SELINGKUH

SELINGKUH
Melampiaskan Amarah


__ADS_3

Zaky menekan bel apartemen Benny, setelah beberapa kali akhirnya terdengar bunyi tombol passcode yang di tekan dan bip! pintu terbuka. Benny terperangah melihat pria yang berdiri di depan pintunya.


" P-presdir Zaky?"


Zaky menatap tajam, seluruh amarahnya terkumpul apalagi setelah melihat wajah pria di depannya. Adegan di video tadi tergambar jelas di kepalanya, rintihan istrinya seperti terngiang di telinganya, menambah deras arus emosi yang siap meledak.


" Ada apa menemuiku?" tanya Benny seperti gugup melihat tatapan Zaky yang tak bergeming. Ia mundur selangkah.


" Benny benny benny.." ucap Zaky sambil maju dengan kedua tangan di saku celananya. Sementar Benny mundur beberapa langkah hingga terbentang jarak beberapa meter dari tempat mereka berdiri.


"Aku sempat takjub denganmu. Presdir S&C Company, perusahaan kecil yang kemudian menggeliat, bangkit dan berkembang dengan pesat, mencuri perhatian pasar. Presdir Benny pasti bukan orang sembarangan."


" A-apa yang kau katakan.."


" Tapi ternyata aku salah. Kau hanya pecundang yang bermain dengan cara kotor, melakukan segala cara untuk memenuhi keinginanmu, tak peduli apapun itu!"


Bam! Zaky menendang sebuah Guci di tepi dinding. Benny tersentak, Ia mundur lagi. Dalam hatinya bertanya tanya, kenapa Zaky menghampirinya sendirian tanpa Robi dan pengacara. Perasaannya mulai tidak enak.


Zaky mengambil botol wine di meja tamu dan menimangnya sambil menatap Benny. Dan sekejap prank!! botol itu pecah, Zaky melemparnya ke dinding, tepat di samping Benny. Benny gentar, ia mulai membaca keadaan dan mencoba mengingat dimana dia meletakkan pistolnya.


Zaky maju dengan cepat menghampiri Benny dan menarik kerahnya dengan kasar. Zaky mendorong tubuh Benny hingga tersudut ke dinding, Kemudian Zaky menganggat sedikit cengkramannya itu, Benny ikut tertarik keatas, sedikit tercekik. Ia gelagapan.


" Apa yang kau lakukan presdir Zaky!"


"Kau, Kaulah iblis yang telah memperkosa Lila! Dan Kau menyeret istriku, mencoba untuk memperkosanya juga! Lalu Kau melenyapkan anakku! Aku takkan pernah melupakan bagaimana kau menginjak mereka dengan tanpa perasaan. Rasakan ini!"


Bukk! Sebuah pukulan telak dengan tangan kanan mendarat di wajah Benny. Darah berhamburan dari mulutnya. Zaky melepaskan Benny membiarkannya merangkak di lantai. Lalu Zaky menendangnya, Ia mengunci Bemny dengan lututnya dan memukul Benny bertubi tubi. Pukulan demi pukulan mewakili setiap perasaan marah dan rasa bersalahnya. Zaky seperti tidak sadar lagi. Ia mendengar suara rintihan Tia di telinganya dan tidak bisa berhenti memukul.


" Ampuni akuhhh..."


" Kau cuma ******** brengsek yang tidak bisa berkelahi! Kau hanya berani pada wanita!" Zaky berdiri dan menginjak pipi Benny, Benny menahan sepatu Zaky dengan tangannya. Zaky melihat pria di kakinya dengan penuh kebencian. Lalu ia terbayang Tia.


Kesadaran zaky kembali. Ia berhenti. Melihat wajah Benny yang berantakan dan kemeja putih Zaky yang penuh dengan cipratan darah, Zaky mengankat kakinya.


Aku tidak boleh membunuhnya. Tidak boleh.


Kesempatan itu digunakan Benny untuk merangkak dan bangkit. Ia membuka lacinya dan meraih pistolnya. Zaky melihatnya, sedikit tersentak melihat Benny telah lolos dan kini menggenggam pistol.


" Aku akan membunuhmu!" teriak Benny dan menarik pelatuk.


Door!! Peluru melesat bersamaan dengan api yang memantik. Namun sayang, peluru itu meleset persis di sisi bahu Zaky. Mungkin Benny tidak fokus karena lemah habis di pukuli.


Zaky berlari ke arahnya dan menendang tangannya. Pistol terjatuh. Zaky merenggutnya. Ia menodongkan pistol itu ke kepala Benny. Benny mengangkat tangannya.


Darah yang bercucuran di wajahnya, dan pistol yang tepat di dahinya, Benny sudah tidak punya harapan.


" Aku tidak punya alasan untuk mengampunimu! Kau pria keji, pergilah ke neraka!"

__ADS_1


Zaky hendak menarik pelatuk saat secara bersamaan terdengar pintu didobrak. Beberapa orang polisi berpakaian dinas lengkap menghampiri mereka menodongkan pistol pada Zaky juga pada Benny.


" Hentikan Pak. Anda tidak bisa main hakim sendiri. Kami datang untuk menangkap presdir Benny atas laporan dugaan pemerkosaan dan pembunuhan."


Zaky melepas pistolnya, pistol itu jatuh dan pak polisi memungutnya. Mereka lalu menarik Benny dan memborgolnya.


"Pak Benny, anda kami tahan. Anda mempunyai hak untuk tetap diam. Apa pun yang Anda katakan dapat dan akan digunakan untuk melawan Anda di pengadilan."


Benny yang memang sudah tak berdaya di hajar Zaky hanya menurut saat polisi membawanya. Ia menunduk, bahkan tidak berani melihat Zaky sekali lagi.


Polisi berbicara sebentar dengan Zaky bahwa ia akan di mintai keterangan terkait laporan ini yang di wakili Robi. Ya, Robi ke kantor polisi setelah mengantar Zaky tadi. Polisi juga mengatakan akan meminta keterangan Lila dan juga Tia, memastikan pada Zaky agar mereka siap. Polisi nantinya akan meminta keterangan Mira juga sebagai perekam video.


Polisi akhirnya berlalu dengan Benny. Zaky melepas kemeja putihnya yang penuh noda darah dan membuangnya ke tong sampah. Ia mencuci wajahnya di toilet lalu pergi ke parkiran. Dengan berlanjang dada Zaky berjalan santai. Ekspresinya datar. Orang orang di sekitarnya memperhatikan Zaky. Beberapa orang berbisik bisik. Ada gadis gadis yang kagum pada tubuhnya, ada juga beberapa anak muda yang mengatakan ia sedang cari perhatian. Zaky tidak peduli. Ia berdiri di pinggir jalan, menunggu.


Sebuah mobil double cabin berhenti di depannya. Ia mengenali mobil itu dan segera masuk. Ternyata itu Arya dengan mobil pribadinya.


" Kau sudah gila? Benar benar merepotkan! Kau pikir aku tidak punya kerjaan hah? Aku ini walikota."


" Aku hampir membunuh orang."


" Siapa? Mana mungkin. Memintaku menjemputmu seperti ini hanya untuk mendengar bualanmu?"


" Aku hampir membunuh Benny.."


" Hanya karena lahan?"


Srettt!! Arya menginjak rem mendadak.


" Zoya? Ifa? apa yang terjadi?" Arya menatap sahabatnya itu dengan rasa khawatir.


" Bukan. Tia sedang hamil. Saat Benny mencoba memperkosanya dan menginjak perutnya."


Arya terkejut. Ia menepuk stir dengan kuat sambil mengumpat.


" Kenapa tidak kau bunuh saja!"


" Kalau saja polisi tidak datang mungkin peluru itu sudah menembus kepalanya."


" Tidak. Kau tidak bisa, lantas bagaimana dengan anak dan istrimu nanti."


" Aku kalut. Entah bagaimana aku akan menghadapi Tia nanti. Aku suami yang payah."


" Tapi kau sudah menghajarnya. Itu cukup."


" Aku masih tidak tenang. Pikiranku kacau. Istriku, dia begitu sabar. Dia begitu memikirkan aku dan anak anak tak peduli meski ia sendiri terluka. Harusnya aku yang begitu."


" Hey! Jangan jadi lemah! Tia tidak akan senang melihatmu begitu. Ayo, aku punya cara untuk membuatmu tenang."

__ADS_1


Dan disinilah mereka. Sirkuit motorcross. Zaky memacu motor trail milik Arya dan melambung di udara. Sentakan demi sentakan, tikungan dan tanjakan Ia lalui dengan napas yang memburu. Melayang di udara sedikit membuatnya rileks, namun di tanjakan terkhir Zaky terjatuh. Tubuhnya terseret, betisnya lecet.


Arya hanya melihat dari dalam mobil. Ia tidak ingin keluar dan orang orang melihatnya, sebagai walikota dan di hari kerja, berada di tempat seperti ini tentu saja tidak tepat. Zaky tertatih mendorong motor ke pinggir sirkuit. Ia lalu terlentang di tanah menatap langit sore. Agak lama Ia kembali ke mobil setelah menaikkan motor Arya ke mobil.


" Kau sudah benang?"


" Sedikit."


"Sekarang pulanglah, temui istrimu dan minta maaflah. Mungkin saja kalian bisa membuat Zaky junior malam ini."


"Kau gila? Setelah semua ini?"


"Tentu saja! Apa kau pikir istrimu tidak merindukanmu. Setelah semua hal berat yang ia lalui, bermesraan denganmu pasti saja hal yang dia inginkan kan? Ia butuh tempat untuk bersandar."


"Kau gila."


"Terserah. Antarkan aku pulang, lalu pulanglah dengan mobilku."


---


Dimalam hari akhirnya Zaky pulang ke rumah.


Zaky memasuki gerbang rumahnya dengan mobil Arya. Pak pandi agak terkejut melihat Zaky menyetir tanpa pakaian.


Aku harus masuk ke kamar tamu sebelum Tia melihatku. Aku harus membersihkan diri. Melihatku seperti ini pasti membuatnya khawatir. Apalagi setelah menghilang seharian.


---


Semoga suka ya 😊


Show your love ya pembaca yang baik.


❤❤❤


☺Like


☺Commet


☺Share


☺Rate


☺Vote


☺Favorite


Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.

__ADS_1


__ADS_2