True Love

True Love
EPISODE 24


__ADS_3

๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Leon duduk dimeja makan , rumah nampak sepi bagai tak berpenghuni.


" kemana mama dan bibik !? Terus ini ... Si gendut jam segini belum pulang juga !" Batin Leon dengan melihat jam tangan nya yang menunjukkan pukul 8 malam.


" Kerja apa si itu anak !?" Pria dewasa itu nampak berpikir .


Leon mencoba menyalakan televisi berukuran 22 in didepan nya , lalu Leon menekan nekan tombol yang ada pada remot TV sekedar menghilangkan kebosenan dalam diri .


Terdengar ucapan salam dari luar rumah .. !? Leon melihat kearah pintu yang mulai terbuka , terlihat sang mama yang baru pulang beserta bik Ika.


" Assalamualaikum!" Ucap Bik Ika bersamaan dengan Lisa yang baru pulang dari pengajian majelis taklim.


" Wa' alaikum salam " jawab pria dewasa -Leon.


" Sudah bangun nak.. ? " tanya Lisa dengan lembut.


Leon pun mengangguk seraya tersenyum kepada Lisa.


" Mama dari pengajian sama bik Ika ?" tanya Leon dengan menghampiri Lisa dan mencium punggung tangan kedua wanita paruh baya itu - bergantian.


kemudian Lisa mengangguk ..


Tak lama ..


Leon kembali bertanya ..

__ADS_1


" Ma.. ! Meena belum pulang ?" suara pria dewasa.


Nampak Bik Ika melewati Lisa dan Leon..


" Saya masuk dulu tuan muda - Nyaa !" Pamit bik Ika yang masih menyebut Lisa dengan sebutan Nyonya dan tuan muda , meski Lisa mau pun kedua anak nya telah mengingatkan sang bibik untuk tidak memanggil seperti itu lagi.


" Silahkan bik !?" Ucap Leon dan dianggukkan Lisa.


Lisa nampak melangkah dan duduk dikursi meja makan yang masih satu ruangan dengan ruang tamu.


Lalu lisa mengarahkan pandangan nya kearah Leon yang duduk didisofa depan TV


" Adik mu pulang malam , mungkin sampai rumah jam 11 nanti !" Jelas Lisa .


Sesaat pria dewasa itu mengarahkan pandangan tak percaya kearah sang mama .


" Apa Maa? ! Memang nya Meena kerja apa ?!" Tanya Leon dengan serius.


Wanita paruh baya itu nampak gunda gulana..


" Maa.. ! Jawab Leon maa.. ! Meena kerja apa , kenapa dia pulang malam ?!" Begitu banyak prasangka tak baik mengarah pada adik angkat nya itu.


Lisa menarik nafas dalam -dalam, dan menatap Leon dengan tatapan sayang..


" Adik mu lembur , percaya lah Meena tidak akan melakuakan sesuatu yang melanggar agama Lee.. !?" Nasehat wanita paruh baya itu meyakin kan..


Leon terlihat tak suka akan jawaban dari sang mama yang mengarah kepada nya.

__ADS_1


*


*


Ditempat pembelanjaan ..


" Meena .. ! besok bawa kue bikinan ibu mu lagi yaa !? Kue buatan ibu mu sangat lah enak.. !?" Ucap rekan kerja Ameena.


" Beli.. apa gratis ! Kalau gratis terus bisa rugi ibu nya Meena nanti !" Sahut Tari dengan tersenyum dibibir sensual nya dengan maksud bercanda.


" Okey aku beli entar .. !" Sambung Tika dengan terus memajang dan menyusun barang di rak .


Saat ketiga wanita muda itu asik dalam obrolan nya , datang Erik menghampiri Tari ..


" Tar.. ntar malam aku antar pulang ya? " ajak Erik kepada Tari .


Dengan tersenyum Tari berkata..


" Ma af Rik.. aku nanti pulang bareng Meena ! Kasihan Meena nanti pulang sendirian lagi.. !?" Tolak Tari kepada Erik.


Ameena yang mendengar ajakan Erik kepada Tari , bersuara..


" EH.. nggak ada yaa pulang berdua- dua an !" Sergah Ameena.


" Kalian tahu kan jika laki- laki dan perempuan yang bukan mahram berjalan berdua an , bisa datang pihak ketiga yakni setan dan kawan kawan .. !" Suara Ameena terkesan berbisik horor ditelinga Tari dan menatap tajam kearah Erik..


Tari hanya tersenyum akan tingkah Ameena, ...

__ADS_1


" AHHH... Ameena.. ! dasar gendut.. lagi- lagi gagal berduan sama Tari , padahal kan enak dingin- dingin boncengan motor sambil ngerasaain yang nempel dipunggung , yang empuk -empuk keny@l " batin jorok Erik kepada Tari.


Ameena sejenak menatap pada Erik yang sedang membayang kan sesuatu , yang tentu nya hanya Erik dan Tuhan yang tahu tentang isi beranda kepala pria Mesum itu.


__ADS_2