SELINGKUH

SELINGKUH
Urusan Bisnis


__ADS_3

" Sayang, kau belum tidur?" Zaky bertanya pada Tia yang duduk di depan cermin, baru selesai membersihkan wajah.


" Belum...",


" Kau memikirkan sesuatu?",


" Iya, beberapa bulan yang lalu, aku marah sekali melihatmu dengan Lila. Aku ingin dia pergi, aku berharap ia celaka. Jika ada orang yang paling aku benci, itu pasti dia. Tapi beberapa hari ini, kenapa aku jadi melihat dia dengan cara yang berbeda ya?",


" Kau itu terlalu naif, bisa semudah itu memaafkan, apa tidak takut dia berulah lagi?",


" Bagaimana bisa berulah, dia sedang kesusahan begitu. Kau tahu kenapa dia hamil? dia diperkosa!"


Spontan Zaky tergelak. Ia tertawa terbahak bahak, dan sekilas melihat ekspresi Tia yang sebal, Ia langsung berhenti dan menahan tawanya.


Ia menghampiri Tia dan menggendongnya ke kasur. Mereka duduk berdampingan di ranjang sekarang.


" Kau ini, kau percaya padanya? Dia saja kemarin mengatakan aku memperkosanya. Mudah saja baginya menuduh orang lain lagi."


" Tapi dia benar benar sedih saat menceritakannya padaku..",


" Yang namanya perkosaan, pasti ada buktinya! Kalau tidak ada bukti sampai kapanpun aku tidak akan percaya. Kenapa dia tidak lapor polisi jika memang di perkosa!",


" Mungkin dia takut.",


" Apapun yang ada dalam pikiranmu ini, aku tidak akan pernah percaya bahwa dia di perkosa jika tidak ada bukti. " kata Zaky mengusap kepala Tia.


" Aku mau tidur. Kau pikirkan saja dia sendiri ya", kata Zaky lagi, ia merebahkan diri dan menarik selimut. Meninggalkan Tia yang masih merenung.


Entah kenapa aku percaya padanya sekarang.


Lalu kepala Zaky muncul lagi dari balik selimut. Membuat Tia heran.


" Sayang, minggu depan aku akan ke Maldives." kata Zaky.


" Aku ikut!"


" Heh, ini bukan bulan madu. Kita kan sudah pernah kesana."


" Aku mau ke sana lagi! Aku mohon. Aku ikut ya?" mulai merengek manja, dan ikut masuk ke dalam selimut.


" Tidak, aku ke sana karena urusan bisnis. Aku akan pergi bersama Robi."


" Cih, Robi. Kau mau berbulan madu dengannya?"


" Hahaha.. Kau ini. Aku kesana ada urusan bisnis. Aku akan membangun Resort tapi karena ini pertama kalinya jadi aku akan belajar pada Paul. Kau tahu Paul kan? Temanku yang punya salah satu Resort mewah di maldives, tempat kita berbulan madu dulu."


" Iya aku tahu. " Cemberut, membenamkan kepala dalam selimut.


" Kau ini kenapa? Kita bisa pergi lain kali. Aku sudah membuat janji, ini tidak bisa di ubah lagi. Kalau aku mengajakmu nanti aku tidak bisa bekerja dan belajar."

__ADS_1


Tia membuka selimut yang menutupi wajahnya. Dia menatap Zaky tapi bibirnya masih runcing.


" Yasudah pergilah. Tapi janji kau harus mengajakku bulan madu lagi. Dulu setiap setelah melahirkan, kau selalu memgajakku liburan, tapi sejak Nami lahir kan belum pernah."


" Kita kan sudah ke Australia kemarin, ya meskipun tujuannya bukan bulan madu."


Tia tambah cemberut.


" Yasudah baiklah, setelah ini aku akan mengatur jadwal untuk kita. Kau mau kemana?"


" Venice!"


" Italy?"


" Iya, kita kan belum pernah kesana."


" Yasudah baiklah. Bulan depan kita akan ke Venice. Kau jaga diri baik baik. Aku pergi selama seminggu, dan aku tidak pernah meninggalkan kalian selama itu, ya?"


" Tenang saja. Aman."


Mereka berdua tersemyum. Lalu memutuskan untuk tidur. Berpelukan.


---


Sejak terakhir mengobrol dengan Tia, Lila merasa lebih nyaman di rumah itu. Ia tidak peduli pada Zaky yang masih dingin padanya. Ia lebih senang menikmati kebersamaan dengan mereka yang peduli padanya. Seumur hidupnya, Ibunyalah satu satunya orang yang peduli padanya. Ayahnya yang telah pergi hanya sesekali saja menanyakan kabarnya, tapi Lila sengaja menghindar. Saudaranya juga tak ada yang peduli, Dira satu satunya sepupu yang masih agak akrab, itupun baru baru ini saja sejak selesai kuliah.


Lila semakin akrab dengan Bi Tuti. Bahkan Pak Pandi juga pernah sekali duduk mengobrol dengannya. Kalau anak anak memang sudah sangat akrab.


---


Benny melihat foto foto di ponselnya. Foto yang di kirimkan anak buahnya.


" Jadi ini istrinya. Cantik sekali. Pantas saja Lila tidak bisa mendapatkan hatinya. Nikmati hari harimu Zaky, Aku akan mencari cara untuk menikmati istrimu. Hahaha.."


Benny mengirim pesan pada anak buahnya.


Cari tahu nomor kontaknya dan berikan padaku. Sisanya akan aku kerjakan sendiri. Mengerti!


---


Seminggu berlalu. Hari ini adalah waktunya Zaky akan pergi ke Maladewa bersama Robi. Tia sedang memasukkan pakaian Zaky ke dalam koper. Zaky bermain bersama anak anak. Zaky akan terbang siang ini.


Lila duduk di sebiah kursi taman di halaman depan. Ia baru saja selesai menyiram tanaman. Pak pandi yang melihat Lila keletihan mengambilkan segelas air.


" Terima kasih pak." Lila tersenyum. Pak Pandi mengangguk. Sebuah mobil berhenti. Pak pandi menarik pintu gerbang dan mobil itu masuk ke dalam. Mesin mobil mati dan seorang pria turun dari mobil. Lila yang sedang minum menoleh melihat siapa yang turun dari mobil.


Uhukk!! Lila tersedak.


Robi.

__ADS_1


Lila terbatuk batuk. Dadanya berdebar debar. Ia menunduk. Tubuhnya tiba tiba terasa panas.


Robi yang mendengar suara itu refleks melihat sumber suara. Dua langkah mendekat lalu Robi terkesiap.


Lila! Itu benar di kan? Kenapa dia di sini?


Lila mengangkat wajahnya. Ia memandang Robi.


Wajah itu, sudah lama sekali. Aku rindu. Ada apa denganku?


Robi terus menatap Lila sambil melangkah mendekat. Tia keluar dari Pintu rumah ingin mengambil sepatu Zaky. Ia melihat Robi, lantas menghampirinya.


" Kau sudah datang? Mengapa cepat sekali? Pesawatnya masih 3 jam lagi."


" Aku takut bosku teralihkan dengan istrinya. Nanti bisa terlambat ke bandara."


" Hahaha. Kau ini."


" Itu Lila?"


" Oh dia di situ? aku tadi mencarinya di dalam. Iya itu Lila."


Itu Lila dan dia biasa saja? ada apa ini? mengapa Lila di sini? Mengapa sikap Tia begini? Aneh sekali!


" Kau.. Kau tidak marah? Kenapa dia bisa di sini?"


" Marah? Kenapa harud marah? Aku malah yang mengajaknya tinggal di sini."


" Apa?? Dia tinggal di sini?!"


---


Semoga suka ya 😊


Show your love ya pembaca yang baik.


❤❤❤


☺Like


☺Commet


☺Share


☺Rate


☺Vote


☺Favorite

__ADS_1


Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.


__ADS_2