SELINGKUH

SELINGKUH
Terpuruk


__ADS_3

Lila menatap Zaky,


Kau milikku.


Zaky terbangun dan menatap Lila.


" Tia..." Zaky mengira Lila adalah Tia.


Lila hanya tersenyum. Dia mengambil ponselnya dan menyalakan voice record.


" Zaky, Apa kau mencintaiku?"


"Emhh.. Aku mencintaimu sayang..."


" Apa kau memilihku dari dia..."


" Tentu saja... enghh.." Zaky bangkit dan memeluk Lila.


" Apa aku boleh memelukmu malam ini?" Tanya Zaky.


" Tentu saja..." Jawab Lila sedikit tertawa. Ia berhenti merekam.


Ini cukup untuk membuat dia percaya bahwa suaminya mencintaiku.


Lila tiba tiba merasa mual. Ia beranjak ke kamar mandi. Sampai di sana ternyata tidak jadi muntah.


Mengapa ini mengganggu sekali. Hey bayi, apa kau marah? Aku tidak akan tidur dengan papamu. Aku hanya menjebaknya saja. Aku akan tidur dengannya saat dia jadi milikku nanti. Apa indahnya tidur dengan orang mabuk.


Lila keluar dari kamar mandi. Ia menghampiri Zaky dan mulai membuka kemeja dan celana panjang Zaky. Ia sampai membuang muka, karena sebenarnya Lila tidak pernah bermesraan dengan siapapun sebelumnya. Dan beny, dulu mereka hanya berciuman, dan malam naas itu Lila sama sekali tidak sadar.


Lila tidak berani membuka semuanya, Ia pikir itu cukup untuk foto foto saja. Lila juga membuka pakaiannya sendiri lalu tidur di samping Zaky. Zaky tertidur lagi sejak di tinggal ke kamar mandi.


---


Pukul 4 pagi. Tia tidak bisa tidur. Ia memikirkan zaky dan Lila.


Apa mereka sudah pulang? Mereka tidak tidur bersama kan? haruskah aku meneleponnya?


Tia meraih ponselnya dan membuat panggilan. Beberapa kali tersambung tapi tidak diangkat.


Dia sedang tidur kan? Sendiri kan? Oh Tuhan. Jangan biarkan suamiku tergoda dengan wanita itu. Aku harus ke apartemennya!


Tia mengambil outer nya dan juga kunci mobil. Ia berjalan ke garasi. Pak pandi sekilas melihat orang lewat dari jendela kamarnya. Kamar pak pandi terpisah dari rumah utama, persis di samping garasi. Ia segera keluar begitu terdengar suara mesin mobil menyala.


" Nyonya? Nyonya mau kemana?"


" Saya harus ke apartemen Zaky pak."


" Tapi kata tuan, nyonya tidak boleh pergi pagi buta begini."


" Saya harus pak."


" Saya antarkan ya. Bahaya sekali menyetir masih gelap begini. Kalau di rampok bagaimana?"


Berpikir sejenak.


" Yasudah..."


Tia Turun lalu pindah ke kursi belakang.


---


Lila duduk di pinggir kasur, menusuk telunjuknya dengan peniti.


Owhh!


Darah menetes di atas kasur. Ia ingin darah itu menjadi bukti bahwa Zaky telah menidurinya. Ia tersenyum.


Lila dengan susah payah mengambil beberapa foto. Ia harus mengangkat Lengan zaky, juga kepalanya, agar foto terlihat meyakinkan.


" Hmm.. bagus. Ini sangat meyakinkan. Hoamm.. aku ngantuk sekali. Sudah jam 4 lewat. Aku akan tidur. Karena besok akan ada pertunjukan sandiwara. hahaha."

__ADS_1


Lila mendengar suara ponsel bergetar. Setelah mencari cari akhirnya Ia menemukannya.


Istrinya. Biarlah. Sabar ya, besok aku akan mengirimkanmu foto.


Bip bip.


Terdengar olehnya suara tombol passcode.


Apa dia di luar. Ohh.. jackpot!


Lila menutup tubuhnya dengan selimut. Tidak Lupa ia mengangkat lengan Zaky dan meletakkan di pinggangnya sendiri. Dia tersenyum . Ia berbaring menghadap ke cermin yang memantulkan pintu kamar. Berharap bisa mengintip reaksi Tia. Jahat.


---


Pak pandi menunggu di mobil. Tya naik sendiri. Ia menekan passcode, Karena Ia tahu bahwa hampir semua yang memerlukan kode, Zaky pasti menggunakan tanggal lahirnya.


Pintu terbuka. Dadanya bergemuruh. Ia melangkah ragu. Tangannya tergenggam, menguatkan diri.


Ya Tuhan. Mengapa aku takut sekali. Apa dia sudah pulang. Semoga tidak ada Lila di sana. Aku tidak akan sanggup melihatnya.


Lila membuka pintu. Ia maju sedikit. Terlihat ada yang tidur di atas kasur. Ia maju sedikit lagi.


Ya.. dia sudah pulang,


tu- tunggu.. rambut itu..


Deg!


Jantungnya terasa melambat. Matanya mulai berkaca kaca. Tya menutup mulutnya. Maju untuk memastikan. Ia memegang ujung selimut, dan menariknya sedikit dan perlahan. Dan akhirnya Ia mendapati Suaminya memeluk wanita lain tanpa pakaian.


Deg!


Zaky..


Dunia terasa runtuh. Tubuhnya bergetar, Airmata jatuh tak tertahankan. Ia menggenggam kalungnya.


Teganya kau..


Tia melangkah mundur. Ia tidak dapat mengendalikan dirinya. Tubuhnya menubruk vas di atas meja kecil.


Suaranya sangat nyaring. Zaky tersentak. Lila juga, tapi dia tetap pura pura tidur sambil mengintip ke cermin.


" Engh.. sayang.. itu kau.."


Zaky mengerjapkan matanya. Berusaha fokus melihat ke depan. Tia berdiri di sana menangis senggugukan sambil menutup mulutnya.


" Kenapa kau menangis..."


Zaky baru akan bangkit ketika kemudian di sadar ada tubuh lain di sampingnya.


Lila..


Dengan cepat Zaky sadar akan situasi ini.


" Sayang!"


Zaky menoleh ke tia dengan cepat. Tia menggeleng lalu berlari keluar. Zaky segera bangkit lalu sadar Ia tidak memakai pakaian. Ia memungut pakaiannya, mengenakannya lalu berlari menyusul Tia.


Lila melihat semuanya dengan jelas lewat pantulan cermin. Ingatannya kembali ke masalalu. Saat itu Ia dan ibunya akan berkunjung ke rumah nenek, lalu dompet ibu tertinggal dirumah sehingga mereka kembali lagi untuk mengambil dompet. Ibu berdiri di depan pintu hampir terjatuh. Lila penasaran dengan apa yang di lihat ibu, lalu mengintip. Ayahnya di atas ranjang bersama tante lisa tetangga mereka. Ibu sangat terpukul, Apa yang Ia lihat saat tia memergokinya tadi nyaris persis seperti yang di alami ibunya dulu. Tiba tiba dadanya agak sesak. Lila menghela nafas.


---


Tia berjalan sempoyongan ke mobil. Ia terlihat buruk. Masih menangis. Pak pandi membopongnya, tidak bertanya apapun. Pasti ada yang salah dengan Tuan, pikirnya.


Sepanjang perjalanan Tia menangis, bahunya berguncang seiring dengan tangisnya. Pak pandi memberikan tisu.


Zaky.. Aku pikir aku wanita yang kuat. tapi tidak.. Kau bilang mencintaiku, tapi tidak... kau bilang akan melepaskan lila, tapi tidak.. kau membohongiku Zaky.. Aku akan melepaskanmu.. aku tidak sanggup ya Tuhan..


" Pak, jangan pulang, Zaky pasti ke rumah. Aku tidak ingin bertemu dengannya."


"Baik nyonya.."

__ADS_1


Hari semakin terang, matahari terbit dari penjuru timur. Awal hari yang Indah tapi mungkin Akhir yang buruk bagi pernikahan Zaky dan Tia.


---


Zaki memacu mobilnya dengan cepat. Tiba dirumah Ia berlari masuk ke dalam, mencari Tia. Anak anak ikut panik kehilangan ibu mereka, Bi tuti terpaksa berbohong mengatakan mamanya sedang berbelanja dengan pak pandi.


Zaky duduk di teras depan dengan raut gelisah. Ia merasa bersalah dan bodoh. Bisa bisanya Ia minum sampai mabuk dan melakukan hal bodoh. Ia bahkan tidak yakin Tia akan percaya nantinya. Ia duduk menekuk, menopang kepalanya dengan siku di lutut.


" Tuan, pulanglah. Pak pandi menelepon, Tia tidak akan pulang sampai tuan pergi, Tia tidak ingin bertemu tuan dulu. Mengertilah tuan. Apapun itu, Ia pasti sedang sangat terpukul.


Zaky menatap bi tuti dengan tatapan memelas.


"Apa aku akan di maafkan bi?"


"Saya tidak tahu tuan. Tapi berusahalah. Tia itu, Saya bertemu ia sejak dia SMA dan menemaninya dari kuliah hingga sekarang. hatinya seluas samudera."


Zaky menghela napas lalu bangkit dan pergi.


---


Di mobil, Tia membuka voice record yang di kirim no tidak di kenal. Ia membukanya.


"Zaky, Apa kau mencintaiku?"


"Emhh.. Aku mencintaimu sayang..."


" Apa kau memilihku dari dia..."


" Tentu saja... enghh.."


" Apa aku boleh memelukmu malam ini?"


" Tentu saja..."


Airmata yang baru saja mengering kembali menetes. Sumpah demi apapun, tak ada yang lebih menyakitkan daripada mendengar orang yang kita cintai mengikrarkan cinta pada orang lain. Dadanya terasa sesak seperti terhimpit batu. Perih, hatinya sangat perih mendengar perkataan Zaky pada Lila.


"Pak.. kita pulang."


" Baik nyonya."


Pak pandi adalah saksi kepedihan yang di rasakan Tia hari ini. Dan setelah mendengar rekaman barusan, Ia menjadi benci pada majikannya.


Aku baru tahu kau pria yang tidak baik tuan.


---


Lila memakai pakaiannya. Ia melihat ponselnya, tidak ada balasan atas rekaman yang baru di kirimnya.


Dia pasti terpukul.


Tersenyum sinis. Ia duduk di depan televisi menunggu Zaky kembali ke apartemennya. Memulai sandiwara. Pura pura di perkosa.


Ayo kita bertemu ayahmu.


Lila mengusap perutnya.


---


Semoga kalian suka 😊


Kalo aku sih suka sama jejak kalian 😂


❤❤❤


Like


Comment


Rate


Vote

__ADS_1


Favorite


❤❤❤


__ADS_2