
"Lo kenapa?" tanya Yuda heran, pada temannya yang tengah menyandarkan kepalanya diatas meja kelas. "Pagi-pagi udah uring-uringan aja."
"Gak kenapa-kenapa kok." sahutnya dengan malas, tak bertenaga.
"Yaelah." Yuda hanya bisa menggelengkan kepala melihat temannya yang tampak tak seperti biasa akhir - akhir ini. "Ini gara-gara Desi nih, temen gue jadi gak punya semangat hidup kayak gini." tebaknya, sembari meledek.
Namun Rian tak menghiraukannya, ia malah asyik menyandarkan kepalanya serta memejamkan matanya.
Ketika ia mendengar suara Desi dan kedua temennya memasuki kelas, segera Rian bangkit dan langsung menutup mulut Yuda dengan telapak tangannya. Karena jelas saja, Yuda hendak memanggil Desi untuk menyemangati temannya yang ia lihat sudah tak bersemangat.
Yuda menepis tangan Rian. "Apaan sih lo? Gue kan mau manggil bebeb gue bukan si Desi." ucapnya serbari mendengus.
"Dih! Lo pikir gue gampang ditipu apa?" sahutnya. "Lo pasti mau panggil Desi biar kemari."
"Lah, ngapain juga gue manggil si Desi? Lo kan seneng banget kalo dia gak dateng dan gangguin lo lagi." ucap Yuda dengan makna yang tersirat, mencoba memastikan perasaan lewat ekspresi dari temannya ini.
Dan pasti Rian lagi-lagi menunduk sedih. "Ah, iya lo bener." sahutnya, lagi lagi menyandarkan kepalanya diatas meja dengan lelah.
Yuda tertawa geli dalam hati melihat perasaan temannya yang kini terlihat sangat jelas, dan seketika itu pula Yuda memanggil nama gadis itu membuat Rian jadi kesal padanya.
"Des! Desi!" teriak Yuda sembari memanggil.
Sontak Rian jadi kaget, ingin menutup mulut temannya itu tapi sudah terlanjur. "Argh sialan nih anak." dengusnya, Yuda jadi tertawa.
__ADS_1
Mendengar Yuda memanggil namanya, Desipun melangkah mendekatinya. "Iya Yud, ada apa manggil gue?" tanyanya.
Tanpa menunggu jawaban iseng dari Yuda, seketika Rian beranjak berdiri lalu menarik tangan Desi agar mengikutinya keluar kelas.
"Wah! Cepet juga bertindaknya." gumam Yuda dengan ledekannya yang khas.
"Ke kantin yuk, beb!" ajak Mega, datang mendekati dengan Loli.
"Yuk!" sahutnya.
****
Rian menarik tangan Desi, menggenggam jemari gadis itu dan membawanya ke taman di halaman belakang kelas.
Dan Desi hanya mengangguk kecil saja sebagai jawabannya. "Iya." sahutnya sembari menahan gejolak dijiwanya.
"Gu.. gue mau tanya." ucapnya terbata, seakan tenggorokannya tersekat karena malu. "Kenapa beberapa akhir akhir ini lo ngehindarin gue?"
"Aku gak menghindar kok." sahutnya.
"Tapi lo gak kayak biasanya Des, buat gue kepikiran." mengusap wajahnya dengan frustasi membuat Desi salah paham.
Rian terlihat kesal pada dirinya sendiri yang masih bingung dengan perasaannya, ia pun juga tak suka jika Desi menghindarinya. Tetapi yang Desi lihat berbeda, seakan Rian marah dan kecewa padanya karena seakan membuat Rian jadi kesusahan selama ini.
__ADS_1
"Maaf kalo aku udah bikin kamu kepikiran, maaf juga kalo aku udah nyusahin kamu selama ini." sahutnya menunduk. "Aku gak akan ganggu kamu lagi mulai saat ini."
Rian mengernyitkan dahi, bingung. "Maksud lo?"
"Aku menyerah, Rian. Aku sadar diri kalau selama ini hanya membebanimu, mengusik hidupmu dan kamu gak akan pernah memberikan hatimu sama aku." sahutnya membuat segalanya jelas. "Aku ke kelas duluan." pamitnya kemudian, melangkah cepat meninggalkan Rian yang tertegun dan mematung.
Desi berjalan menunduk sembari mengusap genangan air mata yang ia tahan sedari tadi. Bagaimana mungkin dia bisa merelakan cinta pertama serta perjuangannya selama ini dengan mudahnya, baginya sulit. Tetapi Desi seakan tak punya kesempatan lagi.
Bukankah mencintai hanya sebelah tangan itu begitu sangat melelahkan? Mungkin Desi saat ini sudah berada di puncak lelahnya.
Sedangkan Rian jadi mengepalkan jemarinya, bahkan membenci dirinya sendiri yang mencoba melawan perasaannya sendiri.
Rasa bersalah pada Putri, terngiang akan penderitaan gadis itu, entah dimana ia sekarang. Membuat Rian tidak bisa memaafkan dirinya sendiri, bahkan ia rela membohongi perasaannya sendiri pada Desi.
Rian melemparkan tubuhnya, duduk lelah dibangku taman sembari menghela nafas dalam-dalam. "Maafin gue, Des." gumamnya.
****
Maaf baru Update -_-
Akan crazy up hari ini, mohon ditunggu serta dukungannya ya :*
mohon maaf lahir batin.
__ADS_1