
Happy reading 🤗
Keesokan harinya, mereka disibukkan dengan kegiatan untuk acara tasyakuran atas kelahiran bayi dan kesembuhan Famira. Di dalam kamar, Famira bercengkrama dengan Siti, bercanda ria dan sesekali menangis kala mengingat masa kecil.
''Mba ucapin makasih banyak sama kamu, Siti. Andai jikalau kamu tidak ada mungkin aku udah enggak disini lagi" ucap Famira.
''Sama-sama mba, Siti juga seneng kok akhirnya bisa membantu orang lain, yang membutuhkan" jawab Siti.
Famira hanya tersenyum menanggapi jawaban Siti yang begitu dewasa. Lalu, Kevin datang kedalam kamar, menghampiri Famira.
''Sayang, bentar lagi acaranya dimulai kamu siap-siap dulu gih'' ucap Kevin.
''Iya, mas aku akan bersiap...'' jawab Famira.
Kevin mengangguk dan meninggalkan mereka berdua di dalam kamar. Kemudian Famira meminta Siti untuk bersiap juga karna nanti Siti juga akan di panggil untuk bergabung saat acara tasyakuran.
''Siti, kamu juga harus bersiap. Nanti kamu juga akan ikut" ucap Famira.
''Kok saya juga ikut, mba? kan ini acaranya mba dan baby twins?" tanya Siti.
''Udah pokoknya kamu sekarang bersiap dan nanti kamu akan tahu sendiri'' jawab Famira.
Siti hanya menurut dan mengikuti permintaan Famira untuk bersiap juga. Setelah kepergian Siti, barulah Famira turun dari ranjang dan pergi menuju kamar mandi.
1 jam kemudian, semua sudah bersiap, baik Famira dan Kevin, maupun Arka dan Zahra.
Famira mengenakan pakaian warna putih dan Kevin juga menggunakan pakaian yang sama.
Semua hari ini menggunakan pakaian serba putih.
''Apakah semua sudah siap? tanya Kevin.
''Sudah...." jawab semuanya serempak.
__ADS_1
Kevin langsung tersenyum, dan kini hanya tinggal menunggu kedatangan ustadz dan bapak-bapak serta ibu-ibu untuk datang serta ikut mendoakan Famira dan kedua anaknya.
''Assalamualaikum...." ucap bapak-bapak.
''Waalaikumsalam, mari silahkan masuk'' jawab Kevin.
Arka dan Kevin membantu para bapak-bapak untuk duduk di tempat yang sudah disediakan. Lalu Zahra dan Siti membantu para ibu-ibu. Sedangkan Famira hanya diperbolehkan untuk duduk, tidak untuk berjalan kesana-kemari.
Semua tetangga sudah datang, kini tinggal menunggu kedatangan ustadz. Namun tak berselang lama, datanglah ustadz Abu Yahya bin Sa'id.
''Assalamualaikum...." ucap ustadz.
''Waalaikumsalam...." jawab orang yang ada didalam rumah.
Kevin dan Arka menyambut beliau dengan senyuman, kedatangannya sudah dinanti-nanti oleh keluarga ini. Ustadz pun masuk dan menyalami tangan Arka dan Kevin.
Lalu acara pun dimulai, ustadz Abu Yahya bin Sa'id, memulai dengan ucapan doa, sedikit ceramah dan penutup.
''Alhamdulillah, akhirnya ibu Famira sudah sembuh dari penyakitnya serta kedua bayinya juga selamat. Ini adalah anugerah yang diberikan oleh Allah kepada ibu Famira. Beliau begitu tegar dan kuat menghadapinya. Semoga segala penyakit atau masalah tidak lagi menghampiri keluarga bapak Kevin dan mereka hidup bahagia selamanya'' ucap ustadz.
Doa anak yatim piatu pasti selalu terkabul, jadi berbaiklah kepada mereka, Allah sungguh menyayangi mereka dan jika engkau berbaik pada mereka maka nanti akan menambah amal jariyah engkau saat di dunia maupun di akhirat kelak.
''Ayo sebagai perwakilan dari anak panti, apa ada yang ingin kalian sampaikan untuk keluarga bapak Kevin?" tanya ustadz.
''Saya pak ustadz..." jawab Erni.
''Silahkan...., nak." ujar ustadz Abu Yahya bin Sa'id.
''Untuk bapak Kevin dan ibu Famira, semoga menjadi orang tua yang baik untuk dede kembar. Ya Allah, semoga keluarga bapak Kevin dan ibu Famira, selalu diberi kesehatan, kebahagiaan dan keselamatan sampai akhir hayat" ucap Erni.
''Aminnn, amin ya Allah....'' jawab semua orang serempak.
Semua orang menangis bahagia, lalu Kevin melambaikan tangannya pada Erni untuk mendekat. Erni pun berjalan menuju Kevin dan Famira.
__ADS_1
Kemudian Kevin memeluk tubuh Erni, sambil menangis, begitu juga dengan Famira.
''Makasih, nak. Atas doanya, semoga kamu juga menjadi anak yang shalihah dan sukses di masa depan'' ucap Kevin sambil melepas pelukannya.
''Aminnn, makasih juga pak doanya'' jawab Erni.
''Kemarilah nak, ibu juga ingin memelukmu..." ucap Famira sambil menangis haru.
Erni menganggukkan kepalanya, dan menghampiri Famira.
Famira memelukku dengan erat dan juga mencium wajahnya.
''Kamu anak shalihah, anak yang baik dan semoga kamu juga sukses nantinya dan menjadi wanita hebat dan tangguh'' ucap Famira.
''Amin, Erni akan menjadi wanita tangguh dan sukses seperti ibu Famira" jawab Erni.
''Ya Allah nak, semoga doa kamu dikabulkan oleh Allah'' ujar Famira.
Erni hanya mengangguk dan tersenyum pada Famira.
Orang-orang langsung menitikkan air matanya melihat Erni dan juga Kevin serta Famira memeluk tubuhnya dan menghujani doa dan harapan yang baik untuknya.
''Baik karna sekarang saatnya untuk memberi nama untuk bayi. Apakah bapak dan ibu sudah mempersiapkan namanya?'' tanya ustadz.
''Sudah ustadz, kami sudah punya nama untuk mereka'' jawab Kevin.
Lalu ustadz Abu Yahya bin Sa'id, mengangguk dan memulai acara selanjutnya.
Bersambung
.
.
__ADS_1
.