SELINGKUH

SELINGKUH
Kedatangan Benny (1)


__ADS_3

Lila baru saja menutup panggilan dari Robi. Robi mengatakan bahwa Benny dan pengacaranya akan datang memenuhi panggilan somasi. Robi meminta Lila mengendalikan keadaan sementara Robi dan pengacara Zaky sedang dalam perjalanan kesana.


Di halaman, Mira istri Benny melihat sekeliling, tempat yang tidak di kenalnya. Pengacara mereka belum tiba. Mereka datang lebih dulu ke rumah Zaky.


" Rumah siapa ini?"


" Sudah, diam saja dan ikuti aku."


Mira dan Benny melangkah menuju pintu rumah. Penjaga rumah buru buru masuk setelah membuka gerbang dan melihat mereka tadi. Benny, meski dengan langkah mantap tapi hatinya sedikit ciut juga. Ia takut Zaky bertindak di luar kendali sementara baik pengacaranya maupun pengacara Zaky belum tiba.


Tiba tiba dari dalam Zaky keluar dengan cepat dan memukul wajah Benny dengan tinjunya. Benny, Mira dan Pak Pandi tersentak. Zaky mengangkat tangan siap untuk pukulan kedua namun Pak Pandi meski sulit tetap berusaha menahan Zaky.


Benny memegang pelipisnya yang berdarah sambil meringis. Mira mengambil sapu tangan lalu menekan nekan pelipis Benny.


Zaky mengamuk.


" Beraninya kau menginjakkan kaki di rumahku!"


" Tuan.. Tuan.. tahan diri anda Tuan." kata Pa Pandi.


Zaky terlepas dari tangan Pak Pandi dan kembali mengamuk Benny. Lututnya menendang perut Benny beberapa kali. Benny sempoyongan. Mira hanya mampu berteriak saja sambil menutup mulutnya.


Mobil Robi Tiba, Ia segera turun bersama pengacara dan menahan Zaky. Membawanya agak jauh dari Benny.


" Bos! Tahan dirimu! Dia datang karena somasi! bersama pengacaranya."


Zaky mengepal. Wajahnya masih merah karena amarah yang meledak. Menyaksikan pria brengsek yang menyeret istrinya ke ranjang hingga menyebarkan fotonya di media. Zaky ingin sekali menghabisinya.


Zaky mendengus. Perlahan logikanya kembali.


Benar, somasi.


Sementara itu Benny memncoba berdiri dengan tergopoh. Mira memapahnya. Mira menatap Zaky, pria yang menghajar suaminya.


Siapa dia? mengapa aku seperti pernah melihatnya.


" Benny, dia siapa? mengapa memukulmu?"


" Dia presdir ZAK company... Engh.."


Apa! Dia suami wanita itu.


" Benny, untuk apa kita ke sini?"


"Sudah, ikuti saja aku."


Mobil pengacara Benny tiba. Ia turun membawa beberapa berkas. Ia terkejut melihat Benny yang terluka dan Zaky yang sedang di pegangi.


" Hey, kau tidak bisa memukul klienku seperti ini. Kami datang memenuhi panggilanmu!" teriak Kuasa hukum Benny.


" Maaf klienku tidak bisa menahan diri. Kau tahu masalahnya kan?" sahut Kuasa hukum Zaky.


Kuasa hukum Benny mengangguk, ia mengerti. Zaky menghentakkan lengannya melepaskan diri dari mereka yang memeganginya. Ia merapikan jasnya.


" Apa kita bisa masuk pak? sebaiknya kita bicara di dalam." tanya pengacara Zaky.

__ADS_1


Zaky mengangguk, namun tatapannya masih tajam ke arah Benny. Mereka semua akhirnya masuk ke ruang tamu.


Lila mengintip dari kamar bermain anak, wajah yang paling di bencinya. Benny dan istrinya Mira. Sedangkan Tia juga mengintip dari ruang makan. Seumur hidup ia tak ingin lagi berjumpa dengan mereka, tapi mengapa mereka malah datang kesini?


Pihak Zaky dan Benny duduk saling berhadapan. Setelah basa basi antar kuasa hukum akhirnya mereka ke inti pertemuan.


"Jadi langkah apa yang akan kalian ambil?" tanya kuasa hukum Zaky.


"Setelah berkonsultasi dengan klienku, kami setuju untuk mengadakan konfrensi pers. Klienku juga akan meminta maf di media terkait foto dan juga pernyataanya."


Robi dan kuasa hukum Zaky menarik napas lega bersamaan. Sementara Zaky sedikitpun tidak mengalihkan pandangannya dari Benny.


Tiba tiba Naya dan ifa yang main kejar kejaran berlari ke ruang tamu. Semua yang berada di ruanganpun terkejut dan mengalihkan pandangan pada mereka. Lila spontan menghampiri Naya dan Ifa karena telah lepas dari pengawasannya. Melihat Lila, sontak suami istri itu terkejut.


Lila!


Dan presdir ini, ya, aku melihat mereka di pusat perbelanjaan. Ia mengaku menikah dengan Lila. dan sekarang Lila hamil. Tapi kata Benny, presdir ini suami wanita bernama Tia. Apa dia punya dua orang istri?


Benny juga membatin.


Lama menghilang ternya kau di rumahnya. Kau hamil. Apa itu anaknya? Apa dia punya 2 istri. Bagaimana mungkin mereka bisa tinggal bersama?


Lila menarik pelan tangan Naya dan ifa.


" Ayo kak, kita main di dalam saja." Keduanya menurut, lalu berlalu menuju kamar bermain lagi.


Robi menatap Mata Benny yang terus mengikuti Langkah Lila.


Aku yakin dia Benny yang sama. Pasti dia yang telah memperkosa Lila.


"Kapan konfrensi persnya akan di adakan?"


" Besok pagi pukul 9 tepat. Aku akan membuat janji dengan awak media."


"Bagus."


Zaky berdiri. Ia meninggalkan mereka. Ia sudah mendengar apa yang perlu di dengarnya. Itu cukup. Melihat Wajah Benny begitu memuakkan. Ia melangkah ke ruang kerjanya.


Mira merasa seperti ingin buang air kecil. Ia meminta ijin ke toilet, Robi menunjuk arah ke dapur. Mira agak tergesa melangkah ke toilet belakang. Setelah selesai ia merapikan pakaiannya.


Apa presdir itu punya dua istri. Tia dan Lila. ini sungguh membingungkan. Lalu di mana Tia?


Begitu Mira membuka pintu, Tia di hadapannya. Mira terkejut bukan kepalang.


Tia menarik lengan Mira ke dapur.


" Beraninya kau datang kerumahku!" kata Tia geram.


" Kau.. aku tidak tahu jika ini rumahmu. Benny tidak mengatakan apa apa!"


" Kau pikir bisa menekanku!"


"Kenapa kau membenciku? Aku bahkan dalam kesulitan karenamu, seluruh media menyudutkanku. Padahal aku juga menolongmu kan?"


"Menolongku katamu? Kau berdiri disana, merekam ******** itu menginjak perutku yang hamil. Menginjak bayiku tanpa peduli dengan tangisanku! Apa kau tidak melihat darah itu? Anakku telah pergi! Putraku sudah pergi dan kau hanya menonton sambil merekan adegan sadis itu! Dimana hatimu?"

__ADS_1


"Aku butuh itu untuk mengancam benny!"


"Kau hanya mementingkan dirimu. Kau lihat? betapa busuknya hatimu. Mungkin itu sebabnya Tuhan tidak memberikanmu anak."


Duar!!


Ucapan Tia terasa bagai petir yang menyambar hati Mira. Tapi Mira tidak dapat membantahnya. Apa yang di katakan Tia memang benar. Ia sangat egois.


Mira meninggalkan Tia seraya menyapu airmatanya yang berlinang. Kini Tia sendiri di dapur. Ia duduk di kursi. Rasanya lega bisa bicara seperti itu pada Mira.


Sayup sayup Tia mendengar suara terisak. Ia menoleh mencari arah suara itu.


" Bi Tuti?!" Tya terpekik.


Ternyata Bi Tuti dari tadi berdiri di dekat kulkas. Melihat tia sedang bicara, Ia berhenti sebentar. Namun apa yang di dengarnya begitu mengoyak nurani.


Bi tuti datang menghampiri Tia sambil menangis. Tya berdiri.


"Apa bibi mendengar semuanya?"


Bibi mengangguk.


Tia memeluk Bi Tuti. Air mata saling tumpah di bahu satu sama lain.


" Bibi, berjanjilah untuk merahasiakan ini dari siapapun, terutama Zaky. Aku mohon Bi."


Bibi tuti menatap mata Tia.


Apa yang kau lalui begitu berat. Tapi masih bisa memikirkan orang lain. Kau hamil seorang putra, dan impian itu sirna karena pria jahat itu. Semoga Tuhan mengutuknya.


" Aku berjanji." kata Bibi


Mereka kembali berpelukan.


---


Semoga suka ya 😊


Show your love ya pembaca yang baik.


❤❤❤


☺Like


☺Commet


☺Share


☺Rate


☺Vote


☺Favorite


Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.

__ADS_1


__ADS_2