SELINGKUH

SELINGKUH
Bukan Orang Bodoh


__ADS_3

Zaky tengah berada di ruang kerjanya dengan Robi dan pengacaranya. Mereka berencana melayangkan somasi pada Benny terkait berita hoaks perselingkuhannya. Pengacara segera menyiapkan petikannya. Zaky sesekali terlihat melamun. Entah apa yang ada dalam pikirannya, semua masalah ini terjadi begitu tiba tiba.


Hampir sejam mereka berkutat dengan surat somasi itu, akhirnya selesai juga. Zaky menuntut Mira meminta maaf di media atas hoaks yang di sebarkannya, dan mengakui bahwa semua adalah fitnah. Jika tidak mengambil tindakan dalam 3x24 jam, maka pihak Zaky akan melaporkan ke pihak yang berwenang. Pengacara Zaky pamit pulang. Kini hanya tinggal mereka berdua di sana.


Zaky memegang kepalanya bersandar di sofa ruang kerja. Robi juga bersandar memperhatikan bosnya, tidak tahan akhirnya Ia angkat bicara.


" Bos, kau baik baik saja?"


"Aneh sekali, kau tahu? Tia mengakui mereka berselingkuh!"


" Dan kau percaya?"


" Tentu saja tidak, aku bukan orang bodoh. Hanya saja, mengapa ia mesti mengakuinya?"


" Benny pasti mengancamnya. Atau, kau mungkin mengancam akan menghabisi Benny?"


" Kau benar. Aku mengambil pistol di hadapannya, ia pasti ketakutan. Apa yang di lakukan benny pasti membuatnya shock. Lebih baik aku tidak bertanya dulu."


" Apa dia terluka?"


" Tidak, tapi dia pucat sekali. "


" Sekarang bagaimana?"


" Kita menunggu saja sikap Benny, apa tindakan yang akan ia ambil. Aku juga akan memikirkan balasan yang pantas untuknya karena mengganggu istriku yang berharga. Untuk Tia, mungkin sementara waktu aku akan pura pura percaya saja. Agar ia merasa aman."


Robi mengangguk, Robi ijin pamit sementara Zaky masih ingin menenangkan diri sejenak. Robi keluar dari ruang kerja Zaky, Ia bertemu dengan Lila yang ternyata sudah menunggunya keluar.


"Bagaimana?"


" Zaky akan melayangkan somasi."


" Aku yakin Tia tidak selingkuh, Benny pasti menjebaknya. Entah apalagi yang di lakukannya pada Tia. Dia belum mau bicara."


" Kami juga yakin begitu, tapi tia justru mengatakan sebaliknya."


" Apa? Benny pasti menekannya.."


Tiba tiba anak anak datang menghampiri mereka. Zoya dan Ifa ingin mengajak Lila makan siang bersama.


" Pergilah makan, aku makan di luar saja. Jaga kesehatanmu, kelahirannya semakin dekat kan?"


Lila mengangguk lalu pergi bersama anak anak. Robi melangkah keluar rumah.


Benny. Nama itu seperti tidak asing. Seperti ada Benny lainnya yang aku kenal. Dimana aku mendengarnya. Aku tidak punya teman bernama Benny.


---


Malam hari, akhirnya Zaky masuk ke kamar. Tia sendiri memang tidak keluar sejak tadi, makan siang dan malam pun di antarkan bibi ke kamar.

__ADS_1


Zaky membuka pintu kamar. Ia membuka pakaian dan masuk ke kamar mandi tanpa mengucap sepatah katapun. Tia hanya memandanginya.


Sudah pasti ia marah karena aku berselingkuh. Lalu sekarang aku harus bagaimana?


Zaky selesai mandi, masih diam saja ia mengambil pakaian di lemari, setelah mengenakannya ia melihat ke Tia sebentar, Tia gelagapan.


" Aku tidur di kamar lain." Zaky berlalu pergi.


Tia menatap daun pintu yang tertutup kembali.


Aku sangat bodoh. Tapi aku tidak ingin dia mendapat masalah. Semoga ini tidak bertambah buruk esok hari.


---


Di kamar yang lain Zaky merebahkan diri di atas ranjang. Ia tidak berhenti memikirkan apa yg mungkin terjadi pada Tia. Tapi Ia tidak mau gegabah. Sejak dalam pesawat Ia terus mengingat akan mengambil pistolnya dan menembak kepala Benny, tapi tiba di kamar tadi, mendengar pengakuan tia itu, ia sadar itu bukan tindakan yang tepat. Menembak Benny? bisa saja ia di penjara, lalu bagaimana dengan Tia dan anak anak?


Aku akan mencari cara untuk membalas ******** itu karena menyakiti istriku. Tunggu saja Benny. Kau sudah tamat.


Sayang maafkan aku. Sementara aku akan menjaga jarak denaganmu. Kau pasti merasa insecure dengan tempramenku kan? Entah apa yang di lakukannya padamu, aku akan mencari tahu sendiri.


---


Lila mengetuk pintu kamar Tia setelah melihat zaky keluar tadi. Setelah beberapa kali ketukan baru terdengar suara tia mengijinkan masuk. Lila pun masuk ke sana. Ia menghampiri tia dan duduk di pinggir ranjang.


" Kau sudah baikan?" tanya Lila


"Aku membawakan jus untukmu." Lila meletakkan jus itu di samping Tia.


"Kak..."


" Hem?"


"Jika aku boleh memanggilmu begitu, mengapa aku tidak boleh tahu apa yang terjadi padamu?"


" Apa yang di beritakan di media, itulah yang terjadi."


" Kau mungkin bisa mencoba membohongi orang lain, tapi tidak dengan aku. Aku tahu benar siapa Benny. Aku juga kenal dengan Mira istrinya. Aku dulu bekerja di perusahaannya."


" Apa?"


" Aku dulu punya hubungan dengan Benny. Hubunganku dengan Zaky pun pada awalnya adalah campur tangan Benny."


" Benarkah?"


" Dia akan melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya. Ia ingin lebih baik dari Zaky, itu sebabnya aku datang dengan kemauannya, untuk menggoda Zaky, meskipun pada akhirnya aku terseret dengan perasaanku sendiri. Tapi sekarang tidak lagi. Apa kau ingat saat Zoya hampir di culik? entah kenapa aku berpikir ini ada hubungannya dengan Benny. Dan tadi pagi saat melihat semua berita ini, aku semakin yakin Benny pasti mencoba menghancurkan Zaky melaluimu. Ia menjebakmu untuk mengacaukan Zaky."


Apa yang kau ucapkan itu benar Lila. Oh Zoya, andai saja tidak ada Lila waktu itu, entah apa yang akan terjadi padanya.


" Dia menjebakmu! Kau harus menceritakan semuanya agar kita bisa melaporkan Benny."

__ADS_1


" Tidak Lila. Cukup. Ini sudah buruk, aku tidak ingin menambah masalah."


" Tapi kita tidak bisa membiarkannya menghancurkan Zaky."


"Tentu saja aku tidak akan membiarkannya."


Toh aku begini juga sedang melindungi suamiku.


" Lila, aku juga tidak punya bukti, tidak akan ada yang percaya, apa lagi setelah beredarnya foto itu dan video kedatanganku di apartemennya."


" Aku percaya padamu, aku yakin semua begitu."


" Akan lebih baik Zaky tidak percaya, aku tidak mau dia hilang akal dan menghabisi Benny, mengotori tangannya sendiri dengan darah biadab itu."


Lila menghela napas. Mungkin di satu sisi Tia benar. Sesama perempuan tentu saja mereka takut dengan kekerasan. Apalagi dampaknya juga pada anak anak.


"Lalu bagimana?"


" Aku akan meninggu waktu yang tepat dan mengumpulkan bukti, baru aku akan memberitahu Zaky yang sebenarnya. Setidaknya sampai amarahnya mereda, biar saja ia berpikir aku selingkuh."


Lila diam menatap Tia lama. Setidaknya Lila tahu yang sebenarnya. Ia menggenggam tangan Tia.


" Aku bersumpah akan membalas kebaikanmu dengan membalas perlakuan Benny padamu. Apapun caranya."


Airmata tia mengalir di pipi. Lila pun ikut menangis. Mereka saling berpelukan.


Terima kasih Lila, semoga aku kuat dan mampu membereskan masalah ini nanti. Aku akan membuktikan mereka bahwa aku bukan orang bodoh, aku bersumpah akan membalas mereka.


---


Semoga suka ya 😊


Show your love ya pembaca yang baik.


❤❤❤


☺Like


☺Commet


☺Share


☺Rate


☺Vote


☺Favorite


Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.

__ADS_1


__ADS_2