SELINGKUH

SELINGKUH
Kemarahan Zaky


__ADS_3

Zaky berjalan bolak balik di depan lobi hotel sambil terus mencoba menelepon istrinya, nomernya tidak aktif. Zaky semakin panik saat menelepon rumah dan bi tuti mengatakan Tia pergi dengan Farel. Sementara itu Robi sibuk menjelaskan kepada klien mengapa Zaky mendadak membatalkan kesepakatan. Setelah perdebatan yang cukup alot akhirnya Robi keluar juga. Mereka naik taksi menuju ke bandara, karena saat mendarat di sini mereka di jemput klien tadi pagi.


Di dalam taksi Zaky masih sibuk menelepon, Robi menatapnya,


" bos, hanya tersisa 4 kursi untuk penerbangan selanjutnya, tapi di kelas ekonomi", Robi melirik Zaky.


"terserah",


" kau yakin bos?",


" bagiku yang terpenting segera kembali. Kau tahu kan apartemennya?"


" Iya aku tahu".


15 menit kemudian mereka tiba di bandara. Lalu mereka mendengar pengumuman bahwa pesawat akan delay selama kurang lebih setengah jam. Zaky menggaruk kasar wajahnya, panik.


Bagaimana jika mereka sudah di sana? apa ia akan menyentuh Tiaku? Aku Akan mematahkan tangannya! Kenapa bisa sejauh ini? aku bahkan tidak sanggup membayangkannya.


---


Tia dan Farel dalam perjalanan menuju apartemen Farel. Tia hanya diam melihat ke depan, tapi pikirannya melayang kemana mana,


Aku tidak mau bersabar lagi, nyata nya kau melanggar janjimu sendiri. Kau bertemu dengannya bahkan bisa bisanya berciuman! Cih! kenapa tidak tolak saja dia ke kolam itu! Lihat saja, aku juga bisa. Aku akan ke tempat Farel agar kau tahu betapa marahnya aku! setidaknya aku harus mencium farel agar kita impas!


Sedangkan Farel juga larut dalam lamunannya sendiri. Sesekali Ia melihat Tia yang menatap kedepan, nanar.


Jika suamimu melepasmu aku akan senang hati menerimamu. hampir 9 tahun aku menunggu untuk bisa bersamamu lagi. Rasa rasanya tidak ada wanita yang lebih baik darimu untukku.


Karena sunyi sekali, Farel memulai obrolan,


"Apa kau yakin tidur bersamaku? Apa kau benar benar tidak takut pada suamimu?"


" Aku tidak peduli, bahkan dia tega menyakitiku di hari sepenting ini!"


" Apa tidak sebaiknya bicara dulu?"


" Tidak!"


Farel tersenyum.


---


Setelah hampir setengah jam akhirnya pesawat lepas landas dan mendarat di bandara. Mereka berjalan cepat ke area parkir bandara, mengambil mobil robi. Setelah itu mobil pun meluncur ke apartemen Farel.


Tiba di apartemen Zaky berlari kecil, Ia sangat panik sekaligus marah membayangkan apa yang akan di lakukan istrinya. Ia sampai membuka jas nya karena kegerahan akibat stress. Emosinya membuncah, kepalanya seperti akan meledak.


Robi berjalan di depan menunjukkan arah. Sesekali Ia melihat Zaky, jujur saja ia cukup heran, selama ini Zaky begitu tenang dan cenderung cuek, Ia melihat versi Zaky yang lain hari ini.


Mereka berjalan di koridor, sudah dekat. Zaky dengan wajah yang merah karena amarah bergumam,

__ADS_1


" Aku akan membunuh teman mu kalau berani menyentuh istriku", katanya sambil melonggarkan dasi. Robi meletakkan telunjuk di bibir dan mengangkat kedua tangan di udara,


no comment.


---


Tia sudah berada di apatemen farel, ia selesai mandi dan memakai gaun tidur yang panjang tapi terbuka dibagian dada dan punggung. Ia lalu memakai outernya, jadi tidak kelihatan seksi. Ia duduk menonton televisi, tapi ia malah memikirkan Zaky.


Apa sikapku ini salah? mengapa tiba tiba aku takut? apa dia akan muncul di sini? oh itu tidak mungkin, dia pasti sibuk meladeni Lila. uft.. aku harus apa? mungkin aku harus pulang. Mungkin aku akan mencium farel, berfoto, lalu pulang. itu mungkin cukup untuk membuatnya kesal. huh!


Farel masuk ke apartemen, setelah mengantar Tia tadi dia kembali ke kantornya karena ada urusan. dan sekarang Ia kembali ke apartemennya. Ia melihat Tia yang melamun di depan televisi, Ia mencharge ponselnya dan duduk di sofa satunya,


" hei, apa kau yakin tentang ini?",


" tidak",


" jadi kenapa masih di sini?,"


" aku masih kesal!"


" sudah ku bilang, kembali saja padaku, aku tidak selingkuh".


Tia cemberut mendengar perkataan farel. farel tertawa. Ia membuka kemejanya. Tia terkesiap,


"m-mau apa kau ?",


" hahaha.. kau takut sekali, jadi mengapa tadi menelepon ingin tidur denganku? kau ini menggemaskan sekali. aku tidak akan mengganggumu kalau kau tidak mau. aku makan pergi mandi",


Aku harus pulang.


Tia merapikan kembali barang barangnya dan memasukkannya ke dalam tas. Ia membuka outernya karena ingin mengganti baju. Ia akan pulang. Tiba tiba terdengar suara dentuman pintu.


Bum! Bum!


Siapa yang mengetuk dengan kerasnya. Biar farel saja yang membukanya, aku akan ganti baju dulu.


Farel yang mendengar dentuman itu segera keluar dengan handuk, padahal ia baru saja menyiram tubuhnya. Farel membuka pintu dan Buk! satu pukulan mendarat di wajahnya. Farel tergeletak di lantai.


Zaki!


Wajah Zaky merah padam. Apalagi melihat farel hanya mengenakan handuk. Pikirannya semakin liar. cepat cepat ia masuk lalu menuju ke kamar farel, pintunya tidak di kunci karena tia pikir farel sedang di kamar mandi, dan alangkah terkejutnya Zaky! dadanya mau meledak saat melihat Ti hanya mengenakan underware.


Bum!


Ia menendang meja pajangan! Tia terkejut dan berbalik.


"Zaky!"


Zaky menatap Tia dengan kemarahan! Ia berbalik kembali ke ruang tamu, Robi sedang membantu Farel berdiri. Zaky segera menghantam Farel lagi.

__ADS_1


" Berani nya kau tidur dengan istriku!" beberapa kali pukulan dan tendangan melayang di tubuh farel, Robi yang berusaha melerai juga terkena pukulan. Farel terpojok, rebah telentang kelantai. Zaky mengunci farel dengan lututnya dan memukulnya. Darah segar keluar dari sudut bibir dan hidung farel.


Tia keluar sudah berganti pakaian, Ia terkesiap melihat Zaky memukuli farel tanpa jeda.


" Hentikan! sayang! hentikan!"


Zaky tidak peduli. Ia terus melampiaskan kemarahannya. Pikirannya yang liar membayangkan bagaimana Tia dan farel bermesraan tadi. Ia cemburu sekali, Ia seperti terbakar. Robi menarik lengan Zaky, mencoba melerai lagi. Tia menutup mulutnya sangat gelisah, ia mulai terisak melihat Zaky yang menggila memukuli Farel, lalu Tia berteriak,


"Henntiikaaaann!!!"


Suasana hening.


Zaky berhenti. Napasnya menderu. Ia melihat Farel yang terkapar berdarah. Ia bangkit dan berdiri, lalu menendang Farel untuk terakhir kali. Lengan kemejanya ternoda darah farel. Ia berbalik melihat Tia. Tia gemetar. Seumur hidupnya Ia tidak pernah melihat Zaky semarah itu, apalagi sampai memukuli seperti ini. Tia melangkah mundur, takut sekali pada Zaky yang maju ke arahnya dengan wajah yang menyeramkan. Zaky maju dengan cepat dan menarik tangan Tia,


" beraninya kau!!", Zaky memggertak.


Tia hampir pingsan mendengarnya, lututnya terasa lemas. Zaky menariknya dengan kasar keluar dari sana.


Sementar itu Robi membantu farel berdiri. Ia membopongnya duduk di sofa. Robi pergi mengambil es dan memasukkannya ke dalam baju kaus farel. Ia memberikannya pada farel untuk mengompres luka lebamnya.


Selama 7 tahun lebih aku mengenalmu bos. Kau begitu tenang. Kau bisa dengan mudah menghadapi tekanan di kantor, tapi menyangkut istrimu,kau bisa semarah ini. Aku sama sekali tidak menyangka. kau benar benar akan membunuhnya tadi.


Farel bersandar di sofa. Ia tersenyum menatap ke langit langit. Robi melihatnya dengan aneh,


" kau sudah gila, masih saja bisa tertawa",


" aku pikir tidak ada yang bisa menandingi cintaku pada Tia, aku tidak menikah selama bertahun tahun. tapi hari ini aku tahu, bawa suaminya mencintainya lebih dari aku",


" cih! masih bisa berpikir, kau hampir mati tadi. apa kau benar benar sudah tidur dengannya?",


" menurutmu?"


"tidak",


" memang tidak. tapi suaminya tidak akan percaya, karena ia sangat cemburu",


"ya.. mereka jadi sangat aneh karena saling mencintai. lalu mengapa kau hanya memakai handuk begini?",


"aku sedang mandi. tia sedang ganti baju karena akan pulang",


Robi tertawa terbahak bahak.


"Kau sial sekali",


farel tersenyum miring sambil mengompres wajahnya.


---


Tunjukkan cintamu ❤❤❤

__ADS_1


Dukung penulis dengan like, comment, vote, rate dan jadikan salah satu novel favorite ya 😊


__ADS_2