
Itu dia. Jadi ini kebohongan yang di rencanakan Lila. kau tidak memperkosanya tahu? mana mungkin korban perkosaan mengambil foto selfie.
" Apa kau yakin?" Robi pura pura terkejut.
" Ia, aku melihat noda darah di seprei, dia bahkan belum pernah tidur dengan pria sebelumnya. Aku merasa sangat bersalah, tapi dia dengan begitu baiknya meminta aku melupakan semua itu dan pergi."
Kau ini! darah bisa darimana saja, tahu? bahkan dari matamu, aku ingin sekali mencoloknya karena kau sangat naif. shitt! bagaimana aku membuktikannya. foto itu tidak ada lagi. Harusnya aku kirim ke ponselku.
" Apa kau yakin bos?"
" Iya, hampir seharian Ia menangis. Saat itu aku meninggalkannya karena sibuk mengejar Tia."
" Kau tertangkap basah! Oh Tuhan. Di pasti terluka.
Jadi ini tujuanmu lila. kau bukan ingin Zaky meninggalkan istrinya, tapi ingin Tia meninggalkannya dan memilihmu. Mengapa hatimu sangat kotor?
"Itulah sebabnya dia ke Australia."
" Kau harus menjemputnya bos!"
" Menurutmu begitu?"
" Begitulah wanita, saat marah mereka pergi padahal ingin di tahan. karena sudah terlanjur pergi maka sekarang kau harus menjemputnya."
" Tapi dia sedang marah.
"Percayalah, ia ingin sekali kau menjemputnya dan menyelesaikan ini."
"Kau sok tahu sekali, padahal baru sebulan lalu menikah."
"Hey, aku punya tiga adik perempuan yang banyak tingkah."
"Oh.. hemm.. baiklah aku akan menjemputnya."
"Kau akan berterima kasih padaku nanti."
Mereka berdua tertawa.
---
Robi duduk di ruangannya.
Aku yakin sekali ini bukan akhirnya. Dia pasti sedang merencanakan sesuatu. Mengapa kau jahat sekali padahal kau sangat cantik. Aku menyesal pernah tertarik padamu. Dan ini, aku akan menncari tahu kebenarannya dan mengungkapkan yang sesungguhnya.
---
Show Your Love ya gaess 😂
__ADS_1
❤❤❤
Biar semangat atuh 😊