
Happy reading 🤗
Rasya baru saja berangkat ke rumah sakit, tumben- tumbenan dia telat bangun. Mungkin karena begadang jadi dia lambat bangun pagi. Saat di perjalanan, ia tak sengaja melihat sosok wanita uang sedang berteduh di bawah pohon dengan luka di lengan dan kakinya. Diteliti lagi, ternyata itu adalah Tania si gadis manja, menurut pendapatnya sih.
Kenapa dia? Apa kena kecelakaan? Dari pada bingung, Rasya memutuskan untuk menghampirinya. Mobil ia tepikan di pinggir dan arahnya berlawanan dengan Tania. Jadi dia harus berjalan kaki untuk menghampirinya malas untuk putar balik.
Cuaca panas menjadi teduh seketika saat Rasya datang dan menghalangi cahaya matahari yang menembus kulit wajahnya Tania. "Kau sedang apa, disini?" Tanya Rasya dingin.
"Aku...aku tidak sedang apa-apa" Jawab Tania gelagapan.
"Lalu, kenapa dengan lengan dan kakimu itu, hah. Bisa terluka...?" Tanya Rasya sedikit ngegas. Tapi juga sedikit khawatir dengan luka yang ia lihat.
"Aku terjatuh, tas ku di jambret" Jawab Tania sambil menunduk.
"Kok bisa....?" Tanya Rasya lagi, belum puas mendengar jawaban Tania.
"Kau ini, seperti ayahku saja, bertanya sampai rinci sekali. Aku tadi bermain ponsel saat berjalan dan tiba-tiba penjambret itu datang" Jawab Tania kesal.
"Bodoh,
Pantas saja kau di jambret, hei dasar gadis manja ku peringatkan padamu, jika berjalan jangan sambil bermain ponsel, itu berbahaya sekali. Jika kau sampai lengah maka nanti bisa terjadi kecelakaan lalulintas. Kau lengah dan asal berjalan, apa kau mengerti?" Ucap Rasya sambil menyentil dahi Tania.
"Hei, berani-beraninya mengatai ku bodoh dan gadis manja, hah. Sudah ku katakan bukan kalau aku tidak manja dan bodoh, dasar kau dokter galak" Sahut Tania. Kini hubungan mereka semakin dekat dan satu sama lain sudah mengetahui sifat asli dari keduanya.
Lalu Rasya pun langsung membopong tubuh Tania dan membawanya masuk kedalam mobilnya. Ia melewati jalanan, ketika lampu merah. Ia membopong tubuh Tania dengan gaya ala bridal style. Tania memberontak ingin turun tapi Rasya hanya diam dan cuek. Tetap berjalan dan mereka berdua menjadi tontonan para pengendara motor dan mobil. Seperti ada drama yang sedang di mainkan.
__ADS_1
"Lepaskan aku.... Turunkan aku, dokter galak!" Berontak Tania sambil menggerakkan kakinya.
"Diam....! Atau aku akan menyuntik mu!" Ancam Rasya saat sudah sampai ditengah jalan. Dan seketika lampu lalulintas berubah menjadi hijau, tapi kedua insan itu malah masih berdebat ditengah jalan. Semua pengendara membunyikan klakson mobil dan motor, agar mereka segera minggir.
"Hei, nona tuan, jika ingin bermesraan jangan ditengah jalan. Mengganggu saja....!" Teriak pengendara mobil yang kepalanya muncul dari kaca mobil. Lalu Rasya dan Tania menoleh ke arah suara tersebut.
Kemudian Rasya lanjut berjalan lagi dan Tania sudah tidak memberontak lagi. Apalagi saat mendengar ancaman Rasya jika ia usil lagi maka nanti akan kena suntik, dia begitu fobia dengan suntikan. Rasya tau hal itu, jadi dia terus mengancam Tania jika usil.
"Buka pintu mobilnya, cepat.....!" Perintah Rasya.
"Males, buka saja sendiri" Tolak Tania.
"Taniaaaaa...." Teriak Rasya seperti orang gila.
"Apaaa...." Jawabnya juga dengan berteriak.
"Jangan buat aku marah. Kau yang lebih dekat dengan pintu mobil, cepat buka, Taniaaaa" Teriak Rasya memekakkan gendang telinga wanita itu.
"Salah siapa kau membopongku" Jawab Tania yang sukses memancing emosi Rasya.
"Kauuu.....,
Cepat buka atau aku akan menghubungi ayah mu mengenai hal ini" Ancam Rasya.
"Iyaaaa, gak usah ngegas dan jangan beritahu ayah...." Jawab Tania sewot.
__ADS_1
Dengan kasar ia membukanya. Dan membuat Rasya naik pitam, tapi ia tahan. Kemudian ia meletakan tubuh Tania dan ia pun segera duduk di kursi kemudi. Melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit. Ia membawa Tania kesana untuk diperiksa dan diobati lukanya.
Sepanjang perjalanan, mereka diam. Rasya masih ngedumel, ingat saat Tania membuka pintu mobil dengan sangat kasar.
Sesampainya di rumah sakit, Rasya mendudukkan tubuhnya Tania di kursi tunggu. Ia pergi entah kemana dan membuat Tania seperti orang ilang disana. Ini kali pertama Tania masuk ke rumah sakit. Di sana ia hanya bisa nyengir lebar saat suster memandangi wajahnya.
"Dasar dokter galak, main tinggal aja. Udah gak balik lagi" Sungut Tania. Lah baru saja marah-marah tiba-tiba Rasya datang dengan membawa kursi roda. Tania membelalakkan matanya ketika melihat Rasya datang.
Memangnya Rasya pikir dia lumpuh dan tidak bisa berjalan ya. "Cepat duduk....!" Perintah Rasya.
"Tidak mau, aku masih bisa berjalan" Tolak Tania, malu dong. Masa cuma luka lecet suruh duduk di kursi roda.
"Cepat duduk, jangan membantah!" Perintahnya lagi.
"Tidak mau....!" Lalu ia berusaha berjalan dan akhirnya pun jatuh. Rasya yang melihatnya pun hanya memutar bola matanya dengan jengah. Sudah ngeyel ngegas lagi, si Tania.
"Cepat duduk, atau aku tinggal kau disini sendirian!"
"Iya, aku duduk" Jawab Tania pasrah.
Belum menjadi istri saja sudah membuat jengkel, apalagi nanti. Pusing Rasya memikirnya. Lalu ia membawa Tania masuk kedalam sebuah ruangan dan akan ia bersihkan luka lecet di anggota tubuhnya.
Bersambung
.
__ADS_1
.
.