SELINGKUH

SELINGKUH
Maaf


__ADS_3

Zaky menarik Tia keluar dari apartemen Farel. Setelah masuk ke lift mereka turun ke basement. Zaky dan Tia kini di parkir area.


"Zaky, lepaskan.. sakit..." tia yang masih terisak, meringis karena Zaky terus menarik lengannya dari tadi. Zaky berhenti berjalan dan melepas tangan Tia dengan kasar. Wajahnya masih tergambar kemarahan. Ia mengangkat kedua tangannya di pinggang, maju beberapa langkah lalu berbalik.


" Beraninya kau! " Zaky berteriak membentak Tia. Tia hanya mematung sambil gemetar mendengar gertakan Zaky, Ia sangat takut.


" Apa kau sudah tidak bisa berpikir? mengapa cepat sekali mengambil keputusan! mengapa tidak mau mendengarkan aku!".


Tidak ada jawaban. Tia bahkan tidak bisa menggerakkan bibirnya. Zaky menghampirinya Lalu mencengkeram lengan Tia dengan kedua tangannya.


"Kau senang tidur dengannya?! Kau senang!"


" Enghh.. sakkkiitt..huuu..." Tia melenguh, Zaky melepaskan cengkeramannya dengan kasar.


" Mengapa bisa begitu mudah nya kau tidur dengan pria lain! Kenapa?"


" Karena aku kecewa padamu!" akhirnya keluar juga kalimat itu.


" Apa? Tia, dengar.."


" Ini hari jadi pernikahanku! dan suamiku mencium wanita lain padahal semalam dia berjanji padaku! kalian di luar kota! di hotel! entah apa hal selanjutnya yang akan terjadi! setelah semua yang ini, kau pikir bagaimana perasaanku! haa?" Tia menumpahkan kekesalannya. Kini Zaky yang terpaku.


" Bagaimana bisa kau berciuman dengannya? kau bahkan menikmati sekali!" Tia melampiaskan amarahnya pula.


" Tahan bicaramu! Kau salah paham!"


" Foto itu sangat jelas!"


" Tapi bukan berarti kau bisa tidur dengan pria lain! Aku bahkan tidak tidur dengannya!"


" Jadi kau menyesal tidak tidur dengannya? huuhu..." Tangisnya makin kencang.


Zaky Menyapu wajahnya dengan tangan kirinya, menghela napas. Ia maju beberapa langkah mendekat ke hadapan Tia.


" Apa kau belum mengerti juga? aku hanya mencintaimu, dia datang lalu menciumku tiba tiba, aku terkejut bahkan tidak sempat berkedip! dia pasti menyuruh orang memotretnya dengan sengaja!",


" kau bohong",


" Lihat ini, robi membuat salinan cctvnya. Aku bisa gila jika harus selalu mengumpulkan bukti untukmu! kau tidak bisa percaya padaku!",


Tia lalu maju dan meraih ponsel Zaky, melihat adegan sebenarnya, bagaimna lila datang menyapa lalu mencium Zaky tiba tiba. Tangannya gemetar dan Ia tiba tiba menjadi lemas. Ia menutup matanya.


Wanita jahat. harusnya aku sadar.


" Kau lihat ? bagaimana dia menjebakku? dan kau semudah itu tidur dengan pria lain!" Zaky menendang di udara. Kesal.


" Aku.. tidak tidur dengannya.."


" Kau pikir aku percaya? hah! kalian berdua telanjang!", Zaky meninju tiang basement.


" D-dia sedang mandi saat kau mengetuk pintu dan aku b-baru akan ganti baju untuk pulang.."


" ganti baju katamu? baju apa?" Zaky mengangkat dagunya ke Tia. Tia menunjukkan bungkusan di tangannya. Zaky merampasnya. Pakaian Tia jatuh di lantai. Dan melihat Lingerie itu membuat Zaky meledak lagi.


" Sialan! Kau bahkan mengenakan itu di depannya! Oh Tuhan aku bisa gila!"


" Ini tidak seperti yang kau pikirkan... huhuu.."


" Jadi apa! Apa!"


" Aku ingin tidur dengannya. Aku memakai ini untuk menggodanya karena kesal padamu! tapi tadi aku memakai Outer ini. Setelah dia pulang kantor aku berubah pikiran, aku memutuskan akan pulang lalu mengganti pakaian sementara Ia mandi. lalu tiba tiba kau muncul." Tia menjelaskan sambil menangis.


Zaky diam mematung. Hening sejenak.


" Kau bersumpah?"


" Iya"


" dia tidak menyentuhmu?", tia menggeleng.


" Sedikitpun?", tia mengangguk. Sedetik kemudian Zaky menarik kemudian menghela napas lega. Ia menengadahkan kepala dengan satu tangan di kepala.

__ADS_1


Syukurlah.


Zaky lalu berjalan maju segera memeluk Tia. Tia juga memeluk dengan erat.


" Maafkan aku, aku sangat cemburu. Tolong jangan begini lagi, aku bisa gila".


" Iya, maafkan aku juga, harusnya aku percaya padamu... harusnya aku tidak membuat keputusan bodoh",


" aku benar benar gila, aku membatalkan kesepakatan milyaran karenamu, tahu?",


"apa?",


"Iya, dan aku naik pesawat di kelas ekonomi hari ini, hanya untuk menahanmu. Aku juga hampir membunuh orang".


"Maafkan aku sayang..."


Keduanya melepas pelukannya dan saling menatap.


"Ayo janji untuk saling percaya, apapun yang terjadi",


"Iya..",


dan malam itu berakhir dengan makan malam ala kadar di rumah. Dan berakhir di ranjang tentunya.


---


Robi dalam perjalanan ke apartemen Lila. Ia membawa beberapa makanan dan jus. Begitu tiba, Ia menekan bel. Lila membukakan pintu dan sangat terkejut demgan kedatangan Robi. Ia menyuruh Robi masuk, Lalu duduk di sofa.


"Ada apa?",


"Kau baik baik saja?",


"Iya",


"Masih mual?",


"Masih, ada apa kesini?",


"Kau pasti senang sekali kan karena sudah membuat mereka salah paham?",


"Ohh jadi karena itu, tentu saja. Jika aku tidak bisa memilii Zaky, maka tidak ada yang boleh memilikinya",


"Tapi mereka tidak berpisah",


Apa?


"Mereka masih bersama. Tidak terjadi apa apa. Kau tahu kan apa itu cinta? itulah yang menyatukan mereka."


Raut wajah Lila berubah sesaat setelah mendengar perkataan Robi.


"Jadi Lila, sekarang pergilah... Berapa kali harus ku ingatkan?"


"Aku tidak akan pergi sampai mereka berpisah!"


"Zaky akan melaporkanmu ke polisi",


"Apa?"


"Kau sengaja menciumnya lalu memfitnah, kau akan di laporkan dengan pasal 335, perbuatan tidak menyenangkan",


Tidak ada cara lain, aku harus menipumu. Pasal itu sebenarnya sudah di hapus MK.


Mendengar itu Lila terpaku.


"Kami sudah mendapatkan salinan cctv di hotel, dan juga foto yang kau kirimkan pada Tia sebagai bukti",


Deg!


"Jadi Lila, Jika kau tidak berhenti sekarang, maka kau tahu bagaimana ini akan berakhir",


Aku tidak ingin di penjara. Lagipula aku sedang hamil.

__ADS_1


"Kau tetap boleh tinggal di sini, tapi jauhi mereka. Atau kau bisa pulang kerumah ibumu, itu lebih baik bagimu karena kau sedang hamil",


Lila mulai berlinang airmata.


"Hidup sangat tidak adil bagiku". Ia tersenyum getir.


"Kau tahu Robi? 20 tahun yang lalu aku dan ibuku memergoki ayah yang berselingkuh. kami hidup dengan luka".


Alis Robi memgernyit, sementara Lila menunduk menatap lantai, dengan tatapan nanar.


"Selama itu aku tidak percaya yang namanya kesetiaan. Aku senang sekali merebut pacar temanku, ada kebanggaan di dalam diriku, setelah berhasil, aku mencampakkan pria itu. Aku merasa puas".


Robi mendengar dengan seksama.


"Dan sekarang, takdir membawaku pada Zaky, aku jatuh cinta padanya, tapi merebutnya tidak semudah yang aku lakukan dulu. Aku di perkosa benny, dan hamil. Zaky juga membenciku, huhu...."


"Lilaa..."


"Hidupku... tidak tahu bisa seburuk apa lagi..."


Robi pindah ke sisi Lila lantas memeluknya.


"Kau harus menemui benny, dia meneleponmu kan?",


"Ia hanya akan menyakiti aku lagi. Lagi pula dia sudah menikah juga...",


Ada apa denganmu Lila, mengapa hidupmu rumit sekali. Sekarang kau malah hamil dan tidak punya suami.


Lila menangis di pundak Robi yang hangat, Robi membiarkannya saja.


"Aku akan pulang ke tempat ibu..."


Robi tersenyum mendengarnya.


"Robi, apa kau mau mengantarkan aku? Oh tidak.. nanti istrimu marah".


"Bersiaplah, aku akan mengantarmu".


Lila menatap lekat wajah Robi.


"Kau baik sekali Robi. Kau selalu peduli padaku".


"Kau seperti adikku sekarang, jadi kau harus mendemgarkan aku. Pulanglah ke sana. Setelah bayinya lahir, kita akan urus benny",


"Tidak. Aku tidak mau benny tahu",


"Baiklah.. Aku hanya merasa marah karena Ia memperkosamu".


"Aku akan melupakannya saja... aku bersiap siap dulu".


Robi mengangguk. Lila bangkit untuk menyiapkan barang barangnya.


Kau tahu Lila, aku mencintaimu. Tapi aku tidak berharap untuk itu. Kau tidak akan bahagia bersamaku. Tidak ada perempuan yang bisa menerimaku.


---


Semoga suka ya 😊


Show your love ya pembaca yang baik.


❤❤❤


☺Like


☺Commet


☺Share


☺Rate


☺Vote

__ADS_1


☺Favorite


Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.


__ADS_2