
Hari ini Tia akan pergi mengunjungi yayasan. Akan ada pertemuan para donatur di sana. Bibi sania dan eddy telah mempersiapkan acaranya. Akan banyak tamu yang hadir. Tia mengajak Zaky pergi bersama, tapi karena ada urusan Zaky akan menyusul.
Mobilnya melaju di tengah keramaian. Sebuah sedan hitam mengikutinya sejak Ia keluar dari gerbang rumahnya. Itu Lila. Ia berencana akan mempermalukan Tia dengan memberitahu bahwa ia hamil karena Zaky. Ia pikir Tia akan pergi ke mall, Ia akan melabraknya di sana untuk meminta pertanggung jawaban. Namun setelah beberapa lama mengikuti Tia, ternyata Tia berhenti di depan sebuah gedung, Yayasan Pelita Harapan untuk anak anak penderita kanker, Lila membaca papan nama gedung itu.
Ramai sekali di sana. Acara apa ini? Terserah, lebih ramai lebih bagus. Aku akan mempermalukan mu!
Lila memarkir mobilnya agak jauh dari gerbang masuk. Ia ingin menunggu hingga acara di mulai. Ponselnya berdering. Ia menjawabnya. Panggilan dari Robi.
" Kau sedang apa?"
" Bukan urusanmu! Untuk apa meneleponku!"
" Aku hanya takut kau melakukan hal yang tidak tidak. Kau dimana?"
Lila tersenyum.
" Aku di Yayasan pelita harapan"
" Kau benar benat kelewatan! Cepat pergi dari sana!"
"Aku sudah bilang kan, aku tidak akan menyerah sampai mereka berpisah!"
Robi menutup panggilannya. Ia mendengus kesal.
" Bagaimana Ia tahu bahwa akan ada acara penting di sana? Apa lagi yang akan di lakukannya? Aku harus ke sana".
---
Tia mengobrol dengan beberapa donatur, beberapa dari mereka adalah teman sendiri, acara ini jadi seperti reuni.
Lila masuk dan berbaur di antara orang orang, mencari sosok Tia. Akhirnya Ia melihatnya, Lila tersenyum. Ia berjalan mendekati Tia dan berdiri di belakangnya.
"Wah wah wah, Kau terlihat seperti wanita baik baik, siapa yang menyangka bahwa suamimu sangat bejat!"
Tia dan puluhan pasang mata lainnya menatap Lila. Tia mengeryitkan alisnya.
" Lila? kau disini?"
"Iya, mengapa? kau takut aku membongkar kelakuan suamimu?"
Semua mata balik menatap kearah Tia. Seorang teman bertanya pada Tia tentang apa yang terjadi, Tia menggeleng.
" Jangan pura pura lupa! Suamimu memperkosaku 3 minggu yang lalu"
Terdengar suara hadirin yang terkejut bersamaan, mereka mulai berbisik bisik. Wajah Tia merah padam. Lila mempermalukannya di depan orang orang penting.
" Kau tahu itu tidak benar!" jawab Tia setengah berteriak.
Bagaimana aku membela Zaky, aku tidak mungkin bi**cara tentang boxer di sini kan?
"Lalu ini apa? Lihat ini!" Lila mengeluarkan foto hasil usg. Suara bisik semakin berisik. Tia meraih hasil usg itu.
" Aku hamil. Anak suamimu!"
Tangan Tia bergetar. Ia melihat nama Lila di foto itu.
__ADS_1
Ia hamil? ini memang miliknya, tunggu dulu, inikan?
"Tiga minggu yang lalu suamimu memperkosaku. Aku bahkan belum pernah berhubungan dengan pria manapun. Apa kau tidak malu dengan perbuatan suamimu. Kau pasti sibuk sekali sehingga tidak bisa melayaninya, jadi Ia memperkosa aku!"
Plakk!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Lila. Tia menurunkan tangannya yang bergetar karena marah.
" Tampar saja! ini tidak akan mengubah apapun!"
Tia menarik nafas dalam lalu melepasnya. Orang orang mengelilingi mereka sekarang, sudah tidak mungkin untuk pindah dan bicara di tempat lain.
" Kau sudah selesai? hah?" Tia mengangkat dagunya dan menatap Lila tajam.
"Jadi, kapan itu? tiga minggu yang lalu? benarkan? baiklah..." Tia maju dan berdiri tepan Lila. Suaranya lantang seraya menunjuk wajah Lila.
" dan itu adalah kali pertama kau berhubungan intim, benarkan?" Ia memelototi Lila.
" Apa kau sedang membodohiku? Aku punya 4 orang anak dan aku punya puluhan foto seperti ini di rumah. Aku selalu membaca keterangannya!"
Tia lalu mengelilingi Lila.
"Kau di perkosa 3 minggu yang lalu, oleh suami ku katamu? dan itu kali pertama bagimu kan? dan kau hamil sekarang."
"Iya!"
"Lila, tapi di sini kau hamil 6 minggu, itu tertulis jelas! dan artinya apa? kau itu pendusta! Kau tidur dengan pria lain dan menjebak suamiku, sekarang kau datang kesini untuk mempermalukanku dan minta pertanggung jawaban. Kau sungguh tidak tahu malu! " Tia menujuk Lila tepat di depan matanya.
Deg!
Seorang teman lalu mengambil hasil usg dari tangan Tia. Ia melihatnya dengan seksama.
" Itu benar. di sini tertulis GA 6W 2D. Itu artinya kau hamil 6 minggu lebih 2 hari."
Dan bisikan lebih riuh dari sebelumnya, bahkan beberapa ada yang menyoraki Lila.
Lila menelan ludahnya.Ia menatap sekeliling, semua orang menatapnya dengan sinis. Matanya mulai berkaca kaca.
" Hentikan ini Lila, Rencanamu sudah gagal. Pergilah dari sini!"
Lila mulai menangis. Dari pintu Robi masuk bersama Zaky. Wajah Zaky benar benar marah. Melihat orang orang mengelilingi kedua wanita itu, Ia tidak bisa menahan diri untuk berteriak. "Ada apa ini!".
Semua menatap arah suara itu. Lila sudah berlinangan airmata. " Bawa di pergi dari sini! Kau benar benar kelewatan!" lanjut Zaky.
Robi meraih tangan Lila dan menariknya ke luar. Sementara Zaky menghampiri Tia dan menangkup wajahnya.
" Kau tidak apa apa kan?"
Tia menggeleng. Semua orang kemudian riuh dan tersenyum. Bahkan ada yang bertepuk tangan dan mengangkat jempol. Zaky menjadi heran.
Seorang teman menepuk pundak zaky.
" Istrimu hebat".
---
__ADS_1
Perasaan marah, malu, sedih dan kecewa bercampur jadi satu. Lila menangis senggugukan di dalam mobilnya yang melaju di kendarai oleh Robi.
" Aku sudah menyuruhmu pulang, mengapa tidak mendengarku! Lihat apa yang terjadi sekarang, kau malah mempermalukan dirimu sendiri!"
Lila terus menangis menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Robi yang tidak tahan melihatnya terpaksa menepikan mobil. Ia mengusap bahu Lila, tidak ada respon.
Robi memeluk Lila, dan mengusap rambutnya.
" Sudahlah, kau sedang hamil".
Entah kenapa pelukan Robi terasa begitu hangat. Ia merebahkan kepalanya di pundak Robi. Lila menarik nafas dalam dalam. Tangisnya mulai reda.
" Bagaimanapun yang kau lakukan ini salah Lila. Jangan pernah dekati mereka lagi. Jalani hidupmu dengan baik".
Lila tidak peduli. Untuk saat ini Ia hanya ingin meresapi pelukan hangat ini.
---
Zaky dan Tia masuk ke ruangan kepala Yayasan. Acara masih berlanjut meski sempat ribut sebentar tadi, bibi sania dan Eddy menanganinya.
"Apa yang dia katakan sayang?"
"Ia bilang kau menghamilinya, dan itu benar benar kebohongan."
"bagaimana kau membuktikan di depan orang orang?"
"dia memang hamil, itu hasil usg miliknya. Aku membaca keterangannya, dia hamil sekitar 6 minggu, sedangkan kejadian itu baru 3 minggu lalu. Artinya Ia sudah tidur dengan pria lain sebelum menjebakmu".
"Dia benar benar merencanakan ini semua".
"Aku senang akhirnya semua menjadi jernih. Sayang berjanjilah, kau tidak akan bertemu dengannya lagi. Aku tidak ingin ada konflik terus menerus".
"Tentu saja. Aku tidak akan menemuinya lagi. Sampai kapapun".
Zaky memeluk Tia erat, berharap semua ini segera berakhir. Ia teramat sangat Lelah.
---
Robi menemani Lila makan, Ia sendiri tidak makan, hanya memandangi Lila saja dengan tatapan datar.
Wanita keras kepala. Jika tidak hamil mungkin aku akan membiarkanmu saja. Perbuatanmu sudah melewati batas. Untung saja Tia bukan orang bodoh. Akhirnya malah kau yang mempermalukan dirimu sendiri.
" Kau tidak makan?"
" tidak" jawab Robi. Ia duduk bersidekap dan bersandar di kursi.
"bagaimana dengan istrimu?"
" bukan urusanmu. Aku akan pulang dengan taksi. Kau, ini terakhir kalinya aku menolongmu, jangan membuat ulah lagi!" Robi berlalu.
Lila memandang punggung Zaky yang menjauh.
Aku bahkan belum sempat mengatakannya. Terima kasih sudah memelukku.
---
__ADS_1
Pliss ninggalin jejak gaess ❤❤❤