
Benny menatap punggung Lila yang menghilang, ada perasaan aneh di hatinya. Lila dan Benny pernah terlibat hubungan asmara. Berawal dari sering bertemu di kantor, hingga makan bersama. Lila yang pintar, namun sedikit acuh membuat Benny penasaran. Benny pun mendekati Lila, tak jarang memberinya hadiah juga pergi makan malam bersama. Namun hanya sebatas itu, Lila bukan wanita gampangan. Ia tidak membiarkan pria manapun menjamahnya, termasuk Benny yang begitu agtesif. Ancaman Lila akan meninggalkan Benny mampu menundukkan nafsunya. Jika ada wanita yang bisa mengatur Benny, Lilalah orangnya.
Persaingan Bisnia membuat pikiran Benny kalut. Ia akhirnya punya ide untuk menyuruh Lila menggoda Zaky. Bagi Lila, menggoda pria yang sudah punya pasangan adalah kepuasan tersendiri. Bisa jadi ini karena dendam masa lalunya pada ayahnya. Ia senang jika dapat merebut kekasih orang. Namun kali itu, Lila justru terpikat pada Zaky. Pria yang mapan dan percaya diri, mandiri dan punya prinsip. Meski kerap kali meminta Lila menggodanya namun Ia menunjukkan kesetiaannya pada istrinya. Membuat Lila semakin penasaran. Hingga akhirnya Lila ingin memilikinya seutuhnya.
Lila akhirnya berselingkuh dari Benny. Baginya Benny terlalu mudah. Lagi pula istri benny sungguh merepotkan. Sedangkan Zaky sangat misterius dan istrinya saat itu sama sekali tidak mengganggu.
Benny meski marah sesungguhnya ia sangat kecewa di tinggalkan oleh Lila yang pergi bersama Zaky. Mungkin saja dia mencintai Lila. Dan melihat Lila di sini, bersama Zaky, juga tengah hamil membuat hati Benny semakin teriris.
Kau selingkuh dengannya, dan kini mendapatkannya. Bahkan sekarang mengandung anaknya. Lalu aku? tetap bersama Mira, wanita mandul yang arogan itu. Harusnya kau mengamdung anakku. Dan kita bisa bahagia bersama.
"Pak.." Kuasa hukum Benny menggoyangkan tangan di depan wajah benny yang sedang melamun.
" Oh.. ada apa?"
" Kita bisa kembali sekarang. Kita sudah sepakat untuk damai. Berurusan dengan hukum akan memakan banyak waktu dan biaya. Itu sangat tidak baik untuk pebisnis seperti Anda dan Pak Zaky juga."
Benar. Dengan munculnya berita di media kemarin saja sahamku sampai turun beberapa poin. Jika aku berkeras dan berurusan dengan hukum maka reputasi perusahaanku akan semakin anjlok. Bisa bisa investor akan memutus kontrak.
" Iya baguslah. Kalau begitu kita pulang. Sampaikan salam dan maafku pada Zaky dan Tia." kata Benny kemudian berdiri.
Cuih!
Robi hampir muntah mendengarnya. Orang di depannya ini sangat pintar bersandiwara.
********. Kau memperkosa Lila. Kau juga menjebak Tia. Bahkan aku juga ingin menghabisimu juga sama seperti Zaky!
Mereka bersalaman. Kuasa hukum mereka pamit lebih dulu. Robi mengantar Benny sampai di pintu saja. Benny berjalan terus ke halaman menunggu Mira, saat Lila kemudian menghampirinya. Mereka berdiri berhadapan, dan Robi mengintip dari balik pintu.
" Lila sayang, apa kabarmu? Kau sudah menjadi nyonya Zaky juga. Kau memang pintar menggoda."
Dia pasti salah mengira. Mungkin Mira mengatakan aku dan Zaky telah menikah. kami pernah bertemu di mall waktu itu.
" Hentikan semua ini Benny, kau tidak akan pernah lebih baik dari Zaky bagaimanapun caranya!"
" Itu karena kau di pihaknya sekarang. Aku menyuruhmu menggodanya dan kau malah berselingkuh dengannya! Oh sayangku, kau tidak tahu betapa kecewanya aku! tapi tidak apa, setidaknya aku berhasil merenggut keperawananmu. Hahahaha"
Mata Lila berkaca kaca. Ia menatap Benny jijik.
" Kau mungkin bisa tertawa sekarang, tapi mulai hari ini penderitaan akan datang menggerogotimu. Aku bersumpah akan menghancurkanmu. Kau tidak akan bisa apa apa, karena aku memiliki sesuatu milikmu yang sangat berharga!"
Anakmu! ya, anakmu ada di dalam perutku. Kau sangat ingin punya anak kan?
" Satu hal yang paling berharga dalam hidupku adalah hartaku. Dan aku masih memilikinya. Hahaha."
Lila tersenyum mengejek. Lalu dia sengaja meninggalkan Benny yang kebingungan. Saat Lila berjalan masuk ke rumah Ia berpapasan dengan Mira yang keluar. Mira berhenti dan menatap Lila, Lila juga berhenti dan memandang Mira dengan tatapan menantang.
__ADS_1
" Kau sedang hamil?"
" Tidak mungkin tidak."
Aku malah hamil anak suamimu.
"Kau istri kedua? Kau memang suka merebut milik orang lain!"
"Terserah. Yang pasti aku masih lebih baik darimu! Kau cuma wanita terhormat yang jatuh menjadi seorang pecundang karena suamimu yang bodoh itu! Hentikan dia sebelum kau menyesal selamanya!"
"Memang apa hal yang bisa membuatku menyesal? Kalau pun ada, pasti bukan karenamu."
Bodoh! Kau akan menyesal saat tau aku hamil anak suamimu!
Lila tidak menjawab. Ia tergelak lalu pergi meninggalkan Mira. Mira sangat kesal, terlebih dengan keadaannya saat ini, Ia jadi di pojokkan semua orang. Mira menghampiri Benny.
" Ayo kita pulang, wanita itu sedang di atas angin sekarang!"
Mereka masuk ke mobil, dan mobilpun melaju. Dua insan itu kembali dengan perasaan yang lebih buruk dari sebelumnya.
Robi keluar dari balik pintu, Ia mengapit lengan Lila menariknya ke pojok.
" Robi ?"
" Ia memang dia. Dan aku tidak peduli. Bagiku yang terpenting sekarang adalah membalas apa yang di lakukannya pada Tia."
" Bagaimana kau bisa seacuh itu?"
" Lalu aku bisa apa?" mata Lila berkaca- kaca. " Menangis tidak akan mengubah takdirku! Aku sudah menghadapi ini 9 bulan lamanya. Aku pasti bisa menjalaninya kan?"
" Bodoh!"
Robi menangkup wajah Lila dan menariknya mendekat. Bibir mereka bertemu, Lila terkesiap, namun kemudian menutup matanya. Merasakan lembut dan hangatnya bibir Robi mengecupnya perlahan bergantian yang atas juga bawah. Robi mengakhirinya dengan gigitan kecil. Sensasi hangat menjalar di tubuh Lila. Ciuman pertamaku yang sebenarnya, katanya membatin. Bayi sampai menendang kencang, mungkin hormon oksitoksinn sedikit mempengaruhinya. Robi menatap kedalam mata Lila.
Tapi tiba tiba Lila tersentak dan mendorong Robi menjauh.
" Tidak, aku tidak ingin menyakiti istrimu. Aku sudah menyakiti Tia dan tidak lagi dengan sabrina!"
Robi menyentuh rambut Lila dengan kedua tangannya.
"Dengar, Aku sudah bercerai!"
" Apa?!"
P**ersetan dengan keadaanku, aku harus mengungkapkan perasaanku.
__ADS_1
" Lila, aku mencintaimu! Aku mecintaimu sejak pertama kau datang ke kantor. Tapi melihatmu begitu berambisi mengejar bos aku jadi frustasi, ini pasti cinta sepihak. Lalu aku menerima perjodohan ibuku karena kecewa. Lila, sampai sekarangpun aku mencintaimu, aku mohon ijinkan aku menyayangimu, ijinkan aku menjadi ayah anak ini juga, kita akan membesarkannya bersama, tidak peduli alasan kehadirannya!"
Airmata Lila menggenang.Ia menggenggam tangan Robi di rambutnya. Ini adalah kalimat kalimat paling indah yang pernah ia dengar selama hidupnya. Ia merasa di cintai oleh orang yang dia cintai dan buka suami orang lain lagi. Bahkan Robi bersedia menerima bayinya.
Robi memeluk Lila. Membiarkan kemejanya sampai basah dengan airmata Lila.
" Apa kau mengijinkan aku untuk mencintaimu Lila?"
Lila mengangguk. Ia melepas pelukan Robi dan meletakkan kedua tangannya di dada Robi.
" Aku pun mencintamu. Sejak kau mengantarku pulang ke rumah ibu, aku terus memikirkanmu. Bertemu denganmu selalu membuat jantungku berdebar debar. Maaf..."
Robi tersenyum, kemudian tertawa.
" Berarti Kau milikku sekarang, dan aku kekasihmu.."
" Iya.." Lila tersenyum meski pipinya masih basah.
" Hahaha.. aku memacari asistenku."
Mereka berdua tertawa lalu berpelukan.Tia melihat pemandangan romantis itu dan menarik nafas lega.
Akhirnya kau memiliki orang yang mencintaimu kan Lila? Aku juga akan mengejar Zaky ku kembali.
---
Semoga suka ya 😊
Show your love ya pembaca yang baik.
❤❤❤
☺Like
☺Commet
☺Share
☺Rate
☺Vote
☺Favorite
Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.
__ADS_1