True Love

True Love
Kemauan


__ADS_3

Sesuai dengan arahan suami, Tania bangun lebih awal. Ia sudah tidak sabar untuk mencobanya. Tes peck sudah di tangannya, ia beli saat berada di toko.


Tania bingung cara memakainya, lalu ia membuka google dan menanyakan bagaimana caranya. Setelah ketemu ia screenshot tulisan itu dan membawa ponselnya masuk ke dalam kamar mandi.


Semua langkah sudah di lakukan tinggal langkah akhir. Menunggu dengan jantung yang berdebar kencang. Gemetaran saat Tania mengambil tes peck itu dan melihat harus yang tertera di sana.


Dua garis merah.


Tania menganga lebar, tak menyangka jika hasilnya seperti itu. Rasa bahagia pun muncul.


Segera ia keluar dan pergi menuju ranjang. Ia membangunkan suaminya untuk mendengar kabar yang akan ia siarkan.


"Mas, bangun...." Ucap Tania menggoyangkan lengan Rasya.


"Emmm, ada apa sayang. Ini masih pagi sekali?" Tanya Rasya sambil menggeliat.


"Lihatlah ini mas, aku hamil" Jawab Tania.


Ketika mendengar kata hamil, mata Rasya mendadak terbuka lebar. Ia pun segera duduk dan menghadap wajah istrinya.


"Hamil? Benarkah?" Ucapnya dengan mata berbinar-binar.

__ADS_1


Tania pun langsung mengangguk dan tersenyum, ia mengacungkan tes peck itu di depan wajah suaminya. Dua garis merah terpampang jelas.


Segera Tania di peluk olehnya, rasa bahagia pun datang. Sebentar lagi akan ada suara tangisan bayi di rumah ini. Siapa sih yang gak seneng kalau dengar istri hamil anak pertama.


Wajah Tania di penuhi kecupan manis dari sang suami. Tak henti-hentinya Rasya bersyukur pada Allah, segala maha dalam dunia. Tiada Tara yang bisa menandingi kekuatan dan kekuasaan Allah.


"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya engkau berikan kami kepercayaan untuk menjaga amanat dari-Mu ya Robb" Ungkap Rasya sambil mengelus rambut istrinya.


Tania pun ikut menangis bahagia, bahagia bisa menyenangkan hati suami dan juga sebentar lagi statusnya akan menjadi seorang mother.


Setelah Tania dinyatakan hamil, maka Rasya akan ada di rumah 24 jam tanpa pergi kemana-mana, ia akan menjaga istrinya. Sudah lama sekali ia menantikan masa-masa seperti ini. Bisa bercengkrama dengan istri memberikan kasih sayang padanya secara lebih bahkan sampai luber.


Kelas kehamilan pun Tania jalani sesuai aturan dari Rasya. Dokter yang kompeten sekali, dan bertindak tegas agar apa yang ia jaga bisa aman sampai waktunya tiba.


Waktu terasa bergulir cepat, hingga tak terasa kini usia kehamilan Tania memasuki trimester kedua, perut pun mulai buncit, di masa-masa trimester pertama banyak sekali yang Tania hal konyol yang ingin ia lakukan. Mulai dari rujak buah, karedok, makan di jam 12 malam dan juga meminta suaminya untuk mengambil kelapa muda di belakang rumah untuk diambil airnya.


Sempat merasa lelah dan kerepotan dengan kemauan istrinya yang semakin hari semakin aneh. Sepertinya si jabang bayi pengen buat ayahnya lelah dan membuat ibunya merasa senang sudah berbuat konyol dengan ayahnya.


"Kamu anakku, sudah membuatku lelah. Aku harap jika kamu sudah lahir bisa menjadi kebanggaan kami dan orang lain, nak. I love you"


"Sama aku kamu love gak mas?"

__ADS_1


"Luber love kalau kamu. Dan tambah lagi kalau dia sudah lahir"


"Mas, kamu pengennya laki apa perempuan anak kita?"


"Yang di kasih sama Allah saja. Mau laki atau perempuan semua sama saja. Asalkan dia tumbuh menjadi anak sehat, dan berprestasi nantinya"


"Nak, kamu dengar sendiri kan apa yang ayahmu katakan. Jadi kamu jangan buat ayah kecewa nanti ya" Ucap Tania sambil mengelus perut yang sudah terlihat membesar.


Kemudian Rasya pun memeluk pinggang istrinya, mencium perutnya dengan begitu lama, nyaman rasanya seakan dia sedang memeluk tubuh anaknya.


Tiga bulan lagi penantian mereka akan berakhir, tapi sebelum lahiran Tania meminta untuk melahirkan secara normal saja, tidak mau Caesar. Takut dengan pisau bedah.


Rasya hanya menurut saja, toh nanti dia juga yang membantu istrinya persalinan. Istri dokter gampang, jika sakit maka akan ada dokter yang siap siaga di sampingnya.


Bersambung


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2