True Love

True Love
EPISODE 87


__ADS_3

.....🌸🌸.....


"Ada yang hanya berstatus tapi tak saling cinta , ada yang sudah saling cinta tapi tak bersama ...


"Semua itu tersirat pada sebuah rasa ! Rasa cinta yang biasa kita rasa yang hanya bisa kita pendam dalam dada (Cinta dalam diam).


Cerita cinta dalam doa ... Ameena.


--


"Anda boleh pergi ! Tapi tolong kembalikan kalung itu kepada ibu !?" Jempol Hanifa mengaràh pada ibu Sop.


Sam menatap tajam pada sosok menyebal kan yang berdiri disamping wanita muda


"Coba kamu tanyakan ! Apa benar wanita itu pemilik kalung ini !?" Tanya balik Sam kepada Hanifa.


Hanifa yang sedari tadi memasang wajah yakin mendadak menjadi meragu... pasal nya Hanifa teringat akan foto yang ada pada buah kalung tersebut


Dengan sengit Hanifa menatap ibu Sop yang telah berwajah pucat .


"Itu memang milik saya dik?" Suara ibu Sop terdengar gugup.


"Bisa jelas kan kenapa ada foto wanita yang mirip dengan teman saya didalam buah kalung itu?" Ucap tanya Hanifa dengan tatapan tajam.


"I-i-it-tu .. -itu -raha-!?" Mulut ibu Sop masih terbuka akan ucapan yang akan ia katakan pada Hanifa .


Akan tetapi kedatangan Ameena dari depan membuat wanita itu tercekat dan kaku..


"Bude Sop.. !?" Suara Ameena menyapa .. tangan gadis taat itu meraih telapak tangan wanita tersebut.


Mata Abrisam memaku akan wajah cantik Ameena.. " Bukan kah dia gadis yang ada di foto ?!" Batin Sam dengan jantung yang bergetar.


"Kamu ?!" Ucap ibu Sop dengan jari telunjuk mengarah pada Meena.


"Saya Ameena bude !? Anak nya ibu Lisa penjual kue.. !" Jelas Ameena.


Sam terus memperhatikan bulu mata lentik pada kelopak mata indah Ameena , tak sedikit pun mata pria matang itu mengedip dari sosok Ameena yang terlihat asik bertegur sapa dengan sang ibu menyebal kan.


Hanifa yang menyadari tatapan tak halal dari pria matang nan sombong mengambil langkah yang tak terduga.


Gadis bercadar nampak berdiri didepan tiba -tiba gadis itu membentang kan jilbab besar nya tepat dihadapan Abrisam .


"Turun kan kerudung besar mu! " suara Sam terdengar datar dan terus berusaha menatap sosok yang begitu mematik jantung hati nya untuk selalu berdetak.


Hanan mengerutkan dahi saat mata teduh nya melihat sang adik yang jaraknya begitu dekat dengan pria didepan nya .


"DIK.. !!" Suara Hanan sedikit meninggi tak lupa lengan sang adik -Hanifa ia tarik agar menjauh dari pria matang nan sombong itu.


Ameena yang sedari tadi fokus kepada ibu penjual jamu pun kini mengarah kan tatapan nya pada kedua kakak beradik itu .


Lalu beralih menatap kearah sang pria matang...


Dengan satu kali tarikan kalung telah berpindah tangan - dan Abrisam pun memilih untuk mengalah dan pergi....


*


*


*


Tiga wanita dengan berbagai macam usia dalam satu armada ...


Bulu mata lentik mengarah pada sosok gemuk yang sedari tadi terus memegang kalung yang akan ia jual...


"Bude Sop... !? Alamat nya masih sama kan ?" Tanya Ameena yang duduk disamping kanan ibu penjual jamu itu.


"Masih Meen .. emang mau tinggal dimana lagi ? Wong .. rumah itu satu' satu nya milik bude.. !?" Jelas ibu Sop .


Suasana pun kembali senyap ... diganti dingin nya ac pada kendaraan .


*


*


*


Hari yang panas pada suatu siang - kini berganti dengan redup nya awan pada sore hari.

__ADS_1


Disebuah rumah yang berdiri pada kompleks perumahan dengan luas tanah yang lumayan luas.


Penglihatan gelap seorang anak terlihat terus membasah ..


"Kia... makan dulu ya nak ... ?" Suara Azizah terdengar lembut.


Bocah cantik 5 tahun itu menggeleng..


Kini wajah Azizah terlihat lelah karena sedari tadi berusaha membujuk bocah cantik itu agar berhenti menangis..


"Kia mau menunggu bunda saja -ibu !?" Suara anak itu terdengar serak.


Pias wajah manis Azizah berubah ketika kalimat itu keluar dari bibir bocah polos .


Dengan pelan Azizah menarik tubuh gemuk Zakia kepelukan nya ...


" Kia tidak boleh berkata seperti itu ! Zakia harus ikhlas !?" Ucap pelan Azizah.


Zizah mengusap pipi Zakia yang basah akan lelehan air mata .. dengan terus berusaha membujuk anak itu.


" Kalau begitu Kia makan ya nak !?" Pinta Azizah - namun bocah kecil itu tetap menggeleng.


"Kia mau menunggu bunda yang tadi siang - ibu... " jelas sang bocah.


Zizah mengerutkan dahi mencoba mengterjemahkan kalimat anak tersebut setelah beberapa detik wanita dewasa yang berparas manis mengangguk paham.


Azizah yang tadi nya berwajah tegang - kini tersenyum lega..


"Alhamdulillah .. Tuhan sudah menguatkan hati nya , dan Alhamdulillah dia sudah bisa menerima mbak Ameena sebagai bunda nya... !?" Ucap batin Azizah.


*


*


*


Sedang kan disebuah kampung .. terlihat ibu Sop keluar dari dalam kendaraan milik Hanan..


"Ma'af bude.... kami langsung pamit !?" Seru wanita muda dengan suara tegas nya.


"in syaa Allah bude -" Jawab Ameena dan dilanjut " Assalamualaikum .. !?" Ucap salam ketiga nya Hanifa dan Ameena melambaikan tangan kearah ibu yang terkadang memiliki sifat menyebal kan itu.


--


Diramai nya jalan Hanan mencoba memacu kendaraan nya... tak lama kendaraan itu berhenti disebuah pelataran sebuah rumah ...


Mesin pun terdengar mati , sepasang kaki berbalut gamis terlihat keluar dari pintu mobil sebelah kanan akan tetapi belum juga kaki gadis muslimah itu menapak tiba -tiba kaki itu tertahan saat mata indah nya menatap anak kecil berbadan gemuk duduk dengan memeluk kedua lutut disebuah teras berteman kan seorang wanita dewasa .


"Astaghfirullahah Adzim.. ! Zakia !?" Suara Ameena dengan tatapan terarah pada sang anak , Zizah tersenyum melihat kedatangan Hanan-Hanifa dan Ameena pada sore itu.


Dengan perasaan bersalah Meena melangkah menghampiri Zakia yang terlihat bersedih.


"Assalamualaikum putri Ameena.. ?" Suara lembut gadis muda berkrudung besar menyapa sembari mendarat kan bokong nya dilantai teras.


"Wa'alaikum salam !" Jawab bocah cantik .


"Kenapa duduk diluar!?" Tanya Ameena .. bocah kecil itu mengarah kan wajah pada suara Ameena. Tangan mungil nya mulai meraba wajah gadis muda berkrudung besar itu.


"Bunda .. !?" Ucap nya dengan wajah bahagia .


*


*


*


Sore pun menyapa.. wajah manis terlihat sendu dan sesekali mengusap air mata pada pipi nya yang basah..


"Kamu yang pintar ya Kii.. tidak boleh nakal !?"ucap Nasehat Azizah.


"Mbak Ameena sering - sering lah berkunjung kemari , pintu rumah ini akan terbuka lebar untuk mbak Meena dan Zakia...!?" Tutur Zizah.


"Hanya Meena dan Kia saja mbak !?" Sahut Hanifa dengan maksud bercanda


"Mbak Hanifa dan Mas Hanan juga boleh kok.. !? " jawab wanita dewasa berparas manis -AZIZAH.


Ameena memeluk tubuh Azizah...

__ADS_1


"In syaa Allah ..mbak.. !? Oya ini no ponsel saya - mana tahu mbak Azizah ingin menghubungi kami !?" Ucap Ameena dengan menggenggam tangan mungil Kia.


"In syaa Allah dan terima kasih ... !?" Jawab nya .


Ameena menunduk kearah Zakia ..... gadis kecil itu tersenyum ketika bibir Ameena membisik kan sesuatu ...


Zizah mengerutkan dahi melihat Zakia berjalan melangkah kearah nya...


Telapak tangan mungil Zakia mengarah pada Azizah ...


"Salim ibu... !" Suara Zakia terdengar lucu..


"Masya Allah.. !" Seru Azizah dengan mengarahkan telapak tangan nya dan mencium kening bocah cantik itu.


Hanifa dan Hanan tersenyum melihat tingkah ibu dan anak dihadapan mereka....


Beberapa detik berikut nya ... ucapan salam terdengar dari ketiga nya


"Assalamualaikum ... "...


Hanan duduk didepan bersama Hanifa ... - Ameena dan Zakia duduk dikursi belakang ...


Seiring menit berganti ...


Gadis kecil terlihat terlelap begitu nyenyak diwaktu senja...


*


*


Hingga....kurang dari 1 jam perjalanan mereka ber empat sampai di pesantren.. ..


Suara adzan magrib terdengar dipendengaran seolah menyambut kedatangan mereka ...


Seorang pria paruh baya berdiri tegak diambang pintu ruang tamu ...


"Assalamualaikum Abi..-pak kyai ! " Ucap Hanifa dan Ameena


Wanita muda bercadar itu meraih telapak tangan pak kyai... dan Ameena menakup kan kedua telapak tangan nya .


"Wa'alaikum salam ... !? Cepat mandi dan langsung ikut berjama'ah .. !?"seru pak kyai


Dari arah belakang nampak pria sholeh yang memakai kemeja koko itu meraih tubuh Zakia yang tertidur didalam mobil sesaat mata pak kyai berhenti pada sosok anak kecil berbadan gemuk yang ada pada gendongan Hanan dan dari arah belakang nampak gadis berkrudung besar membawa barang bocah cantik itu berupa tas rangsel berwarna pink berjalan dibelakang tubuh tegap sang putra.


Seulas senyum terbit dari bibir tua pak kyai ... tak lama langkah kaki tua itu menapak menuju masjid.


*


*


Didalam kamar yang ditempati Ameena..


"Mas tidur kan Zakia di sini saja !" Tunjuk Ameena pada kasur .


"Tolong kamu bersihkan dulu Meen kasur nya !" Pinta Hanan dengan tetap menggendong tubuh Kia.


Ameena dengan sigap mengikuti arahan sang Hanan....


Hanan nampak merebah kan tubuh gemuk Zakia dengan hati -hati agar tak membangunkan bocah kecil itu.


Dari arah lain datang Hanifa hendak mengajak Ameena untuk berjamaah -namun langkah kaki wanita muda bercadar itu langsung tertahan tajam... saat pemandangan begitu langkah ada didepan mata..


--


Diambang pintu kamar Ameena...


"Terima kasih mas ... !" Ucap Ameena dengan berdiri dan menatap punggung tegap Hanan dari arah belakang.


Hanan nampak menghentikan kaki yang akan melangkah.. pria itu mengangguk pelan seraya agak mengarahkan pandangan nya kearah Ameena dan berlalu.


*


*


...?


.....🌸🌸.....

__ADS_1


__ADS_2