
Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, Tania belum tidur. Dia masih setia membuka matanya, sampai kapanpun ia akan seperti itu, hingga akhirnya lelah dan tertidur tanpa sadar.
Arka dan Kevin tidur di sofa, sedangkan Tania tidur di ranjang sebelah Rasya, mereka berdua bersampingan saat tidur.
Tidak ada hal yang bisa membuat hati bungah, sama saja. Rasya masih setia berhibernasi dengan alam mimpi. Sampai fajar menyingsing, Tania tidak tidur, dia selalu terjaga. Setiap memejamkan mata pasti teringat akan Rasya belum sadar. Membuka mata kembali, menatap wajah suaminya dan air mata jatuh menimpa.
"Hubby, sampai kapan kau akan terus menutup matamu, apakah kau bosan melihat dunia sehingga lebih memilih untuk tidur? Bangunlah, aku sangat merindukanmu yang cerewet itu. Kini aku sudah mulai benar-benar mencintaimu. Mengerti akan arti rumah tangga, pernikahan, ikatan suci dan semuanya. Aku sudah paham, ayo bangunlah
apa kamu tidak kasihan padaku, menunggumu bangun, dan apakah kau marah padaku, karena waktu itu aku tidak membalas pertanyaan darimu? Ayo bangun, katakan padaku, hubby...."
Gumam, hanya itu yang bisa Tania lakukan. Arka dan Kevin baru saja selesai membersihkan tubuhnya dan bersiap untuk pergi ke kantor tinggal menunggu saja kedatangan para istri untuk membawakan makanan.
Lalu ia terlelap kembali hingga tidak sadar jika ada orang yang datang masuk.
"Assalamualaikum, kami datang...." Ucap salam dari luar pintu.
"Waalaikumsalam, masuklah...." Jawab dari dalam ruangan.
Datanglah Zahra dan Famira dengan Mambawa makanan dan anak mereka. Wajah cantik nan anggun yang selalu di hiasi senyuman selalu membuat rindu untuk memeluknya.
"Mas, maaf lama menunggu. Tadi ada kendala pas di rumah" Ucap Zahra sambil menyalami tangan suaminya.
__ADS_1
"Gak papa sayang, sini anak ayah biar ayah gendong, ayah rindu sama jagoan ayah yang pintar ini" Jawab Arka dan mengambil alih gendongan Arza.
"Sayang, ini makanan untukmu dan berikan dasi itu, biar aku pakai kan" Ucap Famira sambil meletakan rantang di atas meja.
"Makasih sayangku, nanti akan aku makan. Dan ini dasinya, kamu pakai kan untukku" Jawab Kevin dengan menyerahkan tali dasi.
Sedangkan si kembar masih tertidur di kereta bayi junior dengan kempongan favorit mereka.
Sama-sama romantis kedua pasangan ini, tidak malu-malu untuk menunjukkan kepada semua orang. Karena menurut mereka itu bisa menjadi motivasi para pasangan yang kurang harmonis atau romantis setelah menikah dan punya anak.
Kini yang belum romantis adalah Rasya dan Tania, masih dalam tahap penyembuhan. Dan jika sudah sembuh, di jamin bakalan baper kalo liat dan bayangin keuwuan mereka berdua.
"Sudah, tapi dia tertidur lagi. Biarkan saja, nanti pasti akan bangun lagi. Saran ku, ajak dia bicara dan jangan biarkan dia melamun" Jawab Kevin.
"Baik, sayang...." Sahut Famira.
Zahra yang mendengar pun langsung mangut-mangut, ia akan berusaha membuat Tania tersenyum di kala keterpurukan yang menimpa.
Arka dan Kevin makan di dalam ruangan itu, sedangkan Famira dan Zahra membantu Tania pergi ke dalam kamar mandi untuk mandi.
Kerjasama dan kekompakan mereka patut di acungi jempol. Padahal hanya seorang sahabat tapi itu semua melebihi dari kata sahabat seakan saudara kandung.
__ADS_1
Setelah selesai, urusan kamar mandi, Tania kembali duduk di ranjangnya. Wajahnya sangat pucat sekali, lalu Zahra yang paling bijak beraksi, membujuk agar Tania mau makan.
Ketika sedang makan, ada orang yang mengetuk pintu, Arza yang turun dari sofa dan berjalan menuju ayahnya yang baru saja selesai makan.
"Ayah, ada olang di lual yang ketuk pintu" Ucap Arza cedal.
"Oh ya, baiklah akan ayah buka. Arza duduk di sini di samping paman Kevin" Jawab Arka.
"Gak mau, Alza mau liat dede kembal. Mau cium pipi meleka" Sahut Arza dan membuat Arka dan Kevin tertawa.
Lalu Arka membuka pintu, dan ternyata yang datang adalah Vito beserta istrinya, dan mereka yang akan menjaga Tania serta Rasya. Tidak ingin membuat kedua pasangan itu repot, apalagi sudah punya anak dan kesibukan yang memadat.
Bersambung
.
.
.
Hargai karya ku dengan vote like dan komentar serta follow me ya.
__ADS_1