SELINGKUH

SELINGKUH
Kenyataan Pahit


__ADS_3

"Suamiku.. ber..se..lingkuh?" matanya terasa panas.


" Katakan Bi.. apa Ia berselingkuh? Pak Pandi, apa benar Ia menghianatiku? kenapa kalian diam saja?" Tubuhnya gemetar.


Bi tuti tidak menjawab, hanya menangis menundukkan kepala. Setelah berusaha menahan akhirnya Ia terpaksa mengatakannya.


"Ia nyonya, Tuan berselingkuh.."


Maaf Nyonya, Kau harus tahu..


Seketika tubuh Tia terasa goyah, Ia memegang mesin cuci. Air mata mulai mengalir di pipinya.


Apa dia bilang tadi? Iya? Iya? Suamiku berselingkuh? Tidak mungkin!


Bi Tuti menghampiri Tia dan memegangnya. Takut Tia akan rubuh.


" Bi.. katakan bi, Apa dia berselingkuh? Tidak mungkin kan bi? Bagaimana mungkin? Pak pandi, kalian bercanda kan? Bukan ini yang kalian sembunyikan... ayolahh.. Katakan itu bohong bii Aku mohon... huhuhu." Ia menutup Wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Airmata memenuhi telapak tangan itu.


" Pak Pandi! Apa? Apa buktinya? Apa buktinya suamiku berselingkuh?"


" Saya melihat sendiri Tuan sekamar dengan wanita Lain..."


"Apaaa???.... Tya berjongkok,Ia merasa pusing.


" Pak Pandi cukup!" Potong bibi tuti.


Pak pandi mengambil kursi. Dan menarik Tya untuk duduk. Hatinya juga terluka melihat Nyonyanya. Tapi dia tidak bisa menyimpan ini terus.


" Tidak bi.. ceritakan, kenapa kalian menyimpan ini semua dariku!"


Mereka berdua menunduk.


"Kapan kau melihat mereka? Kau bohongkan pak?"


Ragu Pak Pandi melihat bi tuti. Bi tuti mengangguk seakan mengiyakan Pak Pandi untuk menjawab.


" Saat saya menjemput Tuan ketika mobilnya pecah ban di desa..."


" Apa?"


Dia melihat lokasi sekolah bersama wanita itu, tapi sekolah itu ideku?


"Dan saat saya menjemput Tuan ketika katanya terjatuh dari motor, Tuan di Apartemen wanita itu..."


" Tidak.. Hiks.. Dia pergi bersama Arya.."


" Tidak Nyonya, Tuan tidak punya teman bernama Arya selain Pak Walikota.."


Tia menggeleng gelengkan kepala. Ia merasa tidak mungkin Zaky membohonginya.


" Arya itu tidak ada... apa di malam bermain futsal itu..."


Astaga suamiku.. Apa kau tega membohongiku? Mengapa? Mengapa kau tega sekali...


---


Tia mengurung diri di kamar. Ia menutup semua jendela. Anak anak bertanya di mana ibu mereka, bi tuti bilang Tia sedang sakit, dan mengajak mereka makan dan bermain. Pak pandi membantu menggendong Nami, berkeliling di taman belakang yang teduh.


Tia duduk di kasurnya , berselimut dan memeluk lututnya. Selimtnya, bajunya, basah dengan airmata. Tissu bertebaran dimana mana.

__ADS_1


Kenapa? Kenapa kau tega mengkhianati aku? Dimana salahku? Apa masakanku tidak enak? Apa aku tidak secantik dulu? Hiks...


Sikapmu padaku tidak berbah, bahkan manis sekali, bagaimana bisa di waktu yang sama kau memperlakukan wanita lain seperti itu?


Apa kau sedang bermain main?


Mengapa kau bohong tentang Arya? Apakah itu parfummnya? Apa yang sudah kau lakukan dengannya? Apa kau tidur dengannya? Apa kau juga bercinta dengannya?! Hiks.....


Siapa dia? Kenapa dia? Apa dia lebih cantik dari Aku... kenapa sayang, kenapaa...... Hiks.


Seharian Ia mengunci diri di dalam kamar. Bi Tuti sangat khawatir karena Ia belum makan sejak tadi. Nami juga belum menyusu. Meski sedikit rewel, bayi itu tertidur juga, bi tuti menyuapinya puree untu mengenyangkan perutnya.


---


Hari sudah malam. Zaky terlambat pulang. Bukan karena bertemu dengan Lila, Ia dan Robi pergi ke pertemuan para pengusaha properti. Tidak ada hal serius, hanya pertemuan basa basi.


Mobil Zaki masuk ke gerbang, bersamaan dengan ojek online. Tukang Ojek memberikan beberapa bungkusan pada Zaky, Isinya makanan. Zaky membayarnya kemudian masuk.


Tidak biasanya Ia memesan makanan dari luar.


Zaky masuk ke rumah. Tidak ada yang menyambutnya. Zaky sedikit kecewa karena dua hari ini Tia selalu menyambutnya. Ia masuk dan membawa makanan ke ruang makan. Ia bertemu Bi tuti.


" Dimana semua orang?"


" Nami bersama Pak Pandi di ruang tengah, Anak anak sudah tidur, duh padahal cupcakenya sudah datang.."


"Pak pandi? Tia mana?"


" Hemm itu, Nyonya... Nyonya sepertinya tidak enak badan. Dari pagi tadi mengurung diri di kamar, juga belum makan dari pagi.."


" Apa, belum makan? Apa dia sakit? Yasudah, tolong siapkan makanan Ini di nampan ya bi, Aku akan membawanya ke kamar."


Bi tuti lalu membawa semua bungkusan ke dapur. Ia menyiapkan makanan untuk Tia. Pak pandi datang ke dapur.


" Nami dimana?"


" Main, dengan Tuan."


" Bagaimana Ini? Apa mereka akan berpisah?" Bi tuti cemas. Ia celingak celinguk melihat ke pintu dapur.


"Aku tidak tahu, Aku sangat khawatir nyonya di kamar sendirian, aku takut dia melakukan hal hal buruk.."


" Kau ini! Jangan menakutiku!" Bi tuti memukul lengan pak Pandi.


" Aku harap tidak ada perang malam ini. aku kasihan pada anak anak." kata Bi Tuti lagi.


" Iya Bi."


Bibi Tuti lalu membawa nampan ke ruang tengah. Ia memberikan nampan pada Zaky dan mengambil Nami. Zaky beranjak ke kamar.


Zaky membuka pintu kamar, gelap, Ia menyalakan lampu. Ia meletakkan nampan di meja kecil. Ternyata Tia sudah membersihkan tissu dan mengganti bedcover. Terdengar suara air di kamar mandi.


" Sayang apa kau sedang mandi?"


" Hemm."


Tidak lama tia keluar dari kamar mandi.


" Astaga sayang, wajahmu sampai sembab begini. Kau pucat sekali. Aku akan menelepon dokter!"

__ADS_1


Tia menggeleng lalu duduk sambil mengeringkan rambutnya.


" Kau harus mimum obat, makan lah dulu, bibi bilang kau belum makan dari pagi."


Tia mengambil sepotong buah dan memakannya, lalu mengeringkan rambutnya lagi.


" Makanlah sayang, mau aku suapi?"


" Tidak!"


" Hah? Kenapa kau ini? Sudah sakit, tidak mau makan, tidak mau minum obat, aku sangat khawatir.."


Khawatir katamu, Lalu apa kau tidak khawatir padaku saat kau berselingkuh, hah?


" Aku akan tidur di luar?"


" Apa? Tidak boleh! Kau sedang sakit, Lagi pula kenapa marah marah?" Zaky berkacak pinggang.


Tia tidak menjawab. Ia menatap Zaky tajam. Lalu mengambil bantal dan selimut, Lalu keluar kamar. Zaky tidak mengejar.


Kenapa dia? Sudah sakit malah begitu, Ohh apa dia sedang datang bulan? sudahlah, aku mau mandi.


Zaky pun pergi mandi. Selesai mandi Ia keluar, berpapasan dengan bi tuti yang menggendong nami yang sedang rewel.


" Kemarikan Nami bi, biar aku yang menidurkannya. "


Bibi memberikan nami pada Zaky.


" Istirahat lah bi, kau pasti lelah mengerjakan semuanya hari ini.."


" Baik tuan. Hmm..Nyonya..."


" Dia tidak apa apa. katanya mau tidur di sofa. aku akan menidurkan nami dulu, lalu mengurusnya."


" Baik tuan."


Sepertinya tidak ada keributan tadi. Mungkin Tia sedamg menenangkan diri. Oh aku sangat khawatir.


Hampir setengah jam kemudian Zaky menidurkan nami, Ia menggendong nami sambil menggoyangkan tubuhnya seperti yang Tia ajarkan saat Zoya masih kecil. Bayi itu pun terlelap. Zaky meletakkannya di boks bayi, menyelimutinya dengan perlahan. Lalu Ia keluar kamar mencari Tia.


Ia mengintip di kamar anak anak, Tia tidak ada di sana.


Apa dia benar benar tidur di sofa?


Zaky Lalu menuku ke ruang televisi, Ia melihat Tia terlelap di sana. Rambutnya terurai hampir menyentuh lantai. Selimutnya sudah tak beraturan.


Zaky mengangkat tubuh istrinya dan memggendongnya ke kamar. Langkah demi langkah Ia menatap wajah istrinya, kemudian tersenyum.


Menggemaskan sekali, Apalagi saat marah tadi. Mungkin Ia kesal aku pulang terlambat, padahal ia sedang sakit.


Zaky menggeser pintu perlahan dengan bahunya. Takut Nami dan Tia terbangun. Ia kemudian meletakkan istrinya di tempat tidur dan menyelimutinya. Lalu Ia juga merebahkan diri dan masuk ke dalam selimut.


Ia menatap wajah istrinya dari dekat, tangannya menyentuh pipi Tia.


Sayang maafkan aku ya, tapi sekarang aku sedang berusaha. Sulit sekali melepaskan diri dari dia, kami selalu bertemu. Tapi aku akan terus mencoba, dan aku akan belajar bersyukur bahwa aku punya kamu dalam hidupku.


Zaky pun memejamkam matanya.


---

__ADS_1


__ADS_2