
.....🌸🌸.....
Suatu malam dijalan yang berliku dan menanjak ,terlihat mobil berwarna putih keluar dari sebuah Hotel tempat nya menginap , sedang dalam perjalanan pulang dari tugas nya..
CIIIITTTT.. PRAAANK..BUOMM.... ....
Bunyi decitan kampas rem dari mobil tersebut begitu nyaring ,tak lama suara tabrakan pun dan ledakan disuatu yang dalam terdengar begitu menggema dari dasar jurang .
.....
Disuatu rumah..
Seorang wanita sedang gelisah didalam kamar , Lisa berjalan keluar melihat kearah kedua kamar anak - anak nya.., tapi hati seorang istri masih tak tenang.. Lisa berjalan kembali kearah lantai bawah menghampiri bik Ika yang sedang membereskan meja dapur.
"Nyonya belum tidur ?" Tanya bik Ika .
"Nggak bisa tidur bik..!?"jelas Lisa dengan menarik sebuah kursi .
"Pera- !" Ungkapan Lisa terpotong karena suara dering an telpon yang tiba -tiba terdengar ditengah malam .
Terlihat bik Ika akan mengangkat telepon tersebut ..
"Biar saya saja bik !" ucap Lisa .
....
" Halooo... ..
Sedetik berikut nya Lisa terduduk dengan tatapan tak percaya... bik Ika yang melihat akan hal itu mencoba mengambil alih gagang telfon yang menggantung dan masih terhubung..
.....
Beberapa jam berikutnya,dipagi hari...
Pemakaman islam...
Nampak Lisa sedang memeluk gundukan tanah yang masih basah .. dengan isakan tiada hentinya yang keluar dari pelupuk mata ...
Ada seorang pria dewasa bernama Abrisam turut hadir dipemakaman sahabat kuliah sekaligus tangan kanan diperusahaan nya yang kini telah berpulang ke alam keabadian.
__ADS_1
Tak jauh dari makam Jimin ,Leon melihat pada Lisa yang masih setia berada disamping makam , meski semua para pelayat telah pergi .
"Ma.. hari sudah siang , ayo kita pulang !" Ajak Leon . Tapi Lisa masih diam menatap setia pada pusara . Leon pun beralih melihat pada Ameena yang duduk disebelah Lisa . Tak nampak lelehan air mata lagi pada netra gadis itu seperti beberapa waktu lalu ,dimana gadis itu nampak sangat kehilangan akan sosok ayah yang selama ini ia impikan .
" Meen ajak mama pulang !" Ucap Leon dengan suara serak .
Gadis gemuk yang kini memakai jilbab besar berwarna hitam menatap Lisa ..
" Ibuu... ?!" Panggil nya dengan lembut kepada Lisa yang masih terdiam .
" Ibu.. !?" kembali Meena memanggil . Namun Lisa tetap bergeming . Kepala gadis berjilbab itu kini menunduk seraya berusaha menahan tangis melihat betapa hancur nya dunia ibu angkat nya akan kepergian Jimin.
Lama menunduk ... tiba -tiba gadis berjilbab itu teringat akan suatu kalimat.. ia pun mengangkat kembali wajah , mengarahkan tatapan pada ibu yang kini menatap kosong pada makam sang suami...
"Boleh kita bersedih akan suatu kehilangan, tapi kita harus belajar menerima kehilangan itu dengan ke ikhlasan , takdir usia setiap manusia tak ada yang tahu , dan kita harus yakin Tuhan maha Adil dengan segala kuasanya" wanita dewasa itu mulai mengerjabkan kedua mata- hingga air mata pun kini lolos kembali membasahi wajah cantik nya , saat mendengar penuturan gadis yang sedari tadi duduk menemani nya .
Dengan suara yang serak Lisa mencoba berkata.. ..
" Ibu masih belum bisa menerima nya Meena ! Baru kemarin kita bahagia dengan canda tawa dimeja makan , tapi sekarang.. !?" Perkataan Lisa tercekat olah isakan nya yang tak mampu ia tahan lagi..
Disisi lain .. ..
Lalu pemuda berusia 22 tahun itu mengarah mata pada Lisa .
"Mama tidak boleh seperti ini ! " ucap Leon yang kini ikut duduk menjongkok di sebelah Lisa ,
" Biar kan mama disini .. ! Mama masih ingin menemani papa mu ?!" Kekueh nya Lisa .
Ameena menoleh mendengar ucapan itu.
" Apa ibu tahu ! nanti kita semua yang hidup ini juga akan pergi dan kembali pada yang maha kuasa !!? Hanya tinggal menunggu waktu saja !?" Ucap Meena dengan tersenyum kecil
"ini adalah suatu pengingat bagi Meena dan juga semua makhluk yang bernafas didunia ini , bahwa semua yang bernyawa akan mati dan meninggal kan dunia ini , siap atau pun tidak siap ,mau ataupun tidak mau. Jika Allah menghendaki tak ada yang bisa menghindari nya.
Lisa yang mendengar penuturan Ameena , akhirnya mengarahkan tatapan berairnya kearah anak angkat nya -yaitu Ameena .
....
"Air mata ku menetes dihari kepergian mu ,sungguh aku sangat kehilangan mu , Terima kasih telah menjadi sahabat terbaik ku selama ini !?' Batin Lisa dengan berdiri dan menatap makam sang suami yang masih basah. Lalu dengan menggandeng erat kedua tangan anak nya Lisa pergi meninggal kan area pemakaman .
__ADS_1
**
Sesampainya.. dirumah
keluarga dari pihak Jimin datang beserta loyer..
Leon mengerutkan dahi , setibanya didepan teras rumah ..
"Apa maksud nya ini !!?" Sergah Leon dengan melihat 2 koper dan 1 tas rangsel milik Ameena berada di lantai bawah.
Lisa melihat nya pun bertanya ..?
" Paa... ! Tanah makam suami Lisa belum lah kering , tapi kenapa papa seolah mengusir kami ?!" Ucap Lisa tak mengerti.
Dengan tanpa ada rasa bersalah seorang tua berkata ..
" Kembalikan gadis kecil itu ! Aku tidak sudi hasil kerja keras putra ku akan diberikan dan dinikmati gadis kecil itu !?" Ucap mertua Lisa.
Leon menatap kearah Lisa yang tertunduk dan melihat telapak tangan sang mama telah mengepal kuat...
Dengan yakin Lisa berkata..
" Maaf Paa , Lisa tidak bisa !?" Jawab Lisa menatap marah pada paruh baya didepan nya yang duduk dikursi tempat Jimin biasanya duduk menghabiskan waktu luang nya.
" Ck.. kalau kamu tidak bisa ! silahkan bawa dia pergi dari rumah ini !?" Sambung pak Tua.
Wanita dewasa itu tersenyum getir tak mengira.. hal semacam ini akan ia alami dalam waktu bersamaan.
Lisa tanpa berpikir lagi langsung menarik koper- koper dan tas rangsel milik Ameena dengan mengajak kedua anak nya pergi meninggal kan rumah kenangan bersama Jimin.
Dalam benak Lisa , ' harta bisa dicari ! akan tetapi seorang ibu tak akan pernah mau melepas salah satu anak nya demi apa pun'.
Ameena yang sedari tadi hanya tertunduk dan diam dengan pemikiran nya..
" IBU.. . !?" suara Ameena terdengar sendu ..saat mereka berada didalam angkutan umum bersama bik Ika . Seolah Lida paham akan isi pikiran Ameena. berkata..
"DIAM !! jangan bicara lagi, janji mama bukan sekedar janji antara sesama manusia , Ibu dan alm . papa mu sudah berjanji kepada Tuhan untuk merawat dan membesarkan mu dan mendidik mu , jadi jangan berpikir lagi macam- macam kalau ibu akan mengembalikan mu kepanti !?" sergah Lisa dengan mengusap air mata gadis berjilbab itu.
Leon melihat Ameena berhambur memeluk èrat tubuh sang mama , yang juga mendekap tubuh gemuk sang gadis kecil berkrudung besar .
__ADS_1
.....🌸🌸.....