SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Aktifitas Kembali


__ADS_3

Kini sudah seperti biasanya, Rian mulai memasuki sekolahnya kembali dan Yuda selalu datang untuk menjemputnya.


"Rian, sarapan dulu, Nak!" panggil Sefia pada Rian yang masih menyibukkan diri di dalam kamar.


"Iya, mi." sahutnya.


Segera Rian keluar kamar dan menuruni anak tangga, lalu sarapan bersama dengan mami dan papinya.


"Kamu berangkat sekolah sama Yuda?" tanya Dedi pada anaknya.


Rian mengangguk. "Iya pi, Yuda mulai bawak motor. Katanya sih buat boncengin Rian."


"Oh, tapi hati-hati ya dijalan! Jangan ugal-ugalan."


"Siap! Kalo Yuda ngebut pasti Rian pukul kepalanya." sahut Rian seraya bercanda, membuat semuanya tertawa.


Baru saja dibicarakan, Yuda sudah datang untuk menjemput.


"Hei Yud, sini sarapan bareng!" ajak Dedi, ketika Yuda mendekati.


"Yuda udah kenyang om, barusan sarapan bareng papa." sahutnya, duduk diantara mereka.


"Yaudah tante siapin bekal buat kalian bawa ke sekolah ya?" tawar Sefia.


"Asik, mau dong Tan. Yang banyak ya!" sahut Yuda, membuat mereka lagi tertawa.


"Iya."


Setelahnya mereka berdua mulai naik motor dan berangkat bersama, tak lupa sebelumnya berpamitan pada Dedi dan Sefia.


"Papi juga pamit, berangkat kerja." ucap Dedi mencium kedua pipi istrinya.


"Iya. hati-hati. Pulangnya jangan malem!"


"Siap sayang." mengecup kening, lalu pergi dan melambaikan tangan.


****


Yuda dan Rian mengendarai motor, dan tentu itu tak luput dari pandangan gadis-gadis yang memandang ketika mereka berdua berhenti dilampu merah.

__ADS_1


"Tuh cewek-cewek dari tadi liatin lo tuh!" ucap Yuda memberitahu.


"Enggak deh, kayaknya liat lo." sahutnya.


"Kita kerjain aja!"


Rian dan Yuda saling tatap, mempunyai ide bersama.


Seketika Rian memeluk Yuda layaknya anak perempuan, begitupun dengan Yuda yang mengelus paha Rian.


Mereka berakting menjadi pasangan tidak seperti umumnya, saling memanggil dengan sebutan sayang yang disengaja agar terdengar.


Sontak gadis-gadis yang berada didalam mobil menjerit. "Aaa so sweet, mereka manis banget." ucapnya.


Membuat Yuda dan Rian menganga. "Idih, bukannya geli, mereka malah seneng." gumamnya.


Gadis-gadis itu malah memberikan kedipan dan kecupan jauh pada mereka berdua.


"Mas, mas. Sekolah di SMA Favorite ya? Nanti kita ketemu ya!" ucap salah satu gadis itu.


"Idih, siapa juga yang mau ketemuan sama lo." gumam Yuda risih.


Gangguan tak cukup disitu, sesampainya disekolah. Rian dirubungi oleh Desi, Loli dan Mega yang selalu heboh.


"Rian calon pacar masa depan, ke kelas bareng yuk!" ajak Desi ketika Rian turun dari motor.


"Heh! Rian bareng gue, ogah bareng lo." sahut Yuda.


Desi menyunggingkan bibirnya. "Apaan sih lo ganggu aja! Cuma jalan bareng doang juga." dengusnya kesal.


"Udah ah, gak usah ribut." Rian kemudian berjalan pelan kearah kelas.


Tentu Desi berjalan disampingnya, sedangkan Yuda dihalang oleh dua temannya. Loli dan Mega.


"Heh, cecunguk! Minggir! Gue mau jalan." pinta Yuda dengan kesal pada dua gadis itu.


"Gak boleh! Jalan dibelakang aja." tegasnya.


"Yaelah ribet banget sih." Yuda memutar bola matanya jengah.

__ADS_1


Sedangkan Rian berjalan bersama dengan Desi didepan, meskipun Rian tidak menghiraukan.


"Aku punya sesuatu buat Rian." mengambil kotak coklat untuk ia sodorkan.


"Apa ini?"


"Ini coklat, oleh-oleh dari bokap dari luar negeri." sahutnya.


"Oh, makasih ya." ucap Rian ketika menerima hadiah itu.


"Sama-sama." tersenyum malu.


Akhirnya Rian duduk dibangku kelas, sedangkan Yuda masih ribut dengan dua gadis itu.


"Kalo kalian bukan cewek, udah gue gibeng kalian berdua." ucap Yuda dengan kesal.


Loli, Mega bersindakap. "Coba aja kalo berani!" tantangnya.


Seketika Yuda menarik dan mencopot sebelah sepatu mereka berdua, lalu melemparkannya jauh ditengah lapangan.


"Aaaa!" teriaknya. "Lo ngapain, hah? Sepatu gue."


Yuda hanya tertawa sarkas. "Minggir makanya!"


"Huh, jahat!" umpatnya, kemudian berlari untuk mengambil sepatunya yang terlempar ke tengah lapangan.


"Lo, aja yang ngambil!" pinta Loli pada Mega. "Gue titip."


"Enak aja titip-titipan. Ambil sendiri!"


"Yah! Ngambilin doang." dengusnya.


"Awas tuh si Yuda! Kita kerjain dia nanti."


"Gue setuju! Kita kerjain balik dia." sahutnya menggebu.


****


Kamsamida :*

__ADS_1


__ADS_2