
.....๐ธ๐ธ.....
Dua hari kemudian...
Disore hari...
"Semua nya sudah merekat sempurna ,jadi mulai hari ini kamu bisa melakukan aktifitas mu seperti biasa nya Tom.. !" Jelas dokter bermata sipit.. dengan melihat hasil rongen .
**
Sepulang dari klinik dokter Hani...
Dalam kamar ...
Tomy
Tomy yang keluar dari kamar mandi ..melihat Ameena sedang merapikan tempat tidur lalu tersenyum melihat gadis kecil cinta pertama nya ada didepan mata memakai piama ..
Sreekkk .... Tomy memeluk tubuh kecil Ameena . Sontak gadis itu membalikan tubuh menghadap sang suami yang kini tak beranting ..
"Kak.. "suara Ameena - dengan sedikit mendongak kan wajah kearah Tomy ..
Mata kedua nya saling bertemu dan beradu . Semakin lama semakin dalam ..
Tak lama terdengar leguhan...
"Jangan ditahan.. " ucap Tomy - saat Ameena telah berada dibawah kungkungan tubuh tegap sang suami
"kakkk .. "suara Ameena terdengar parau dengan menatap wajah sang suami yang kini telah melakukan kewajiban nafakah batin untuk pertama kali .
Ameena semakin memejam kan mata dan meremas seprai berwarna putih itu..
Tomy yang begitu memahami akan apa yang kini dialami sang istri untuk yang pertama kali dalam hidup nya.. tersenyum penuh arti.
Ameena terdengar melenggun sekali lagi -dan sesekali menggigit bibir bawah nya saat suatu milik suami - menuju titik yang tak mampu Ameena jaga lagi . Sampai lelehan air mata kini telah mengalir begitu ikhlas jatuh membasahi pipi ..
Sebuah Amanah kesucian kini telah terlepas dari diri dan telah diberikan kepada yang terhalal yang dulu telah memberi janji .
๐ธ๐ธ๐ธ
Setelah sholat subuh , dengan langkah perlahan Ameena melakukan aktifitas sebagai seorang istri .
Dari arah belakang Tomy melingkarkan lengan nya pada pinggul kecil Ameena -tak cukup disitu Tomy juga mencium wangi sampoo pada rambut panjang sang istri
Dengan posisi sedikit membungkuk kan tubuh nya Tomy berbisik .
"Terima kasih atas semalam , dan ma.af jika aku keterlalu an dalam menyentuh mu !" Ucap Tomy dengan membenamkan kepala nya diceruk leher sang Ameena..
Terasa anggukan memelan dari Ameena atas ungkapan Tomy...
"Apa kaki kakak tidak apa -apa ?" ..tanya khawatir Ameena .
__ADS_1
Dengan mengecup sekilas bibir Ameena dipagi hari , Tomy berkata sesuatu yang membuat Ameena harus mandi junub kedua kali...
"Apa semalam aku belum meyakin kan mu , kalau kaki ini sanggup melakukan lebih lama ..
Ameena membekap bibir Tomy...
"Kakak ini kenapa tidak malu berkata seperti itu ??"
" Malu sama siapa -HMmmm ? "Ucap Tomy dengan mematikan kompor . Dan menggendong tubuh langsing Ameena .
"Apa yang kakak lakukan , Meena mau masak kak ?"
Klekk pintu kamar terkunci ..
Tak ada kata , yang ada hanya rasa ! Saling menyatu saat kedua nya saling butuh! Suasana hening nan syahdu disuatu subuh seakan menjadi saksi bisu betapa kedua ingsan saling memadu .
Terlihat telapak tangan saling bertumpu - jari -jari saling mengisi dan semakin lama semakin mengerat kan antara jari satu ke jari yang lain ... , Hingga sampai pada suatu titik penyatuan telah mereka berdua dapat kan .
Kertas putih kini tak sepolos dulu , kini kertas putih telah di isi dengan ukiran janji yang telah terpatri pada penyatuan diri antara suami dan istri.
*
*
Kenapa menunduk seperti itu !?" Ucap Tomy . yang melihat Ameena menengelam kan wajah nya didada polos Tomy.
"Meena malu kak.. !? " Tomy menarik dagu lancip Ameena dan mendekat kan wajah nya..2
Tomy meraih pinggul polos sang istri -
"Ikut aku kekantor siang ini , setelah dari kantor baru kita jemput Kia.
Dengan tersenyum diwajah lelah nya - Ameena mengangguk.
**
Sebuah sorotan dari mata Wildan terus mengarah pada sang Tuan muda yang pagi ini sangat amat cerah ,
"Elu masih normal Will.. ?!" Sergah Tomy - Ameena yang tadi nya terlihat membaca isi notifikasi beralih menatap Tomy ..
"Kenapa kak?!" Tanya Ameena .
"Tidak sayang ! Aku hanya takut ada yang akan bunuh diri karena kesepian .. !?" Ucap Tomy dan akan meraih tubuh sang istri agar mendekat kepada nya .... namun Ameena menolak nya.
"Kenapa sayang !?" Meena hanya menjawab dengan menggelengkan kepala.
Tak lama Tomy dan Ameena tiba diperusahaan ..
Semua tatapan mata karyawan tertuju seraya mengangguk memberi hormat kearah Tomy dan sosok bercadar - yang sesekali mengangguk dan tersenyum dibalik cadar hitam nya- menyapa .
Setibanya Tomy diruang kerja..
__ADS_1
Meena lagi-lagi terkagum akan desaighn ruang kerja sang suami , nampak minimalis dengan warna putih kombinasi abu . Terdapat satu sofa panjang lengkap meja yang terbuat dari kaca dan kayu.
Jendela kaca besar yang ada pada dua sisi ruangan Tomy semakin menambah kesan nyaman pada ruangan itu.
Tomy menekan tombol lock pada sebuah remot pintu , dan langsung memeluk tubuh langsing yang entah berapa kali telah ia peluk dan sentuh.
"Coba jelas kan , kenapa istri shaleha ku ini selalu menolak ku , jika didepan Wildan !?" Tanya Tomy dengan terus mencium aroma tubuh Ameena .
"Bukan hanya didepan kak Wildan saja , Meena menolak perlakuan mesrah kakak! Meena juga akan menolak perlakuan kakak pabila ditempat umum , adapun suami ku ini mengingin kan ku , maka ditempat tertutup seperti ini lah yang aku mau !?" Seru Ameena dengan bermanja.
"Apa kamu tak ingin memperlihat kan kemesraan kita pada halayak umum ?!" Ucap tanya Tomy dengan memeluk Ameena.
Lagi -lagi Ameena mengangguk.
Perlahan Tomy melepas ikatan cadar yang dikenakan Ameena ..
Ameena mendongak kan wajah kearah Tomy..
"Kenapa melihat ku ?! !?" Ucap Tomy dengan tersenyum dengan posisi saling berhadapan satu sama lain.
"Kakak sangat tampan , dulu Ameena tidak berani menatap dengan lekat apa lagi sekedar memuji ! Meena hanya mampu menatap punggung kakak yang tegap .. dari kejauhan.
Tomy tersenyum penuh maksud , manakala hasrat nya sebagai lelaki tiba -tiba hadir ..
*
*
*
Setelah hampir 1 jam lamanya..... ...
Tuk -tuk ..
"Meena .. !!buka pintu nya sayang .. ! Biar aku bantu.. !" Ucap Tomy dengan suara meninggi didepan pintu kamar mandi.
KLEKK.. keluar Ameena yang kini tertunduk malu ..
"Bisa kak !? "Ucap Ameena
Tanpa banyak kata -Tomy membopong tubuh langsing Ameena dan menduduk kan nya di bibir kasur.
Dengan lembut ..Tomy berkata
"Aku suami mu dan apapun yang kamu ingin dan rasakan - katakan pada ku ? Sekalipun seperti masalah ini ! Kalau kamu tidak bilang dan hanya menahan nya !? Bagaimana aku tahu .. dan aku akan terus menginginkan mu...".. ucap menyesal Tomy.
Hari ini Tomy benar -benar seperti layak nya orang yang berbuka puasa dengan hidangan yang begitu nikmat sebagai perumpamaan nya . .. sampai ia tak mampu menahan diri untuk tak menyentuh sang istri ...hingga Ameena merasa kan sesuatu yang menyiksa pada bagian teryentu pabila selalu di sentuh berkali - kali oleh Tomy.
"Maaf kak.. Meena malu !? Dan Meena takut dosa apabila menolak nya...!" Jelas Ameena .
.....๐ธ๐ธ.....
__ADS_1