
Happy reading 🤗
Mereka berdua sudah sampai di rumah, tidak seperti biasanya Rasya diam. Tanpa menghiraukan papa Ferdinand ia menyelonong masuk ke dalam kamarnya. Menaiki anak tangga sambil berlari dan membanting pintu kamar dengan kasar. Papanya hanya mampu menghela napas melihat tingkah putra pertamanya itu. Biarkan saja, nanti juga akan sembuh sendiri.
Tuan Ferdinand juga masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat, lelah menghadapi hari ini. Tak perlu waktu lama, matanya pun langsung terpejam dan beliau terlelap tidur. Sedangkan di lain kamar, pria tampan nyaris tidak ada kekurangan sedang duduk termangu, menopang dagu menggunakan kedua tangannya. Bingung memikirkan bagaimana caranya bisa membatalkan rencana perjodohan nya dengan Tania.
Rasya sedikit mengagumi kecantikan wajah Tania, namun hatinya tidak suka. Entahlah dia sangat aneh, tidak suka dengan wanita. Tapi dia bukan homo yang suka dengan sesama jenis. Wajah cantik seperti Tania dan Elia sudah sering ia temui, banyak juga kasus mengenai pria ditinggal pergi setelah bangkrut atau kere. Itu yang membuat Rasya tidak suka dengan perempuan.
"Menikah? Yang benar saja aku menikah. Aku tidak mau apalagi menikah dengan gadis itu. Ya Allah bantu hamba, aku tidak ingin menikah dengannya" Ucap Rasya sambil merangkup wajahnya sendiri.
Memutar otaknya mencari ide brilian, namun semua seakan sirna tidak ada satupun jalan keluar dari permasalahan ini. Otaknya tidak bisa diajak kompromi jika mengenai masalah pernikahan.
__ADS_1
(Dah lah Rasya Ferdiansyah, terima aja perjodohan ini. Pan lu juga kagak punya pasangan. Apalagi umur dah mau injak kepala tiga. Udah kolot lu, saatnya nikah punya anak dan hidup bahagia dengan keluarga baru.) Hasutan dari kanan
(Tolak dong Rasya, lu laki dan pantas mencari pendamping hidup sendiri tanpa paksaan. Lu dari kecil selalu diatur dan selalu di marahi jika melanggar, nah sedangkan adek-adek lu dibebasin dan terserah menentukan jalan hidup. Lu harus bangkit dan jangan mau di atur lagi sama bokap lu) Hasutan dari kiri.
Rasanya kepala ingin pecah, solusi tidak segera ia dapat. Takdir apa yang sudah Tuhan rencanakan untuknya nanti? Apakah sebuah kebahagiaan atau kesengsaraan yang ada. Dari lahir sampai dewasa hidup dalam pengawasan papa Ferdinand. Tidak boleh ini dan itu, jika sebuah larangan ia langgar maka bersiaplah hukuman menghampirimu dan jika kau patuh maka bersiaplah kebahagiaan datang padamu.
"Apa yang harus aku lakukan, sekarang?" Tanyanya pada diri sendiri.
Lalu ia bangkit dari duduknya dan menuju kamar mandi, mengguyur kepala dengan air dingin, supaya kepala menjadi adem dan tidak panas lagi sebab hasutan dari sisi kanan dan kirinya.
"Ck....., kenapa mereka ini" Rasya berdecak ketika membuka ponselnya.
__ADS_1
Arka dan Kevin memposting foto keluarga mereka di sebuah taman yang indah, disana ada Zahra, Arza, Famira juga Farrel dan Raffel.
Semua senyum bahagia. Mereka memposting dengan caption "Keluarga bahagia".
Rasya tau pasti mereka sengaja mengirim foto itu dan ingin memanas-manasi hatinya agar cepat menikah dan punya keluarga baru.
Rasya tidak membalas postingan itu, hanya melihat saja lalu ia lempar kembali ponselnya ke atas ranjang, sedangkan dirinya masuk ke ruang ganti pakaian.
Bersambung
.
__ADS_1
.
.