
.....🌸🌸.....
Jantung Sam makin berdegup kencang , rasa yang seharus nya ada pada Tomy , serasa tertukar .
"Apa nak Tomy mau saya kenal kan dengan seorang muslimah . Dimana Wanita itu memiliki anak 1 dan ma.af anak tersebut lahir dengan keterbatasan fisik ?" Pak kyai melihat kearah Tomy yang sedang menimbang jawaban akan suatu keputusan.
Cukup lama Tomy terdiam dalam pikiran nya . lalu beberapa saat kemudian Tomy berkata.
"Keadaan saya pun tak sempurna pak kyai , saya hanya tak ingin menjadi beban bagi siapa pun , apa lagi bagi seorang wanita yang akan menjadi istri saya , yang kodrat nya diayomi dan dinafkahi , sedang kan saya !!" Suara Tomy tertahan dengan melihat kearah kaki nya.
"Saya sendiri masih belajar akan ketaatan , walau jujur dalam hati saya ada keraguan atas diri saya pribadi ! Mampukah diri ini membimbing dan memenuhi kebutuhan lahiria dan batiniah secara dhohir pada wanita itu , tentunya setelah menikah ! Dan apa kah nanti nya wanita itu tidak akan menyesal ? Memilih pria yang berdiri diatas kaki nya sendiri saja tak mampu !" Senyuman kecil dari bibir Tomy.
..
Bagaimana kalau wanita itu sudah tau akan kondisi nak Tomy dan bagaimana kalau wanita itu mau menerima segala kekurangan nak Tomy ??" Timpal pak kyai.
Tomy tercekat serasa tersengat akan ucapan pak kyai " Wanita mana lagi yang akan ia temui , apa kah para mantan nya ! Atau kah - Ameena . Namun Tomy kembali meyakinkan diri , bahwasan nya wanita yang dimaksud oleh pak kyai bukan lah Ameena . karena wanita ini memiliki seorang anak !" batin Tomy.
**
Setelah menimbang dan menakar niatan dan tujuan hati , dengan BISMILLAH yang terucap dengan lirih..
Tomy menggangguk .
"Alhamdulillah.. " ucap syukur pak kyai .
"Kalau memang begitu , biar saya panggil kan putri saya dan kebetulan bersama wanita yang akan nak Tomy nikahi !"
Tomy mengambil nafas panjang berusaha mengikhlas kan , suatu keputusan yang telah ia ambil .
Abrisam menaikkan satu alis nya akan apa yang ada didepan mata , dengan pikiran yang menerka ?
Dua wanita bercadar datang dan duduk dibelakang pak kyai ..
Tomy menatap sekilas kearah wanita tersebut ,lalu menunduk kembali.
"Apa nak Tomy ingin melihat wajah nya ?" Ucap tanya pak kyai dengan maksud penuh arti. "Untuk lebih meyakin kan diri, akan niat nak Tomy ! ?"imbuh pak kyai.
Tomy menggeleng..
"Saya tidak akan melihat nya sebelum saya menghalal kan nya !" Ameena yang duduk dibelakang pak kyai tersenyum .
Pak kyai semakin mantab akan keputusan nya menjodohkan Ameena dan Tomy .
"Tuan Abrisam datang lah pada orang tua anak gadis ini dan khitbah lah pada orang tua nya untuk nak Tomy ." ucap pak kyai Saleh yang sengaja memberi clue pada Sam.
Sam mengangguk dan bertanya . "Alamat nya pak Kyai ??..."
"Nanti saya temani !?" Sahut pak kyai dengan senyuman penuh maksud yang ditujukan pada pria matang itu.
..
__ADS_1
Pak kyai kini duduk di kursi ruang tamu. Dengan berjalan pelan Hanifa menghampiri sang Abi dan menjelaskan siapa pria yang ada dihadapan sang abi diwaktu tadi.
Dahi pak kyai mengerut . Menela'a akan cerita yang diucapkan Hanifa , tentang sisi lain Ameena. Tak lama pak kyai pun mengangguk paham akan cerita dan keinginan seorang Amanah dari cerita Hanifa.
.....
Pak kyai tersenyum akan garis takdir seorang Ameena yang terkesan unik ..
"Kenapa nak Meena memilih pria seperti nak Tomy untuk menjadikan nya imam ? " tanya pak Kyai .
Meena tertunduk dan berpikir , dalam ingatan sang Ameena, Tomy adalah pria yang suka mempermain kan wanita dan senang meluap kan syahwat pada tiap akhwat yang tak berjilbab , Namun Ameena masih terniang akan perubahan sifat dan sikap Tomy diwaktu itu , yang membuat diri Ameena yakin akan keputusan nya kali ini. " Sebelum nya saya minta ma'af ,jika sedari awal tidak berterus terang kepada pak kyai !" Ameena mengambil nafas lalu tersenyum .
..."Karena saya hanya lah wanita biasa yang ingin menyempurnah kan ibadah , agar menuju sakinah dan tujuan utama JANNAH " jelas Ameena dengan tetap menunduk....
..."Adapun àlasan kenapa harus dia ? Karena dia lah yang ada dalam tiap doa -saat telapak tangan ini menengadah ,meski tak menyebut nama dan teringat wajah - yang ada hanyalah sebuah janji yang telah mengikat diri ....
..." Dan saat ini , saya tidak melihat seberapa banyak dosa yang telah ia perbuat dimasa dulu , tapi saya melihat seberapa besar keinginan nya dalam berubah dan mengharap pengampunan dosa dan bertawakal akan segala musibah yang menerpa , dan mengukuh kan niat nya dalam ketaatan akan suatu keyakinan .. .!" Pungkas Ameena....
pak kyai Saleh termanggu akan ungkapan kata Ameena , lalu pak kyai bertanya sekali lagi untuk memastikan . "Apa kah nak Ameena berkenan melanjut kan niatan ini ?
Dengan jantung berdebar . Ameena pun mengangguk didepan pak kyai dan Hanifa .
**
Setelah selesai dalam perbincangan ..
Hanifa dan Ameena telah pergi , tinggal lah pak kyai seorang diri , sebuah deringan panggilan suara terdengar..
Sesaat kemudian ..
Ponsel tergeletak diatas meja.. arah mata merujuk pada suatu jendela....
"Sungguh indah misteri sang ilahi dalam menyatukan sebuah janji " batin sang kyai.
*
*
Disuatu malam .
Berdiri didepan rumah bercat putih , disertai tatapan tanya dari diri Abrisam .
"Pak kyai ! ma.af bukanya ini .. - ?" Tanya bingung Sam , saat berdiri tepat didepan pintu rumah yang kini telah terbuka.
"Silahkan tuan Sam ! "Ucap pak kyai . kepada Sam yang terlihat ragu.
**
Didalam ruang tamu . Ucapan membatin Lisa...
"Bukan kah Ameena bilang , pak kyai yang akan datang.. berteman kan seseorang ? Kenapa jadi pria angkuh level sepuluh turut serta datang ?? apa kah Abrisam yang dimaksud seseorang itu ??.."
__ADS_1
Leon hanya diam dalam tenang - menanti suatu maksud dari kedatangan kedua orang yang kini duduk berhadapan.
Sedangkan di dalam kamar Ameena sedang larut dalam sujud , memohon petunjuk kepada sang pemberi hidup dan maut.
**
Setelah cukup berbasa basi . Pak kyai langsung pada inti..
"Maaf ibu Lisa -nak Leon , untuk kedua kali nya saya kesini dengan niatan yang sama . " suara Pak kyai terdengar berwibawah .
"Silahkan tuan Sam .. !" Ucap mempersilahkan pak kyai
"Ehem!" .. suara deheman Sam..
"Saya kesini ingin melamar Ameena untuk Tomy...!" satu kalimat yang begitu memompa jantung seorang pengusaha -Sam .
Lisa terdiam dalam pikiran.. dengan rasa keibuan - Lisa tersenyum dan berbesar hati menerima khitbah seorang pria dan berkata pada Leon..
"Panggil adik mu nak.. ?!" Tutur Lisa .
Beberapa detik kemudian..
Ameena duduk dengan tertunduk , dan mendengar tiap kalimat yang terucap . Dan pada akhir nya Ameena mengangguk..
"Alhamdulillah ... " seru ketiga pria dan Lisa.
Lisa menatap nanar pada Ameena lalu memeluk tubuh gadis muda itu.
"Berbahagia lah nak dengan pilihan mu , dan ma.af kan kekhilafan ibu yang pernah menentang keinginan mu - !" Ucap Lisa dengan terisak haru.
❤❤
Setelah mengantar pak kyai , kini Sam berada ditempat tinggal Tomy.
Beberapa rokok terarah pada Tomy . Tomy melirik kearah tangan tersebut lalu menggeleng ..
"Tidak Paa !!" Tolak Tomy.
Dalam diam Sam mencoba memastikan kembali akan niatan Tomy..
"Tom .. Apa kamu yakin tak ingin tahu siapa nama dan foto wanita muda bercadar yang akan menikah dengan mu ?.. " tanya Sam .
Tomy sekali lagi menggeleng...
"Aku percaya pada keputusan papa dan pilihan pak kyai ..!' Jawab Tomy dengan mengambil sebuah Qur'an dan membuka mushaf tersebut.
" Aku dan cinta pertama ku tak akan menyatu. " seulas senyuman yang getir dari bibir saat melihat dan merabah mushaf yang berada ditangan .
Sam melihat betapa tatapan Tomy begitu dalam terarah pada Qur'an tersebut . "Ikhlaskan lah Tom.. dan yakin lah pilihan papa kali ini tidak akan membuat mu menyesal ?" Ucap pria bernama Sam dengan tepukan pada pundak tegap Tomy.
.....🌸🌸 .....
__ADS_1