True Love

True Love
Bunuh diri


__ADS_3

Happy reading 🤗


Rumah sakit


Famira mulai mengerjapkan matanya, ia melihat sekelilingnya. Ruanganya sangat aneh, dan kenapa ia terbaring di branker.


Dokter masuk untuk memeriksa kondisi Famira. Beliau tersenyum saat melihat Famira sudah siuman.


"Anda sudah sadar nona..." ucap dokter


"Saya ada dimana?" tanya famira


"Anda sedang berada di rumah sakit saat ini. Tadi anda di bawa kemari oleh seorang pemuda." jawab dokter


"Benarkah? Tapi memangnya saya kenapa dok, kok saya bisa berada disini?" tanya Famira


"Anda tadi pingsan, lalu pemuda itu membawa anda kemari" jawab dokter


"Apakah anda mengidap leukemia?" tanya dokter


"Iy...iya dok. Benar, saya mengidap leukemia" jawab Famira


"Lalu, anda tetap mempertahankan kehamilan anda, sedangkan saat ini anda...." perkataannya terpotong oleh Famira


"Saya akan tetap mempertahankan janin saya sampai ia lahir ke dunia apapun nanti resikonya saya akan tanggung" ujar Famira, ia sudah paham arah pembicaraan yang dokter itu maksud.

__ADS_1


"Itu resikonya sangat besar nona, jika anda terus mempertahankan ini, maka nyawa anda yang menjadi taruhannya. Apa anda mau, jika setiap hari harus merasakan sakit yang luar biasa?" tanya dokter


"Demi anak, saya rela dok. Biarlah saya merasakan sakit ini, asal anak saya bisa lahir" jawab Famira.


"Lalu, dimana suami anda...?" tanya dokter


"Su...suami saya sedang bekerja dok" jawab Famira


"Suami anda sedang bekerja, lalu apakah ia mengetahui penyakit anda?" tanya dokter


"Tidak. Suami saya tidak mengetahuinya, karna saya merahasiakan nya secara rapat, agar ia tak mengetahuinya" jawab Famira


"Ya Tuhan, anda sangat nekat sekali. Jika suami anda sampai mengetahui ini semua, apakah ia tidak akan marah pada anda nona, saya tidak bisa biarkan ini terjadi. Saya akan menghubungi suami anda dan memberitahu jika anda mengidap penyakit yang mematikan dan sangat minim untuk bisa sembuh dari penyakit ini" ucap dokter


"Jangan dokter! saya enggak setuju, saya mohon jangan beritahu pada suamiku. Jika ia tau, pasti ia akan meminta saya untuk menggugurkan janin ini. Anda tidak tahu betapa saya menantikan kehadirannya." cegah Famira beruraian air mata


"Jangan dokter! Saya mohon jangan" ujar Famira sambil menggelengkan kepalanya pelan


"Demi menjaga kode etik seorang dokter, saya tidak bisa membatu anda untuk menutupi ini semua. Jika nanti anda sampai kenapa-kenapa, sang dokter lah nanti yang di salahkan karna tidak benar mengurus pasien."ucap dokter


"Saya tau itu, tapi dokter tenang saja. Ini tidak akan melibatkan seorang dokter dalam masalah saya" ujar Famira menenangkan hati dokter itu.


"Maaf nona, saya tidak bisa...." jawab dokter


Dokter hendak berjalan keluar menuju resepsionis rumah sakit untuk meminta suster menelpon suami dari nona Famira. Ketika ia membalikkan badannya, Famira buka suara.

__ADS_1


"Baiklah...., jika anda tetap ingin menelpon suami saya. Maka saya akan bunuh diri dan rumah sakit ini akan terkena masalah besar" ancam Famira sambil memegang pisau di nakas sebelah branker nya yang biasa digunakan untuk memotong buah.


Seketika dokter pun membalikkan badannya menghadap Famira kembali, dan ia terbelalak kaget melihat Famira memegang pisau yang diarahkan ke dadanya. Ia langsung berlari dan menyaut pisau di tangan Famira.


"Jangan nonaaaa....." teriak dokter


"Jangan pernah beritahu pada suamiku mengenai penyakitku ini. Atau aku akan berbuat nekat dan membuat anda serta dokter lain kena masalah besar" ucap Famira


"Ba...baiklah nona, saya akan tutup mulut. Tapi saya mohon letakkan kembali pisau itu. Jangan melakukan hal konyol" jawab dokter yang pasrah, dan jika ia tetap berjalan keluar entah apa yang akan terjadi pada Famira nanti.


Famira tersenyum, lalu ia meletakkan kembali pisau itu ke tempat asal. Sang dokter pun langsung bernapas lega. Sungguh baru kali ini ia menemukan pasien seperti Famira. Jarang sekali ada wanita yang kekeuh mempertahankan kehamilan mereka pada saat mereka mengidap penyakit mematikan.


Dokter mengambil pisau itu dan segala benda tajam yang ada di dalam ruangan itu, agar Famira tak melakukan hal serupa.


Dokter keluar dari ruangan tersebut. Lalu Famira langsung menghela napas panjang, padahal tadi Famira hanya mengancam dokter itu. Dalam hati ia juga merasa takut, jika sang dokter tak percaya dengan ancamannya. Alhamdulillah nya dokter itu percaya dan tidak akan buka mulut untuk membocorkan penyakitnya itu.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu selamat nak. Tidak ada seorang pun yang bisa membuang kalian dari rahim mama sayang. Kalian jangan khawatir, mama akan selalu melindungi kalian dari siapapun. Mama rela jika harus merasakan sakit yang luar biasa, karna kalian adalah harapan mama dan papa nantinya"


Famira kembali menangis kala mengingat kejadian di kantor tadi. Sungguh tega Kevin melakukan itu di hadapannya. Tak menyangka jika Kevin berani selingkuh dibelakangnya.


Salah paham nih Famira sama Kevin.


Bersambung


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2