
Happy reading 🤗
Tak ingin lama-lama disana, karna sudah hampir 4 jam Kevin berada diruang bawah tanah. Khawatir jika nanti Famira mencarinya.
Lelah sekali menaiki beratus anak tangga, untuk menuju lantai atas. Memang sangat tersembunyi dan jarang orang yang bisa masuk kedalam ruangan itu, Kevin hanya beruntung saja dan tidak sengaja memegang tongkat kecil diatas meja.
Sampai diatas tubuh Kevin dipenuhi oleh peluh keringat, apalagi ia membawa buku itu untuk bisa lebih mencari tau. Esok ia akan meminta Arka untuk datang ke kantornya, ada urusan yang harus diselesaikan supaya Kevin tak terus-terusan kepikiran masalah itu.
Nama Alzheimer selalu menari-nari di otaknya, entah siapa sebenarnya dia dan mengapa ketika Kevin menyebut namanya selalu ingat dengan teman masa kecilnya yaitu Maher.
Keesokan harinya
Kevin sudah berangkat ke kantor, dan Famira tidak ikut karna hari ini ia tidak enak badan. Sakit flu dan batuk. Jadi Kevin memanggil dokter Risa untuk datang dan merawat Famira ketika ia tak ada dirumah.
Kantor
Kevin sudah duduk dikursi kebesarannya, menunggu kedatangan Arka. Dia begitu penasaran dengan keluarga Mahesa yang penuh teka-teki dan permasalahan yang berat.
30 menit kemudian, Arka sudah datang dan dipersilahkan untuk masuk. Di dalam sana hanya ada Kevin dan Arka saja tidak ada yang lain, cctv pun dimatikan jadi tidak ada orang yang akan tau tentang pembicaraan mereka.
"Ada apa kau memanggilku, untuk datang kemari?" tanya Arka.
"Aku ingin bicara serius padamu Arka" jawab Kevin.
"Apa itu? katakan saja selagi aku bisa menjawabnya" ucap Arka.
"Aku sangat bingung dengan keluarga Mahesa. Mengapa aku yang harus menjadi pemimpin perusahaan ini, sedangkan kau adalah ahli waris dalam keluarga Mahesa. Dibandingkan denganku yang hanya anak angkat dan tidak ada sangkut-pautnya dengan keluarga ini" ucap Kevin.
"Apa kau sudah berhasil menemukan jawaban dari teka-teki itu?" tanya Arka.
"Buku ini kah yang kau maksud" kata Kevin sambil mengambil buku dari dalam laci.
"Yap, itu benar. Dan apakah kau sudah tau jawabannya?" sekali lagi Arka bertanya.
"Belum sempurna, tapi mengapa kau tidak pernah cerita padaku jika selama ini ternyata kau punya saudara laki-laki dari anak Robert dan Ellena, mengapa Ar?" tanya Kevin.
"Saat itu aku hendak menceritakan semuanya padamu, tapi belum waktunya. Jadi aku mengulur waktu hingga ku rasa sudah tepat" jawab Arka.
"Lalu, apakah hari ini sudah tepat....?" tanya Kevin.
"Yaaa, sudah tepat. Aku akan mulai ceritakan padamu, Kevin" jawab Arka.
Lalu Arka menceritakan tentang Robert dan keluarganya, cerita tak beda jauh dengan tulisan yang ada didalam buku itu. Setelah selesai bercerita, lalu Kevin pun bertanya.
"Apakah Alzheimer itu adalah diriku? Karna jika aku perhatikan, ini semua ada yang mengganjal dan perlu diperbaiki. Apa benar Alzheimer itu adalah aku, sebab itu alasan yang bisa aku netralisir kan" ucap Kevin.
"Tentu saja, big no" jawab Arka.
"Lalu......?"
__ADS_1
"Kamu salah tebak, dan berarti belum selesai menebak teka-teki itu. Tapi baiklah akan aku ceritakan padamu, siapa sebenarnya Alzheimer itu" ujar Arka.
Lalu ia mulai menceritakan dari awal.
Past 29 years old
Sebenarnya, Robert sudah menikah dengan wanita sederhana dan jauh dari kasta keluarganya yang kaya, sugih melintir. Istrinya hanya seorang gadis biasa, lugu dan juga cantik. Baru 2 bulan Robert menikahi Sarah alias gadis biasa itu, ia harus rela meninggalkan istirnya demi menuruti keinginan Thomas sang papa.
Dulu ia menikah dengan Sarah tanpa persetujuan dari orangtuanya, dan melakukan kawin lari. Karna dulu keluarga Mahesa mencari menantu dengan memandang kasta, mereka tak merestui hubungan antara Robert dan Sarah. Apalagi Sarah hanya gadis biasa dan juga yatim piatu.
Robert dijodohkan dengan Ellena, dan terpaksa harus meninggalkan istri tercintanya.
Berat. Sangat berat, hingga beban alat berat tak bisa menandinginya. Baik Robert maupun Sarah tak ada yang bisa menghindari takdir ini. Mereka harus berpisah, baru saja menjalani bahtera rumah tangga yang masih seumur jagung sudah harus berakhir dimeja hijau pengadilan.
Tanpa disadari, ternyata Sarah sudah hamil dan saat mereka berpisah Sarah sudah mengandung dan usia kehamilan memasuki minggu pertama.
Kenapa ini terjadi, sedangkan Sarah sudah berpisah dengan suaminya, dan apakah nanti jika Sarah ingin meminta pertanggungjawaban atas kehamilannya apakah keluarga Mahesa percaya atau nanti mereka hanya akan mencaci dan mencemooh dirinya dan mengatakan jika ia adalah wanita murahan. Lalu Sarah mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk diam dan membesarkan anaknya nanti tanpa Robert disampingnya.
Ternyata Ellena dan Sarah mereka mengandung hanya berbeda 3 bulan saja, ketika Sarah sudah mengandung 3 bulan, barulah Ellena menyusulnya. Sarah yang mendengar pun hanya bisa tersenyum getir, mungkin nanti Robert juga tidak akan percaya jika ia hamil anaknya.
Berjalannya waktu hingga tak terasa sudah waktunya untuk Sarah melahirkan. Dengan bantuan dukun bayi ia melahirkan anaknya dengan selamat, tapi sayangnya setelah melahirkan ia hanya bertahan beberapa saat saja, ia hanya mampu mendengar suara tangisan bayi nya ketika lahir. Saat melahirkan, Sarah ditemani oleh tetangga sebelahnya yang kebetulan mereka belum punya anak, mereka sangat menyayangi Sarah dan sudah menganggap Sarah sebagai adik kandung mereka sendiri.
Sarah tersenyum saat melihat bayinya lahir, dia berjenis kelamin laki-laki dan wajahnya sangat tampan mirip dengan Robert.
"Mba, mas. Aku titip anakku. Tolong jaga dia untukku, aku tidak kuat lagi" ucap Sarah.
"Istighfar Sarah, kamu enggak boleh bilang kayak gitu. Kamu sudah selesai melahirkan dan anak kamu juga selamat, kamu harus kuat untuk bisa merawat anak kamu" jawab Erni tetangganya.
"Baiklah....., tapi memangnya kamu mau kemana Rah..." tanya Erni.
"Pulang ke tempat asal mba. Oh ya aku mohon berilah nama untuknya yaitu Kevin Saputra" jawab Sarah ia menamai anaknya tidak membawa marga Mahesa, sebab percuma saja tidak akan ada yang percaya. Nanti malah anaknya mendapat cemoohan orang-orang, lalu didetik berikutnya, Sarah menutup matanya dan tak bergerak lagi.
Semua panik dan dukun bayi pun langsung memeriksa denyut nadinya, setelah memeriksa, dukun bayi itu pun langsung menghela nafasnya dan berkata jika Sarah sudah meninggal.
Semua menangis histeris, apalagi saat melihat wajah si bayi, begitu malang nasibnya, sudah tidak memiliki ayah dan sekarang ia juga harus kehilangan ibunya.
Lalu mereka pun memakamkan jenazah Sarah di pemakaman umum. Langit mendung serta hujan yang menyusul dengan derasnya.
Saat itu, Robert tak sengaja lewat didepan pemakaman umum itu, heran karna banyak orang disana. Robert pun langsung turun kesana karna tiba-tiba hatinya terdorong untuk datang menghampiri orang-orang yang ada di pemakaman itu. Dan ternyata mereka baru selesai melakukan pemakaman.
"Maaf pak, siapa memangnya yang meninggal?" tanya Robert.
"Sarah....., wanita baik" jawab bapak itu.
"Sarah....? Sarah mana yang bapak maksud?" tanya Robert.
"Sarah Safitri..." jawab bapak itu.
Deg
__ADS_1
jantung Robert seakan berhenti ketika mendengar nama orang yang meninggal.
"Ka..kapan dia meninggalnya pak?" tanya Robert dengan nada bergetar.
"Tadi pagi, saat ia selesai melahirkan bayi laki-laki nya" jawabnya.
"Melahirkan? memangnya dia hamil?" tanya Robert.
"Tentu saja pak, Sarah hamil paska selesai bercerai dengan suaminya itu. Idih sungguh kejam ya suaminya yang tega meninggalkan istrinya dalam keadaan hamil. Kalo saya tau orangnya pasti akan saya pukul hingga ******. Biar tau rasa tuh orang. Enggak bersyukur banget sih punya istri secantik dan sebaik Sarah" omel bapak itu.
Robert hanya mampu menundukkan kepalanya dan meneteskan air matanya, sungguh bodoh dirinya itu. Sudah meninggalkan Sarah dalam keadaan hamil dan tidak menjaganya sampai ia melahirkan. Suami macam apa dirinya itu. Robert tak pantas disebut sebagai suami, karna dia tak bisa bersikap tegas dan hanya mampu menurut dengan perintah orang tuanya.
Robert hendak bertanya lagi pada bapak itu, tapi sayangnya hujan semakin deras dan bapak itu sudah pergi sebelum Robert angkat bicara. Baru buka mulut, eh sudah di stop oleh bapak itu.
Hingga akhirnya, Robert gagal dan ia kembali ke rumahnya dengan berjalan gontai saat memasuki rumahnya. Ellena sang istri sudah lama menunggu kedatangannya. Ellena marah, Karan Robert selalu acuh padanya dan sepertinya Robert tak pernah menganggap dirinya sebagai istrinya. Hanya menganggap dirinya sebagai teman.
Hingga tiba waktunya Ellena melahirkan dan anak mereka lahir dengan berjenis kelamin laki-laki juga seperti anaknya dengan Sarah.
Dan 2 bulan kemudian, insiden itu terjadi yang melenyapkan nyawa Robert dan Ellena serta putra mereka yang hilang juga.
Mungkin ini semua karma yang Robert dapat karna sudah menelantarkan istri dan anaknya itu.
Barulah keluarga Mahesa sadar, jika selama ini mereka tidak berlaku adil pada Sarah. Lalu Thomas meminta Ardiansyah untuk mencari keberadaan anaknya Sarah dan juga anaknya Ellena serta memintanya jika nanti sudah besar maka ahli waris dalam keluarga Mahesa adalah putra pertamanya Robert yaitu anak dari Sarah. Masalah Alzheimer nanti akan dibagi dua dengan putranya nanti jika sudah lahir. Alzheimer dan Arka berbeda 1 tahun saja.
Ketika Ardiansyah mencari keberadaan Alzheimer, ia mendapat kabar jika Alzheimer sudah meninggal karna tempat tinggal yang kumuh dan juga orang yang mengurusnya adalah orang miskin yang sulit mendapatkan bahan pangan.
Kini saatnya ia mencari keberadaan putra pertama dari anak kakaknya dan kali ini butuh waktu lama hingga 13 tahun baru bisa menemukan putra Robert. Alhamdulillah kali ini ia tumbuh sehat, wajahnya yang tampan dan baik hati. Wajahnya mudah Ardiansyah kenali sebab ia sangat mirip dengan wajah kakaknya dulu, apalagi saat anak itu tersenyum.
Past 29 years old end
"Jadi....."
"Ya, kau benar Kevin. Kau adalah putra pertamanya uncle Robert dan cucu pertama dari keluarga Mahesa" jawab Arka.
"Jahat....., kalian semua jahat padaku dan ibuku" teriak Kevin.
"Maaf...., maafkan aku Kevin, yang sudah menutupi ini semua darimu. Tapi percayalah jika aku tidak bermaksud...." ucapnya menggantung tak kuasa menahan air matanya.
Kevin tak menjawab, ia hanya berdiri mematung. Tatapannya susah untuk bisa ditebak. Hanya satu kata yang keluar mulutnya yaitu.
"Mamaaaaaa" ucap Kevin lemah.
Bersambung
.
.
.
__ADS_1
Oke buat kamu yang nebak Alzheimer itu Kevin, maka jawaban kamu tetot, salah.
Hahaha, author becanda sayang, jangan dimasukin ke jantung yak.