
"Maaf ya gara-gara gue kalian jadi berantem." ucap Mela pada Rian yang tengah gusar.
"Bukan salah elo kok." sahutnya. "Seharusnya gue yang minta maaf, karena pacar gue udah nuduh elo sembarangan."
"Ah, itu gak apa-apa kok. Wajar aja dia nuduh dan marah, soalnya dulu gue pernah godain elo dan berlaku gak sopan sama kalian." sahutnya lembut nan manis, padahal dirinya sedang merasakan kesal ketika Rian menyebut Desi sebagai kekasihnya, seakan memberitahukan bahwa dirinya sudah ada yang memiliki.
Rian hanya membalasnya dengan senyuman pasi. "Iya."
Ia kemudian kembali duduk dibangkunya, menatap Desi yang tengah duduk bahkan tidak mau menoleh sekalipun padanya.
****
"Yud, lo pulang sendiri! Gue mau nyusul Desi." ucap Rian pada Yuda, yang dimana tadi pagi mereka berangkat bersama.
"Oh, oke." sahutnya.
Rian berlari mengejar Desi yang lebih dulu keluar dari kelas.
Sedangkan Desi kini berjalan menunduk penuh sedih, tapi sialnya ia tidak menyadari bahwa Mela merentangkan kakinya membuat Desi tersandung dan jatuh.
"Aww." pekiknya.
__ADS_1
Dan Mela tertawa puas melihatnya. "Ha ha."
Seketika Desi beranjak bediri penuh amarah. "Apaan si lo, hah! Elo sengaja ya?"
Mela bersindakap penuh angkuh. "Emang." sahutnya, membuat Desi semakin marah. "Kita impas, kan? Ups lupa, untuk yang ditoilet sorry ya." imbuhnya penuh ejek.
"Elo bener-bener ya." Desi mengepalkan tangannya penuh emosi, ia sudah menduga bahwa Mela sejak awal sudah berniat buruk padanya. "Mau lo apa sih?"
"Mau gue." melangkah semakin mendekat. "Elo putus dengan Rian."
Desi mengernyit dahi, heran. "Segitu sukanya ya elo sampek dengan cara licik seperti ini?"
"Cih! Jangan mimpi! Sampai kapanpun Rian gak akan pernah mau sama elo."
"Oh ya? Kita lihat aja siapa yang lebih beruntung." tantangnya.
Sungguh Desi benar-benar ingin mencakar wajah gadis didepannya ini, bahkan ingin merobek mulutnya yang pedas itu. Tapi untuk apa, buang-buang tenaga saja.
Ia sendiri sudah lama berjuang mendapatkan hati Rian, meski akhirnya Rian menerimanya tetapi Desi belum yakin akan perasaan pemuda itu. Apalagi Mela yang hanya bertopeng seperti ini, tidak akan mampu mendapatkan hatinya begitu saja.
Desi hanya tersenyum miris saja, merasa masih begitu kecewa dan mengasihani diri sendiri.
__ADS_1
Ketika itu juga, Rian datang dari arah belakang dan membuat Mela menjalankan misi jahatnya kembali.
"Aww!" pekiknya, menjatuhkan diri tiba-tiba.
Desi jadi bingung. "Heh, elo ngapain sih?" tanyanya.
Rian yang melihat itu jadi berlari kearah dua gadis yang tengah cekcok tersebut. "Desi."
Seketika Desi jadi mengerti maksud Mela yang licik. "Cih! Elo pikir ini sinetron? Kurang-kurangi deh nonton sinetron yang gak guna." ledeknya, sebelum kemudian langsung melangkah pergi tanpa peduli Rian yang tengah memanggilnya.
Ketika Rian mencoba mengejar Desi, Mela mencoba menghentikan langkah pemuda itu dengan pura-pura mengaduh kesakitan.
"Aduh! Rian, tolongin gue." pintanya, merengek sedih.
"Elo bisa kan bangun sendiri?" tanyanya membuat Mela tercengang. "Tolong jangan ganggu pacar gue! Gue tahu betul pacar gue itu seperti apa, jadi berhentilah berpura-pura."
"Rian." ucapnya lemah tak berarti, ketika pemuda itu bahkan pergi tak pernah peduli.
****
Mohon like dan komennya biar author semangat nih :* uwuuuu
__ADS_1