
Happy reading 🤗
Famira baru keluar dari tempat pencucian pakaian dan kaget saat melihat Kevin berdiri diambang pintu. Entah sejak kapan ia berdiri disana. Famira langsung mundur dan hampir saja tergelincir karna lantai yang basah.
Dengan sigap Kevin menangkap tubuh Famira agar tidak jatuh.
"Hati-hati....." ucap Kevin tepat di telinga Famira
Ia hanya mengangguk, pasti Kevin akan mengomel sebab dia berada di tempat pencucian pakaian.
"Kenapa kamu ada disini?" tanya Famira
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu" jawab Kevin
"Aku disini hanya ingin menaruh selimut ke dalam mesin cuci" ucap Famira
"Kenapa harus dirimu, kan di sini ada bik Sarmi yang bisa membantu" sahut Kevin
"Iya maaf...., aku tidak akan mengulanginya lagi" jawab Famira sambil menunduk
Kevin langsung memejamkan matanya, dia lupa jika seorang bumil itu sangat sensitif terhadap apapun baik segi omongan maupun masakan. Harus bisa sabar dan jeli saat menghadapi bumil.
"Jangan bersedih, aku tidak marah padamu, sayang" belai Kevin di wajah Famira
"Benarkah...., kamu tidak marah?" tanya Famira
Kevin mengangguk dan langsung menggendong tubuh istrinya lalu membawanya ke atas ranjang. Sangat ringan sekali tubuh Famira saat di gendong, apa dia kurang makan? sehingga bisa seringan itu.
__ADS_1
"Apa kamu kurang makan sayang?" tanya Kevin
"Akhir-akhir ini aku tidak nafsu makan" jawab Famira
"Ya Allah, kalau begitu terus bisa-bisa kamu tambah kurus dan bayi kita kurang asupan gizi. Pokoknya kamu harus banyak makan dan aku akan membelikan vitamin untukmu supaya lahap makan. Ibu kenyang bayi sehat" jelas Kevin
"Iya..., wahai suami bawel ku" jawab Famira sambil tersenyum
"Bawel begini, dia adalah suamimu, wahai istri pembangkang" balas sindiran Famira
"Ah...benar, aku adalah istri paling pembangkang. Tapi aku sangat langka loh" ucap Famira
"Iya...., kamu sangat langka. Seperti mutiara yang terpendam di bawah lautan" jawab Kevin
Keduanya sama-sama tertawa terbahak-bahak, bisa-bisa masih pagi sudah saling adu mulut. Kevin langsung beranjak pergi untuk mengambil dasi.
"Pasang kan ini" sodor Kevin
Seketika wajah Kevin tersenyum lebar. Famira sampai bosan melihat wajah Kevin setiap ia memasangkan dasi untuknya. Pandangannya selalu tertuju pada wajahnya hingga membuat Famira risih.
"Bagus.....," ucapnya saat melihat dasi yang terpasang sempurna di baju Kevin
"Sangat...., dan aku puas" ujar Kevin
Kevin mengajak Famira untuk turun ke bawah dan sarapan pagi bersama. Saat sampai di depan dapur, indera penciuman Famira tajam dan ia langsung mual ketika hidungnya mencium bau amis ikan.
Dengan seribu langkah, Famira mencari wastafel untuk mengeluarkan gejolak diperutnya.
__ADS_1
Kevin yang melihat istrinya seperti itu, dia menghampiri dan memijat tengkuk leher Famira agar memudahkan istrinya untuk menyudahi morning sick nya.
Setelah dirasa sudah tidak mual lagi, Famira pun langsung lemas tak berdaya. Dengan penuh perhatian, Kevin mengusap wajah Famira dan memeluk tubuhnya.
"Apa kamu sudah mendingan?" tanya Kevin saat melepas pelukannya
"Lumayan, tapi sekarang badanku terasa lemas" jawab Famira
"Kamu sangat pucat dan tubuhmu sangat dingin sekali" ucap Kevin khawatir
"Aku tidak apa-apa, sungguh" jawab Famira mencoba untuk menyakinkan Kevin dan tidak membuatnya curiga.
"Kalau begitu, ayo kita kembali ke kamar dan aku akan meminta bik Sarmi untuk membuat bubur untuk mu'' ajak Kevin
"Lalu, bagaimana dengan sarapan pagi nya?" tanya Famira
"Kita akan makan didalam kamar, aku akan meminta bik Sarmi untuk membawakan makanan" jawab Kevin
Famira tak banyak tanya lagi, karna badannya terasa lemas. Kevin menghampiri bik Sarmi dan membicarakan sesuatu. Setelah itu, ia kembali menghampiri Famira dan menggendongnya sampai dalam kamar.
Suaminya tidak tega, melihat dirinya berjalan sempoyongan menuju kamar.
Bersambung
.
.
__ADS_1
.
Klik like dan komentar yak.