True Love

True Love
EPISODE 28


__ADS_3

.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....


Malam ini Leon ingin memberi surprise kepada mama - bibik dan sang adik .


Namun Leon ingin Ameena sang adik lah yang melihat dan menilai nya terlebih dulu..


" Apa sih kak.. ! Jangan bikin penasaran .. ?!" Ucap kesal Ameena kearah Leon.


" kakak sudah membeli sebuah rumah untuk kita Meena !" ucap Leon dengan menatap sekilas kearah Meena .


" Apa nanti Arta tidak marah kak ? " tanya Ameena dengan mengarah pada Leon.


Leon menatap kearah gadis berjilbab besar sekali lagi ...


" kakak harap kamu mau mencoba berteman dengan nya , Arta wanita shaleha yang rendah hati dan juga lemah lembut !" Jelas Leon kepada Ameena.


Akan tetapi Ameena tak sepaham akan penjelasan Leon , Arta tak sebaik yang terlihat , gadis itu ingin sekali menjelaskan tentang sisi lain seorang Arta adiguna.


Tapi Ameena tak mampu melihat guratan kesedihan pada Leon sang kakak , seorang kakak angkat yang telah ikhlas berbagi setengah rasa kasih sayang seorang ibu kepada dirinya yang anak angkat , dan ibu yang begitu baik -dengan segenap rasa yang ada -pada dir seorang wanita dewasa beranak satu yang kini telah menjelma menjadi sosok ibu yang terbaik untuk sang Amanah.


Terlebih lagi Ameena tak ingin mendengar perasangka dan praduga /omongan yang tidak baik mengarah pada dirinya dan keluarga nya yang saat ini ia miliki ! Apa lagi sampai yang nama nya FITNAH atas hubungan persaudaraan antara diri nya dan Leon dimata masyarakat.


Gadis muda itu sangat menghargai dan menjaga keutuhan keluarga kecil yang selama ini telah terbangun ,


Bagi Ameena yang terlahir sebagai seorang yatim piatu - memiliki keluarga yang utuh dan saling menyayangi seperti saar ini adalah harta yang tak ternilai lagi didunia ini -yang tak bisa diganti oleh apa pun.


Ameena hanya berharap .. Tuhan yang akan membuka tabir kepalsuan dari diri Arta. Meena sadar dia hanya lah seorang hamba yang tak mungkin menghakimi seseorang hamba yang lain , dia hanya mampu mengingatkan dengan pemahaman dan keyakinan yang ada pada diri nya.

__ADS_1


Namun tak semua orang bisa menerima pemahaman yang kita yakini dan pahami dengan cara yang sama....


**


Selang menit berlalu.. disebuah halaman ...


" Meen .. ! kakak minta ma.af atas kejadian tempo hari , kamu pasti marah akan ucapan opa tentang mu !?" Ucap Leon.


" Aku tidak marah kak.. !" Jawab Ameena.


Leon heran mendengar penuturan Meena sang adik.


" apa yang diucap opa kak Leon benar ada nya , aku BUNTAL - GEMUK- dan tak pandai dalam merawat berat badan ku ! Lalu bagaimana aku bisa marah!?" Ucapan Ameena sungguh membingungkan pria dewasa itu.


" aku hanya mencoba selalu meng syukuri setiap apa yang diberikan oleh Tuhan untuk ku , mau suka atau pun duka ! ?" Ucap gadis itu dengan tersenyum .


" Karena aku telah terbiasa akan kekecewaan ,dan aku telah terbiasa akan suatu impian indah yang tak sesui kenyataan .!? Aku telah terbiasa KAK.. !?" Ungkapan gadis gemuk itu kali ini sungguh dalam .


Dengan tatapan kedepan Meena mencoba melanjut kan ucapan nya


"Aku mencoba selalu berpikir baik akan garis takdir yang kini aku jalani , dan menjadi diri ku sendiri yang apa ada nya tanpa harus menjadi diri orang lain.


"Walau tak sejalan namun aku terus berusaha melalui nya ! Menanti sebuah rasa dalam doa seorang hamba - berharap suatu saat nanti Tuhan meng kabulkan nya !" Sambung Meena sekali lagi dengan menatap langit malam yang bertabur bintang.


Namun seklumit rasa yang ada dalam dada , pada diri pria dewasa yang mulai terasa , akan tetapi ia belum mampu menafsir kan suatu rasa tersebut kepada sang pemilik rasa , hingga pria itu pun mulai beradu kata dalam sebuah kalimat yang terucap..


" Seberapa besar harap mu kepada nya? " tanya Leon dengan tatapan tak rela kepada Meena.

__ADS_1


Gadis berhijab itu pun menggeleng lalu tersenyum " aku tak ingin meletakkan pengharapan ku pada manusia ! aku cukup mengagumi nya saja- dalam tiap doa ku kepada sang khaliq- dan memohon ma' af atas rasa kagum ku ini kepada ciptaanya yang aku pun takut !?" Perkataan Meena tertahan ... namun ia mencoba untuk menyelesaikan nya..


" Aku takut larut dalam perbuatan khilaf ku bila aku memaksakan ingin ku !?" Jelas Meena mencoba menuangkan segala kata yang selama ini mengganjal didalam dada.


Leon yang mendengar ungkapan kata itu tersenyum kecut dengan tatapan lurus kedepan.. ..


" apa kamu yakin dia akan menepati janjinnya pada mu ?" Pria dewasa itu bertanya kembali.. ..


Gadis berkrudung itu menaikkan kedua pundak nya, " Aku tidak tahu kak.. yang aku tahu ! Aku hanya berusaha menunggu -hingga waktu itu tiba ! " lanjut Ameena.


**


Rasa dingin nya malam .... serasa menyelinap masuk ke dalam cela - cela jahitan gamis yang dikenakan gadis bertubuh gemuk itu ,


Ameena berdiri dari duduk nya , " aku masuk dulu kak..!" Ucap Ameena dan dianggukan oleh Leon .


Kini Leon duduk seorang diri..


Pria dewasa itu mengadahkan wajah ke arah langit , seolah mencari jawaban atas pertanyaan dalam hati yang tak mampu ia pecah kan dan menemukan jawaban ...


Beberapa menit .


" aku tidak pernah tahu seberapa dalam rasa mu kepada pria itu , beruntung nya pria itu mendapatkan diri mu !


"Dimasa sekarang tak pernah aku mendapati kisah semacam diri mu !?" Gumam nya


"hingga sampai saat ini kamu mencoba menutup diri dengan sikap mu yang menyebal kan itu , walau aku tahu sebagai mana sikap asli mu !?" Batin Leon tersenyum membayangkan sesuatu.

__ADS_1


๐ŸŒธ๐ŸŒธ


__ADS_2