SELINGKUH

SELINGKUH
Bertengkar


__ADS_3

"Apa kau masih mau menyusuinya?"


Tia terdiam sejenak. Ia tentu saja membenci Benny, tapi bayi di tangannya kini tidak punya salah apa apa. Bayi itu menangis meronta karena kehausan. Ibunya tidak menginginkannya. Lalu bagi wanita setulus Tia, apa ia punya pilihan?


" Aku akan menyusuinya." Tia memandang Zaky yang terpekik mendengar jawaban Tia.


" Aku tidak ingin kau melakukan itu!"


" Apa kau tidak melihat Ia menangis keras?" Tia masih menimang bayi itu.


" Berikan dia pada perawat. Dia bukan tanggung jawabmu."


"Memang bukan. Tapi dimana hatimu? apa kau tidak sedih melihatnya?"


Perdebatan itu menarik orang di sekeliling mereka untuk menonton. Zaky mulai merasa risih.


" Berikan bayi itu pada perawat. Kita pulang, aku tidak ingin kau mengurus bayi pecundang itu!"


"Tidak."


"Apa?"


"Aku tidak mau. Aku akan menyusuinya."


"Kau.. Kau keras kepala. Cepat berikan bayi itu pada perawat atau aku akan..."


"Akan apa?"


"Kau menantangku?!" Mata Zaky melotot pada Tia. Kemudian dia menarik napas dalam. Ini tidak benar. Bertengkar dengan istriku di tempat seperti ini dan menjadi tontonan. Zaky menatap Tia sekali lagi, kemudian Ia berbalik dan pergi meninggalkan Tia. Kerumunan orang pun bubar.


Tia agak khawatir karena Zaky meninggalkannya dalam keadaan marah. Tapi Ia juga tidak bisa membiarkan bayi ini. Ia masuk ke ruang bayi dan mencari tempat duduk. Ia membuka resleting dressnya dan menyusui bayi Adam. Agak lama akhirnya pelekatan sempurna, bayi itu memghisap dengan lahap, Ia sangat kehausan.


Tia memandangi bayi itu sambil mengusap kepalanya. Bayi itu menyusu dalam pelukannya.


Aku menyusui anak penjahat itu. Tapi lihatlah dia, pantaskah ia menerima perlakuan buruk atas kesalahan ayahnya. Adam sayang, aku akan merawatmu sebagai seorang anak yang di tinggalkan. Aku tidak akan melihatmu sebagai anak Lila, wanita yang hampir merebut suamiku. Ataupun anak Benny, pria jahat yang melenyapkan bayiku. Kau bagiku bayi suci tanpa kesalahan apapun. Kau berhak mendapatkan kasih sayang.


Di sudut rumah sakit seorang wanita menangis tersedu. Mira, Ia melihat keramaian dan pergi mencari tahu. Betapa terkejutnya Ia ketika melihat orang yang bertengkar adalah Tia dan zaky. Dan mereka bertengkar karena anak Benny. Putra Benny dan juga Lila.


Hatimu terbuat dari apa? bagaimana kau masih bisa menyusui anaknya setelah dia melenyapkan anakmu. Bayi itu, Benny dan Lila. Huhuhu.. Mengapa aku harus menderita seperti ini? Kenapa aku tidak bisa memiliki bayi.


---


Zaky memacu mobilnya. Ia kesal sekali pada istrinya yang mengambil keputusan sendiri. Ia membenci bayi itu sama seperti Lila. Bayi itu sangat mirip dengan Ayahnya. Sedangkan Tia dan juga Robi masih bisa menerimanya begitu saja. Ada apa dengan mereka? pikir Zaky.


Sampai kapanpun Zaky tidak akan pernah bisa menerima bayi Benny itu setelah kenyataan bahwa Benny melenyapkan bayinya dan mencoba memperkosa istrinya. Ia harus menekankan ini pada Tia nanti. Tia terlalu penyayang, kadang ia berpikir di luar logika begini.


---


Robi memberikan segelas air putih pada Lila. Lila meminumnya lalu meletakkan gelasnya kembali di meja di sisi bangsalnya.


" Lila.."


" Hem?"


" Anakmu. Kau tidak menyayanginya? Ia bayi yang menendamg perutmu tempo hari lalu."

__ADS_1


" Tidak. Aku tidak mau anak itu. Dia seperti ayahnya. Buang saja dia. atau antarkan dia ke panti asuhan.:"


" Kau tidak boleh begini. bagaimana seorang ibu bisa begitu pada anaknya?"


Kau tidak mengerti! Kau tidak tahu rasanya "berada di posisiku!"


"Lila..."


"Aku tidak ingin bayi dari hasil perkosaan. Aku ingin bayi yang hadir karena cinta. Aku ingin bayi yang lahir setelah pernikahan kita. Aku ingin punya anak darimu. Aku ingin bayi darimu."


Mendengar itu, Ekspresi wajah Robi berubah. "Lila.. aku tidak biaa memberimu anak.."


"Tentu saja, kita belum menikah."


"Tidak lila. Meskipun kita menikah aku tidak akan pernah memberimu bayi. Aku mandul Lila. Azerospermae, aku aku tidak akan bisa memiliki bayi."


Lila terperangah. Cairan bening tampak memenuhi matanya.


" Tidak mungkin Robi.. Kau bercanda kan?"


Robi menggenggam tangan Lila. " Aku tidak bercanda. Inilah sebabnya sabrina meninggalkan aku. Maaf Lila, harusnya aku mengatakan ini di awal, harusnya aku tau kau tidak akan bisa menerima keadaanku."


Lila mulai menangis. Hatinya terasa begitu perih. Hidup seperti tidak pernah adil baginya. Ia melahirkan bayi hasil perkosaan. Dan ketika ia memiliki orang yang mencintainya dan mulai merajut mimpi, justru kenyataan pahit kembali harus ia terima. Ia membayangkan akan menikah dan memiliki bayi bersama Robi dan hidup bahagia. Lalu bagaimana ia akan menjalaninya sekarang.


Robi melepas tangan Lila dan berdiri.


" Aku akan pergi sebentar."


"Robi.."


Apa ini karmaku? karena hampir merusak pernikahan orang lain?


---


Di ruang kunjungan, Mira duduk berhadapan dengan Benny di batasi sebuah meja kecil. Seorang petugas sipir berdiri di belakang Benny untuk mengawasi mereka.


" Terima kasih sudah datang mengunjungiku."


" Anakmu sudah Lahir."


"Benarkah?" Bibir Benny berkedut, hatinya begitu terenyuh mengetahui bahwa ia menjadi seorang ayah.


"Iya, Lila melahirkan seorang putra. Tapi Lila tidak menerimanya. Jangankan menyusui bayimu, melihatnya saja ia tidak sanggup!"


Kasihan anakku.


Benny melihat ke arah lain, resah dan gundah menghampirinya.


"Apa ia tidak boleh minum susu lain?"


"Ia alergi susu formula Benny, sama sepertimu."


"Lalu bgaimana dengan anakku?"


"Seorang wanita mendonorkan asinya untuk bayimu. Setelah haus dan lapar seharian akhirnya ia bisa melepas dahaganya."

__ADS_1


"Ohh syukurlah. Wanita yang berhati mulia. Mira, aku mohon cari tahu siapa wanita itu. Berilah imbalan untuknya."


"Kenapa aku harus melakukannya, kita akan bercerai. Lagipula, aku sudah tahu siapa wanita itu."


"Kau mengenalnya? siapa?"


"Wanita yang putranya telah kau lenyapkan. Dialah wanita yang sama, yang menyusui putramu!"


Benny terbelalak. Dengan terbata bata ia mengucapka sebuah nama. " T-tia?"


" Iya.." Mira menangis, terharu mengingat ketulusan Tia setelah semua yang Ia alami. Sementara Benny merasakan tubuhnya lunglai. Ia bersandar pada sandaran kursi. Kedua tangannya meremas rambutnya.


Wanita itu, aku sudah menyakitinya dan melenyapkan bayinya. Tapi ia begitu tulus bahkan menyusui bayiku. Aku... Aku sungguh menyesal. Sumpah demi apapun.


---


Tia meletakkan bayi Adam di dalam boks dan menitipkannya pada perawat. Ia pergi keluar dan menelepon Zaky. Panggilan itu tersambung tapi tidak di jawab. Tia mengulang panggilan beberapa kali tapi tetap tidak di jawab. Zaky pasti sangat marah, pikir Tia.


Di tempat lain Zaky menatap ponselnya, Tia menelepon beberapa kali tapi Ia tidak ingin menjawabnya. Ia masih kesal karena Tia menyusui bayi itu tanpa ijinnya.


Zaky memasuki kantornya. Ia masuk kantor di siang hari karena kesibukan pagi ini. Semua ini sangat melelahkan baginya. Masalah demi masalah menguras energi dan pikiran bahkan perasaannya. Ia butuh refreshing. Berharap ada sesuatu yang dapat melonggarkan urat syarafnya untuk sementara.


Resepsionis menyapa Zaky. Zaky berhenti disana.


" Selamat pagi pak. Seorang tamu menunggu bapak sejak pagi."


"Siapa?"


"Salah satu investor untuk proyek resort pak."


"Dia menyebutkan namanya?"


"Iya pak. Rebecca Watson."


Zaky tersentak. Rebecca Watson, seorang wanita keturunan inggris, wanita dari masa lalu.


---


Semoga suka ya 😊


Show your love ya pembaca yang baik.


❤❤❤


☺Like


☺Commet


☺Share


☺Rate


☺Vote


☺Favorite

__ADS_1


Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.


__ADS_2