True Love

True Love
EPISIDE 22


__ADS_3

8 TAHUN KEMUDIAN..


Ameena tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik akan tetapi berat badan Ameena tak berubah tetap lah sama GENDUT ..


Sedangkan Leon tumbuh menjadi seorang pria dewasa yang tampan dan akan segera menikah dengan seorang anak tunggal dari keluarga Adiguna yang terpandang ,


Setelah lulus kuliah Leon langsung mengabdi pada perusahaan Abrisam , Leon diminta Abrisam sang pemilik utama perusahaan untuk menggantikan sementara posisi putra nya yang kini sedang berada diluar negeri -


Setelah sempat beberapa tahun yang lalu ia mencoba menghendle perusahaan milik sang papa dan perusahaan milik pribadi nya , namun dengan suatu alasan ia memutuskan pergi kembali.


*


*


Hampir tiap bulan pria dewasa berkulit putih itu menyempatkan pulang menemui sang ibu dan adik nya yang saat ini masih berada dikota dingin .


Sepert hari ini Leon sedang berada di pèrjalanan menuju kota Malang ..


Pria itu mengendarai sebuah mobil yang cukup mewah dari hasil kerja keras nya .


Sedang kan disuatu pagi diujung desa -- nampak aktifitas para warga khusus nya ibu - ibu yang sedang berbelanja ditempat langganan sayur mereka..


Terlihat dari salah satu para ibu yang sedang berbelanja , seorang wanita muda dengan berpenampilan syar'i ikut mengantri.


Seorang pedagang sayur nampak kuwalahan meladeni salah satu pelanggan nya..


*


*


*


*

__ADS_1


" DIHhh ..! harga nya kok dimahalin toooo !" Suara ibu paruh baya terdengar kesal.


"Atau pada naik ya harga sembako !? "gumam selanjutnya sang ibu paruh baya .


Gumaman dari ibu Sopiah membuat salah seorang ibu yang mendengar tak tahan untuk berdiam kata.. ..


" Apa- apa memang lagi mahal mbak Yu SOP.. ?!" Sahut Ibu itu yang juga sedang berbelanja- dengan nada sebal.


" HUHHHH..!! bakalan nambah bajet dong.. ?!" Sahut Ibu Sopiah dengan membuka dompet bekas hadiah dari toko EMAS berwarna kuning😁tak lupa gaya bahu yang bergerak sana- bergerak kesini..


" Apa lagi sebentar lagi puasa ramadan ..!! belum apa - apa ... semua harga pada naik aja !" Curahan hati para emak - emak .


"Paklek .. tolong didiskon ya.. masak harga nya nggak bisa turun ..!!?" Suara Seorang pejuang diskon terdengar merapat merayap 😪. Dan membuat para ibu - ibu yang lain yang akan membayar belanjaan malah ikut mengantri dibelakang ibu SOPIAH.


" ini kan sudah nggak seger, dan sayur nya juga pada Loyo !?" Jelas bu Sopiah lagi dengan memegang sebuah sayur berwarna ungu yang digerak kan kekanan kekiri🤭.


" Ma.af bu Sop ini harga nya pas ?!" Jawab si paklek .


Para ibu menggeleng jengah akan sikap Bu Sopiah ..


**


Ameena yang telah lama ikut mengantri , untuk membayar belanjaan nya mencoba berkata..


" Bude SOP ... ! Udah belum negosiasi harganya , Meena keburu telat ini !?" Ucap protes gadis muda itu dengan menjijit melihat kearah depan .


" Kenapa minta diskon mulu , mau nggak jika ada yang ngasih discon ?!" Tawar Meena dèngan tatapan jahil.


Ameena yang kini bekerja disuatu pusat pembelanjaan , dan ibu Sopiah berpikir ada diskonan ditempat Meena bekerja , bertanya dengan semringah..


" Diskonan opo Meena ?! " tanya Ibu Sop dan diikuti para ibu yang tengah berbelanja ikut membalikkan badan nya kearah Ameena yang berada di belakang..


" Yakin bude sopiah Mau ?!" Tanya mengulang Ameena dengan senyuman aneh...

__ADS_1


Sopia mengangguk dengan agak meragu..


" Usia bude yang di discon... !?""" Seru Ameena dengan menutup mulut nya yang ingin tertawa nyaring...


Wajah ibu Sopiah mendadak berubah masam kepada Meena..


" Ya kalau itu aku EMMOH Meenn.. !?" Sahut ibu Sopiah dengan ketus.


Dialog antara Ameena dan ibu Sopiah dipagi hari , membuat para ibu yang lain tertawa .


" Nah giliran umur yang didiscon nggak maooo!?" Gumam gadis berbadan tebal itu dengan menggeleng..


*


*


*


Kini gadis gemuk itu berjalan pulang .. saat dijalan tanpa sengaja Ameena berpapasan dengan Hanan..


" Assalamualaikim Meena ? " sapa Hanan.. terlihat berpakaian rapi .


" Mas Hanan mau kamana? " tanya Ameena .


pemuda sholeh itu tersenyum pada sang gadis ..


" Kenapa ! apa kamu mau ikut Mas ?!" ucap Hanan dengan tetap tersenyum.


" Siapa Ameena mas ! main ikut sama anak pak kyai pemilik pondokan...!? " ucap Ameena dengan nada tanya..


pemuda kharismatik itu lalu menatap dengan mata teduh nya .. kearah Ameena yang berbadan gemuk.


Ada sekelebat pikiran tentang diri gadis itu dalam benak , akan tetapi Hanan tak mau bertutur secepat itu , Hanan masih menginggat cerita tentang kisah Ameena dengan seorang pemuda dari masa kecil nya, melalui Ajeng kakak sepanti Ameena yang juga sekamar dengan gadis berkrudung besar itu sewaktu masih tinggal dipanti.

__ADS_1


__ADS_2