
.....๐ธ๐ธ.....
Tak lama ruang kerja Alex kembali hening , sebuah tatapan mata tajam tak ada hentinya mengarah pada sosok taat yang kini memakai pakaian serba hitam ..
Akal bulus seorang pria muncul dari otak cerdas Alex...
*
*
"Meenaa... !?" Panggil Alex
"Ya pak !?" Jawab Meena dengan berdiri mengahampiri Alex.
Tomy yang melihat tiap derapan langkah kaki yang terbalut gamis hitam Ameena seperti terpanah dan semakin mengagumi gadis pujaan hati nya dalam ketaatan nya..
"Batal kan rapat hari ini ! Mendadak saya ingin pulang ! saya ingin bertemu istri dirumah !" Ujar Alex dengan melirik kearah Tomy.
Tomy terlihat tersenyum .. seolah paham akan maksud sahabatnya itu .
Ameena sedikit berpikir lalu dengan pelan ia bertutur...
"Ma af pak.. saya hanya ingin menyampaikan bahwa rapat kali ini bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan !?"jelas Ameena.
*
*
Alex mengarahkan tatapan pada Tomy..
"Kalau begitu , biar Tomy yang akan datang menggantikan saya !?" Ujar Alex dan berlalu.
Dengan ikut meembalikkan tubuh nya..
"Baik .. pak. ... "
*
*
Tomy berdiri dan melenggang menghampiri Ameena , dengan membatin...
" Gue doain ... begitu lahir anak elu entar langsung bisa bilang PAPA Lex !!?" Ucap batin Tomy tertuju pada Alex.
*
*
*
"Ayo berangkat ! Client kita hari ini orang nya cukup menyebal kan !!?" Jelas Tomy .
Ameena berjalan kearah meja kerja dan meraih tas slempang milik nya . ..
Sesampai nya diarea parkir .. Ameena terlihat menghentikan langkah nya...
Tomy yang saat itu merasakan pergerakan Ameena terhenti bertanya...
"Kamu kenapa diam saja! Masuk lah?" Ucap Tomy yang akan membuka pintu mobil.
Dengan mengenggam sling tas slempang nya ..
"Apa hanya kita berdua saja yang ada dalam kendaraan ini paman ?" Suara tanya Ameena dengan pelan.
"Tentu tidak Meena -didalam ada Wildan -asisten pribadi ku !?" Jelas Tomy yang mengerti isi pemikiran gadis muda yang kini mengenakan cadar.
Setelah mendengar penjelasan Tomy -Ameena pun masuk kedalam kendaraan dengan mengucap salam seraya menyapa asisiten Tomy, namun Ameena tetap menunduk kan pandangan nya dan duduk seorang diri dikursi belakang - sedang kan Tomy dan Wildan duduk dikursi depan.
*
*
*
30 menit waktu perjalanan yang ditempuh , akhir nya kendaraan yang ditumpangi Tomy -Wildan dan Ameena sampai di sebuah cafe shop ...
*
*
Tomy dan Chandra tengah membahas tentang kerja sama antara perusahaan Alex dan Chandra.
Disela -sela pembahasan - seorang Chandra terlihat sesekali mencuri-curi tatapan mata pada sosok bercadar hitam yang duduk dibelakang kursi Tomy.
Tomy menyadari tatapan mata sang mantan suami Dewi , tertuju pada diri Ameena yang sedari tadi menunduk dengan meneliti lagi setiap berkas yang ia bawa.
__ADS_1
Tomy terlihat kesal akan tatapan mata itu...
"Tuan Chandra ! Bisa kah arah mata anda tak tertuju pada sekertaris saya.. !?" Suara Tomy dengan tatapan serius.
"CKK.. anda salah tuan Tomy ! Ini adalah perusahaan tuan Alex - bukan anda ! Maka wanita yang ada dibelakang anda adalah sekertaris tuan Alex .!" Sahut Chandra dengan ucapan yang memang benar ada nya.
Tomy yang merasa tersekak tak bisa membalas ucapan pria yang ada didepan nya
"CKKK... anda sungguh tidak pernah berubah tuan Chandra !?" Suara Tomy terdengar sinis.
Ameena yang menunduk dan duduk dibelakang Tomy pun mendengar ucapan pria dewasa yang kali ini menjadi client sang Bos -Alex.
Rapat kali ini tidak menemukan jalan sepakat -oleh sebab itu Chandra meminta untuk men jadwal kan ulang rapat antara diri nya dan Alex .
*
*ย
Suara derapan langkah milik Tomy terdengar ..
Tomy lagi -lagi berjalan kaki demi sang Ameena.. gadis muda itu tak ingin berada diantara pria -pria dewasa dalam satu kendaraan ...
Alhasil Ameena berinisiatif memesan sebuah taxi melalui aplikasi pada malam itu .. entah kenapa malam ini taxi yang ia pesan tak kunjung datang .. ..
*
*
Tomy mengarah kan mata kepada gadis bercadar yang berjalan dibelakang nya..
Dalam benak Tomy ingin sekali - pria itu mengajak bicara Ameena , tapi Ameena seolah menghindar dari nya.
Hingga Tomy mendahului percakapan nya bersama Ameena..
"Apa kabar?" Suara Tomy terdengar menyapa .
"Alhamdulillah baik paman!?" Suara Ameena terdengar lirih dan singkat.
"Ma.af , , Atas ingkar ku kepada mu ?!' " Suara Tomy dengan tatapan penuh maksud.
"Iya .. " hanya itu kata yang keluar dari bibir Ameena
Meena kembali terdiam dalam langkah...
Brug..
Dengan cepat Ameena memundurkan tubuh nya..
"Ma.af ! ?" Satu kata dari Ameena terlontar.
Tomy membalikkan badan dan mengarah pada Ameena.. Pria itu sedikit kesal akan jawaban singkat dari bibir Ameena.
Dengan tetap menunduk .. Ameena terus melihat langkah kaki Tomy yang mengarah pada nya.
langkah kaki Ameena yang mundur kini terhenti , seolah tertahan oleh dinding suatu bangunan yang ada dipinggir jalan..
"Jangan terlalu menunduk sesekali -kali angkat lah pandangan mu !?" Ucap Tomy dengan melepas jas dan menutupi kepala Ameena.
"Hujan akan turun - jangan sampai wajah mu akan memucat karena alergi mu !" Perkataan peduli Tomy membuat Ameena mengarahkan tatapan nya pada Tomy .
Mata Ameena bergerak kekanan kekiri dan tanpa ia sadari jarak antara diri nya dan Tomy sangat amat lah dekat.
Tomy hanya tersenyum sayang menyaksikan expresi terkejut gadis berniqob itu. Ingin sekali tangan Tomy menarik niqob dan menyentuh - membelai wajah Ameena - namun Tomy tak ingin memperlakukan Ameena sama seperti wanita -wanita lain ..
Perlahan tubuh gagah Tomy ia tarik dan menjauh dari tubuh Ameena yang mematung dengan sebuah jas milik Tomy yang menutupi kepala gadis berkrudung itu.
"Apa kamu akan berdiri disitu saja .. ?" Suara Tomy terdengar jauh.
Ameena sedikit berlari kearah Tomy..
*
*
Disebuah rumah..
"Apa diluar sedang hujan nek ? !" Suara imut terdengar
"Iya sayang.. "jawab Lisa dengan mengusap rambut gadis kecil itu.
"Semoga Allah melindungi bunda ya nek.. ?!" seru putri kecil Ameena .
"Kamu sekarang pinter berdoa ya nak !?" ucap Lisa dengan menoel hidung mancung Zakia.
"Alhamdulillah .. Bunda Ameena selalu mengajal kan , halus seling -seling meminta dan berdoa kepada Allah ..!"
__ADS_1
"Masya Allah .. Semoga Allah menjadikan mu anak yang shaleha .."
Dalam senda gurau Lisa dan Kia ..
Lisa melihat ..Leon berdiri dan meraih kunci mobil..
"Kamu mau kemana Lee.. ?" tanya Lisa ..
"Menjemput Meena Maa.. !Leon takut dia terjebak hujan !" sahut dan peduli Leon.
Lisa menatap punggung Leon..
"Lee.. ! apa kamu sudah ikhlas nak ?" ucap Lisa dengan berdiri..
Leon terdiam dari langkah nya .. terlihat pria dewasa itu menghela nafas "Tak mudah untuk menghapus rasa ini maa.. tapi setidak nya Leon mencoba untuk mendapatkan kata ikhlas itu.. !" ucap Leon dengan tersenyum kecil.
ย
*
*
Hujan makin deras digelap nya malam -kendaraan Leon terlihat sedang menyisir ruas jalan.. hingga mata pria itu tertuju pada sosok yang ia cari dan sedang berteduh disebuah halte ..
ย
*
*
Disebuah halte ...
Senyuman bibir Tomy terus mengembang dengan sesekali menatap kearah Ameena yang sedang berdiri disudut halte bus
Bagi Tomy cukup lah dengan cara seperti ini dia menghabis kan detik ke menit dan berakhir pada suatu jam... bersama Ameena sudah membuat nya amat bahagia dan bersyukur.
Namun sedari tadi gadis muda itu berusaha menahan kata yang bertanda tanya.. ?
"Kenapa paman rela berjalan kaki ? Bukan kah ada asisten paman yang berada didalam kendaraan dibelakang sana !" Ucap Ameena dengan mengarahkan jempol nya kearah mobil sport berwarna hitam .
"Ckk.. biar saja.. aku membayar nya untuk membantu ku !?" Ucap Tomy yang terdengar menggantung.
Meena mengarahkan tatapan nya kepada Tomy.. dan Tomy yang sadar akan tatapan gadis bercadar hitam itu pun tersenyum. dan mengulang kembali ucapan nya...
"Wildan aku bayar untuk membantu ku menemukan tulang rusuk ku yang bengkok yang belum kutemukan .... !" lanjut Tomy dengan mengarahkan tatapan nya kepada Ameena yang sedari tadi menunduk.
tak lama ..
Tomy melihat sebuah kendaraan telah terparkir dipinggir jalan..
Dan saat pintu kendaraan itu terbuka..
BRAGG.. sebuah payung telah terbuka dan mengarah pada Ameena.
"Ayo pulang Meena ! anak mu sudah menunggu !?" Ucap Leon dengan memayungi tubuh Ameena dari tepaan air hujan.
Ameena hanya mengangguk dan patuh.. dan mengucap salam tanpa mengarah pada Tomy.
Sedang kan Tomy hanya terkesiap akan ucapan pria berkulit putih barusan... tentang kata ANAK.
Setelah Ameena dan Leon berlalu .. Wildan datang dengan sebuah payung berwarna hitam ..
"Tuan muda mari kita pulang.. ! " suara Wildan terdengar dingin sedingin udara malam ini. Tanpa menjawab Tomy melangkah masuk kedalam mobil .
๐ค๐ค
Didalam kendaraan lain Ameena duduk dikursi belakang sedang kan Leon duduk dikursi mengemudi.
Leon sesekali melihat Ameena yang menatap kearah luar kaca mobil..
Tak ada yang mereka bicara kan kedua nya hanya terdiam dalam deras nya hujan .
Sesampai nya dirumah -Leon dan Ameena terlihat masuk kedalam rumah .. namun tak seperti biasa nya rumah nampak sepi ! Tak ada suara riang Zakia yang beberapa hari ini meramaikan rumah mereka.
Kini Leon dan Ameena sampai didepan kamar masing -masing..
Tangan Leon memegang gagang pintu dan akan masuk , tapi gerakan tangan nya ia tahan , mata Leon mengarah pada Ameena yang juga akan masuk kedalam kamar.
"Meena .. apa kamu benar-benar menerima lamaran anak dari pak kyai? " suara Leon terdengar datar.
"In syaa Allah apa yang telah terucap dari lisan ini , itu lah yang menjadi jawaban kak!?" suara Ameena terdengar pelan.
Leon terdiam dalam tatapan kosong saat pernyataan dari diri Ameena terdengar ditelinga..
.....๐ธ๐ธ.....
__ADS_1