True Love

True Love
Nikah


__ADS_3

Happy reading 🤗


Waktu berjalan dengan sangat cepat hingga tak terasa sudah waktunya untuk acara pernikahan Tania dan Rasya. Pesta pernikahan ini sederhana, sama dengan pernikahan Elia. Arka beserta istri dan anak datang ke acara pernikahan Rasya, begitu juga dengan Kevin membawa istri dan kedua putra kembarnya.


Akhirnya sahabat mereka menikah dan akan segera membangun keluarga baru. Doa dan harapan untuk Rasya nantinya adalah menjadi keluarga yang sakinah, mawadah warohmah.


Kedua mempelai pengantin itu sudah duduk bersanding di pelaminan kelabu. Para tamu menyalami mereka dan ada juga yang berdiri sebagai kenang-kenangan. Rasya tadi saat melakukan ijab qobul rasanya ingin pingsan. Gemetaran dan gugup, lebih mengerikan ketimbang melakukan operasi bedah.


Flashback on


"Bagaimana apa nak Rasya sudah siap....?" Tanya pak penghulu pada Rasya.


"Sudah pak, saya siap..." Jawab Rasya mantap, tapi hatinya dag dig dug der.


Ketika pak penghulu hendak mengucapkan janji suci, tiba-tiba tangan Rasya bergetar hebat, keringat dingin bercucuran dari balik peci yang ia kenakan.


"Apa nak Rasya baik-baik saja?" Tanya beliau khawatir dengan kondisi Rasya.


"Sa...saya baik-baik saja pak penghulu. Mari dimulai saja" Jawab Rasya yakin. Namun suaranya terdengar bergetar. Gugup kalo gak salah orang bilangnya.


Arka dan Kevin langsung tersenyum nakal, mereka berdua kompak untuk menggoda Rasya dengan tujuan agar Rasya tidak gugup lagi.

__ADS_1


"Ya Tuhan, masa hanya mengucapkan janji suci saja bergetar. Di mana keberanian dokter Rasya?" Ucap Arka duluan memancing mental Rasya.


"Iya kau benar, cepat ikrar kan janji itu sebelum nanti ada yang mengambil" Timpal Kevin sembari mengulum senyuman.


Rasya menjadi geram dengan tingkah mereka berdua. Lalu ia menarik napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Pandangannya tertuju pada pak penghulu dihadapannya.


"Saya sudah siap pak. Dan mari kita mulai" Ucap Rasya tegas penuh dengan keberanian.


YESS berhasil membangun mental Rasya.


Pak penghulu pun segera memulainya dan alhasil Rasya sudah bisa mengucapkan tanpa gugup ataupun salah ucap. Kini mereka menjadi pasangan suami istri.


Flashback end


"Kau mandilah dulu aku akan membuang bunga mawar ini" Ucap Tania pada Rasya yang masih duduk di sofa.


"Hem...., aku akan mandi" Jawab Rasya sambil memijat pangkal hidungnya yang mancung.


Berat sekali rasanya setelah menikah. Harus menjadi suami dari gadis manja dan mengayominya dengan baik dan benar.


Kemudian Rasya beranjak dari duduknya dan menyambar handuk untuk di bawa masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Seharusnya ini menjadi malam yang aduhai untuk aku lalui dengan pasangan yang bisa menerimaku apa adanya" Ucap Tania sambil memunguti bunga mawar itu.


Pernikahan ini belum bisa mereka nikmati dan syukuri, sebab masih awam sekali. Baru saja mengenal dan kini sudah menyandang status sebagai pengantin baru. Tapi meski hanya perjodohan, mereka tidak akan berpisah ranjang atau bercerai. Cukup sekali menikah jangan sampai dua kali. Serta haram sekali bagi Rasya untuk berpoligami, satu istri saja sudah membuatnya jengkel dan kesal. Please jangan tambah lagi.


Sembari menunggu, Tania pun menyiapkan pakaian untuk suaminya itu. Dan meletakkannya di ruang ganti. Cukup lama Tania menunggu sampai dia merasa kesal. Dia itu mandi atau sedang bertapa?


"Rasya...., apa kau masih lama di dalam?" Tanya Tania sambil menggedor pintu pelan.


"20 menit lagi, aku keluar..." Jawab Rasya dari dalam.


"What 20 menit. Sudah ada satu jam kamu didalam dan sekarang belum selesai juga. Kau mandi atau sedang mencari lirik lagu, hah?" Tanyanya sangat kesal. Lama menunggu dan kini belum selesai juga.


Rasya tak menggubris omelan Tania, dia fokus mengguyur tubuh sampai bersih. Hingga tidak ada lagi yang kotor.


Hei ingat Tania, kau menikah dengan pria yang cinta kebersihan, jadi wajar jika Rasya mandi sampai satu jam lebih.


Bersambung


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2