True Love

True Love
EPISODE 99


__ADS_3

🌸🌸


Tomy menatap wajah Sam yang mengarah keatas langit melihat bintang yang berkerlap kerlip.


"Dia memang istimewa dimata pria semacam kita , dia menunduk kan pandangan sedang kan kita mengangkat wajah seolah menyombongkan diri dengan apa yang kita punya.


Sekilas Sam mengingat rencana pernikahan Ameena..


"Dia akan menikah Tom? Apa kau tahu !?" Ucap Sam dengan mengarahkan mata pada Tomy.


"Aku telah mendengar nya , dia akan menikah dengan seorang ustadz muda ! " suara Tomy terdengar pelan .


Tangan Abrisam menepuk pundak Tomy .


"Ma.af kan papa jika harus berkata seperti ini , lepaskan dia Tom ! Dan mulai lah kehidupan yang baru ! Tak perlu jadi orang lain , jadi lah diri mu sendiri !"


"Aku akan berhenti mengharap kan nya , tanpa harus menggantikan nya !" Pungkas Tomy dengan tersenyum tulus.


"Apa berarti kamu tetap akan menolak perjodohan ini? " Tomy pun mengangguk


Hari yang ditunggu oleh keluarga besar pak Kyai dan Lisa..


Tok .. Tok.. seorang pria dewasa berkulit putih mengetuk pintu kamar Ameena..

__ADS_1


Ketty membuka pintu .. " Apa aku boleh masuk ?" Tanya pria bernama Leon.


"Masuk lah !.. !" Ucap Ketty dengan melangkah menuju Ameena yang berhias didepan cermin.


Mata Ameena melihat pantulan tubuh tinggi Leon pada cermin...


"Bisa kakak bicara sebentar Meen.. ?" Suara pria tampan itu dengan menatap Pantulan diri Ameena pada cermin yang sama.


Mata indah menyipit , tanda ia tersenyum seraya mengangguk..


Hanifa dan Ketty yang sedari tadi menemani Ameena berdiri hendak meninggal kan Ameena Leon ..


"Tidak usah pergi ! Aku hanya ingin mengucap kan permintaan maaf atas segala kekhilafan ku yang pernah ku perbuat dengan mu ! Dan tentang perasaan ku !lupakan saja -aku tahu cinta tidak harus memiliki !?"Jelas Leon dengan tersenyum lega.


Leon tersenyum kecil akan tatapan mata wanita bercadar itu.


"Ma.af ukhty .. aku bicara sesuai kondisi !?" Sergah Leon dengan nada angkuh. Ketty mengambil nafas dalam ,akan tingkah manusia dewasa didepan mata yanģ tak pernah merasa tua.


Ameena nampak tersenyum melalui mata nya yang menyipit akan celetukan Leon untuk Hanifa ,


*


*

__ADS_1


Ameena terduduk seorang diri didalam kamar ..menanti dimana detik berikut nya -kata SAH akan terarah pada nya..


Sejenak telapak tangan Ameena meraba pada dada , terpejam nya mata seolah meresapi rasa, seolah ada rasa didalam hati yang enggan terganti..


"Jodoh dari Allah sudah ditetapkan dan tidak akan pernah tertukar apalagi sampai nyasar, namun Allah memerintahkan kita untuk berdoa dan berikhtiar , sampai rasa sendiri terganti oleh halal yang menghampiri..


Kata batin Ameena seraya menarik nafas. Seulas senyum kini menghiasi wajah dibalik cadar berwarna putih .


12 menit kemudian ..


Pak kyai dan Abrisam telah duduk bersilah disamping Hanan, yang kini nampak gagah dengan balutan Jas berwarna hitam dengan kemeja berwarna putih.Sedangkan didalam kamar Ameena nampak cantik dengan balutan gaun pengantin sederhana yang ia kenakan , Ketty dan Hanifa datang menemani Ameena .


Dari arah luar kamar , putri kecil Ameena melangkah menuju kearah sang bunda..


"Bundaaa.... !" Suara lucu nan lugu Zakia.


Ameena meraih tangan Zakia , "Cantik nya bunda.. !"ucap Ameena.. tangan Zakia meraba wajah sang bunda yang kini telah tertutup cadar .


"Apa bunda bahagia ? " tiba -tiba satu pertanyaan terlontar dari bocah cantik itu.


"Kenapa bertanya seperti itu Kia...? " sahut Meena dengan sedikit berbisik , takut Hanifa mendengar nya..


"Kia ingin bunda bahagia !" Satu kalimat ungkapan seorang putri kecil nya.

__ADS_1


🌸🌸


__ADS_2