
Satu bulan aku telah menikah dengan Dinda ayu pratama, pernikahan yang sangat mendadak dan berlangsung dengan cepat ini tak pernah kusesali karena aku memang telah mencintainya sebelum kami di jodohkan.
Lorong rumah sakit sangat lah ramay karena sedang terburu* untuk kembali ke kantor aku menelpon supirku untuk menunggu di depan RS, tiba* aku bertabrakan dengan seorang, kami berdua jatuh ter duduk saat aku hendak melihat orang yang medabraku itu aku melihat seorang wanita yang sangat cantik sampai aku tidak bisa menahan mataku yang meyusuri semua sudut wajahnya, wanita yang memakai riasan wajah tipis berkulit putih, bibir yang berwarna ping seperti manisan ceri, rambut yang terurai panjang dan lurus hitam, dia mengulurkan tangan nya dan memberikan handphone ku yang terjatuh aku tak bisa berkata* melihat wajahnya dan dia berbicara padaku meminta maaf dan lalu terburu buru pergi meninggal kan ku yang masih melihat punggung kecilnya, lamuna ku tersadar kan oleh suara sopir yang masih berkomunikasi dengan ku.
"Halo pa...?? pa Rendi....? sayah sudah di depan"
"Oh iya.. iya sebentar saya segera kesana"
__ADS_1
pertemuan pertama ku dengan wanita yang tak tau siapa namaya itu mungkin haya sesaat dan semoga di pertemuan selanjutnya aku bisa berkenalan dengan nya karena ia telah mencuri sebagian hatiku.
Sore itu aku kembali ke RS untuk menjemput papah dan ibu yang sedang menengok Kake Danial arsalan putra, dia adalah rekan kerja papah dan papah sudah menganggap beliou seperti orangtua nya sendiri, aku pun sangat di hormati kake Danial, aku dengar dia haya memiliki satu cucu yang sekarang belajar di luarnegri, kedua orangtua cucu nya telah meninggal sudah sangat lama, mungkin hari inijuga aku akan bertemu dengan cucu nya dan semoga aja kake cepat sembuh.
Tok.. tok.. tok...
aku mengetuk pintu untuk memasuki ruangan kake danil, saat aku masuk mataku tertuju pada perempuan yang duduk di samping kakedanil, matanya sembab mungkin habis menangis...!!
__ADS_1
"kake gimana sekarang keadaan nya....?? "aku bertaya pada papah dan ibu, tp ibu langsung menarik ku ke samping kake dan kake melihat ke arah ku ia ingin berbicara dengan ku.
"Nak rendi ini adalah cucu ku satu satunya, kake boleh meminta sesuatu pada mu...?? " aku yang sedang menuduk melihat ke arah keke dan menoleh ke depan melihat gadis di depanku. "iya ke, kake boleh meminta apapun kalo rendi bisa rendi akan kabulkan. "jawab ku. tangen kake meraih tangan cucu nya dan yang sebelah nya meraih tangan ku "apa kamu mau menjadi pelindung cucuku,...?? apa kamu mau menikahinya.....?? "pertayaan kake yng membuat hati berdeguk kencang,
apa ini apa dia adalah jodoh ku,,,,? sungguh tuhan memberi kan lebih dari yang ku ingin kan. aku melihat gadis di depan ku yang tertunduk melihat kakenya dan memberi jawaban dari permintaan kake.
"kake, aku mau melindungi dan menikahi cucu kake, tp kake juga harus mendengar jawaban dari cucu kake dulu dan kake pun harus segera sembuh...! " kake pun melihat ke arah cucu nya dan terseyum
__ADS_1
"tidak usah dia sudah menyetujui semua yang ku inginkan...!" beberapa saat kemu dian kake koma dan ke esokan hari nya aku menikah di depan kake yang sedang koma, setelah pernikahan ku sah kake di nyatakan meningga.
aku memeluk istriku dari belakang menguatkan nya dari kesedihan, mungkin sangat berat bagi ia karena satu satunya keluarga di dunia ini telah pergi tp dia harus tau sekarang dia tidak sendirian masih ada aku suaminya dan semua keluarga ku yang menyayangi nya, kami pun meningalkan pemakaman dan pulang kerumah orang tuaku.